HR. Al-Tirmidzy

"Barangsiapa yang obsesinya adalah akhirat, Allah akan mengaruniakan kekayaan dalam hatinya dan akan mengumpulkan untuknya kekuatannya dan dunia akan datang kepadanya dengan penuh ketundukan. Dan barangsiapa yang obsesinya adalah dunia. Allah akan meletakkan kefakiran di depan matanya, memecah keutuhannya, sementara dunia hanya akan datang padanya sesuai yang ditakdirkan untuknya" (HR. Al-Tirmidzy)

ahlan wa sahlan

18 Mei 2009

m a la s s s ! ! !

Aku bingung… aku bingung…
Aku pusing… aku pusing…

Pakaian kotorku bertumpuk
Kubilang nanti-nantilah aku mencucinya

BCP untuk kenaikan pangkat harus segera diselesaikan
Tapi aku pusing menghitungnya, jadi tak kulanjutkan menulis

Buku-buku bermanfaat menunggu tuk dibaca
Ah… mata ini berat

Ya Rabb… malas benar hamba-Mu ini
Dimana semangat iman dan takwa kemarin??
Koar-koar dia kemarin!
Ah!! Gayanaji ternyata!!

Bisikan halus merayu-rayu:
Laptop memanggil-manggil untuk online pagi ini, sangat seksi dan menggoda.
Kasur dan bantal memastikan bahwa kantuk ini harus diatasi dengan tidur pagi.
Ikan yang sudah kugoreng tadi, membujuk terus untuk dimakan, padahal jelas perut tak minta makan

Hmmm… Alhamdulillah masih ada sisa iman.

Tahulah aku…
Laptop akan membuatku online sejam, dua jam atau lebih lama lagi, maka tak ada pekerjaan yang akan terselesaikan.
Tidur memang cocok untuk aku yang sedang mengantuk, tapi pasti akan lebih malas lagi setelah itu.
Makan memang enak, tapi bila berlebihan dan perut terlalu penuh maka kemalasan akan menjadi-jadi

Ya! Kuputuskan menulis dulu! Sekaligus menegur diri!
Ya! Kuputuskan mandi dulu! Sekaligus menyegarkan diri!
Ya! Kuputuskan akan dhuha dulu! Sekaligus memberi semangat pada jiwa dalam diri!

Rabb.. Ampuni aku. Bantu aku. Tolong aku. Selamatkanlah aku dari sikap lalai dan kesia-siaan yang terus kulakukan.

“Dan Dia mendapatimu sebagai orang yang bingung, lalu Dia memberikanmu petunjuk.” (Adh-Dhuha,7)

17 Mei 2009

Jatuh Cinta Berjuta Rasanya

Salah mungkin awal kisah ini…
Bertahun-tahun lamanya tak paham dengan apa itu jatuh cinta. Hanya suka, sekedar simpati ataupun naksir.
Sampai akhirnya diberi pelajaran tentang cinta.
Bagaimana indahnya..
Bagaimana gilanya..
Bagaimana ketakutan-ketakutannya..
Cinta yang membuat tersenyum saat mengingat kebaikan dan kelucuan orang yang dicintai
Cinta yang membuat selalu ingat dan berpikir tentang si dia,, merindukan dan mengkhayalkan setiap hari
Cinta yang membuat takut kalau seandainya dia tak membalas cinta ini.
Membuat takut kalau seandainya cinta ini hilang dan hati akan mati
Cinta yang membuat sedih dan sakit…
Itulah cinta manusia..

Allah mengajarkanku tentang apa itu cinta. Setelah kualami dan kupahami. Akhirnya akupun menemukan cinta sejatiku.

Aku jatuh cinta pada Rabb-ku
Subhanallah…
Betapa hebatnya hal ini..
Aku tersenyum mengingat-Nya, betapa rahmat dan karunia-Nya padaku sangat banyak
Merindukan-Nya selalu
Memikirkan-Nya tiap saat
Lalu…
Aku menangis..
Takut bila Dia tidak mencintaiku.
Takut kehilangan cinta-Nya
Takut kehilangan perhatian-Nya
Sedang benar-benar aku tak tahu harus bagaimana tanpa-Nya.
Terlalu takut bila Dia mencabut rahmat-Nya dan aku kembali seperti dulu. Hilang arah dan mencari-cari dalam kegelapan.
Ah… indahnya cinta ini.
Cinta ini membuatku sehat dan bahagia.
Aku ingat sabda Rasulullah: “mengingat manusia adalah penyakit sedang mengingat Allah adalah obat”
Cinta indah ini.. semoga selamanya.. aminn..


(semoga dengan tulisan ini, aku yang di masa depan semakin menunjukkan cintaku pada-Nya, melalui sikap, pikiran dan perasaan.. amin)

15 Mei 2009

langit itu



Apabila langit terbelah,
dan apabila bintang-bintang berserakan,
dan apabila lautan dijadikan meluap,
dan apabila kuburan-kuburan di bongkar,
maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan dilalaikannya.
*Al Infithaar (terbelah) 1-5 *
………..
Tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?
Sekali lagi tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?
Yaitu hari ketika seseorang tak berdaya sedikitpun untuk menolong orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.
*Al Infithaar (terbelah) 17-19*

sebuah mimpi lagi....

Aku duduk di samping kanan mamaku di sofa ruang tamu kami. Bercengkrama bersama kakak dan adikku. Bincang-bincang ringan di siang itu. Kakakku sibuk memasang kancing baju. Adikku duduk tenang tak jauh.
Kumenoleh ke mamaku,
“Ma, mauki naik haji?” aku bertanya padanya spontan. Dengan nada ringan tapi serius.
Entah apa yang ada di hati mamaku, tapi matanya berkaca-kaca.
Dia menjawab mau..
“minta’ka pae uangta’ lima ribu?” ujarku, sementara kakak dan adeku tertawa mendengarnya. Mungkin pikir mereka aku merayu mamaku untuk sekedar minta uang.
“lima ribu akan jadi lima puluh ribu, setelah itu lima ratus ribu, lima juta kemudian jadi lima puluh juta. Kalo lima puluh jutami, naik haji meki’. Kalo bukan tahun depan,ya tahun depannya lagi”lanjutku.
Entah apa yang ada di hati mamaku, tapi matanya meneteskan air mata.

Pembicaraan berlanjut tentang sanak keluarga kami yang baru saja pulang dari tanah suci. Obrolanpun semakin panjang.
“empat tahunki orang mengantri untuk naik haji” itu fakta yang dilontarkan mamaku.
“jangan meki’ khawatir, kalo kita’mi yang mau naik haji, nda pake lamaji. Asal yakinki’. Ada Allah kok” semangatku padanya.

Dalam dhuhaku setelah itu, aku mengiba padaNya. Sepenuhnya berharap padaNya. Mengemis. Memohon-mohon sambil menangis.
Ya Allah, Kau Maha Mendengar. Engkau telah mendengar janjiku pada mamaku. Aku ingin memberangkatkan mamaku naik haji.
Ya Allah… janjiMu adalah benar, maka kumohon jadikanlah janjiku juga benar.
Ya Allah.. Engkau Maha Mengabulkan doa, maka kabulkanlah doaku.
Ya Allah…. Ya Allah… Ya Allah…
Doa yang panjang…

Aku pamit pada mamaku. Dia sedang membersihkan kompor minyak saat kuminta tangannya. Setelah dilap di dasternya, kucium tangan mamaku dan akupun keluar rumah.
Di depan sebuah mesjid aku berhenti. Mesjid itu sedang direnovasi.
Kukeluarkan lima ribu rupiah pemberian mamaku.
Bismillahirrahmanirrahim..
Ya Rabb.. ini lima ribu pertama dana awal mamaku untuk naik haji. Ini ikhtiar pertamaku. Jadikanlah lima puluh juta ya Rabb..
Sungguhpun aku percaya bahwa kuasaMu meliputi segala sesuatu.
Sungguhpun aku yakin pada janjiMu.
Sungguhpun aku yakin padaMu, Ya Rabbku..
Kumasukkan lima ribu itu ke dalam celengan masjid.
Aku tersenyum membayangkan mamaku yang kurus berada di mekkah. Memakai pakaian ihram. Dan membaca allahumma lakbaik…
Tak terasa airmataku meleleh lagi…
Ya Allah… terima kasih sebelumnya..
Alhamdulillah….

10 Mei 2009

betapa hebatnya Allah..

Hidupku adalah sesuatu yang hebat.
betapa hebatnya Allah yang mengatur skenario hidupku

dulu aku miskin
hidup bergantung pada orang lain.
meminta, mengiba. dikasihani oleh sekitarku. bahkan aku menangisi diriku.
lihatlah aku sekarang
tercukupi semua kebutuhanku.
handphone, motor, laptop, semua milikku. kubeli dengan uangku sendiri.
aku telah kaya. Alhamdulillah...

dulu aku berada dalam kekufuran yang panjang
hidup dengan kesenangan anak remaja
kenakalan anak es em a.
mall adalah kiblat, cowok adalah bahan diskusi harian
shalat terlupa, Quran tak ingat
lihatlah aku sekarang
mungkin belum sempurna aku sebagai hamba-Nya
tapi aku sedang proses ke sana.
Dia menyelamatkanku dari keterpurukan yang lebih dalam.
Disaat teman2ku dulu menenggak minuman keras dan merasa keren karenanya
Disaat temanku yg dulu terjerumus zina, tertahan dan tak bisa lepas
Disaat teman2ku yang dulu masih meneruskan memaki, mengumpat dan bergunjing.
aku ada disini... diselamatkan oleh-Nya
bukan bagian dari mereka
aku ada disini. menangis sedih atas dosa-dosa itu
berharap... berdoa... semoga nikmat iman ini selamanya dihati. aminnn...

dulu aku diberi kesempatan 4 tahun bekerja di rumah bersalin
melihat kelahiran terus menerus
memikirkan. mengagumi kehebatan-Nya. ke-Maha Besaran-Nya
tersenyum indah disetiap kelahiran..
lihatlah aku sekarang
berada di tempat berbeda
diperlihatkan terus menerus kematian.
memikirkan. ketakutan melihat betapa Kuasa-Nya meliputi segala sesuatu
kekhawatiran akan sedikitnya bekal.
menangis karena kematian itu pasti akan datang menghampiri

Betapa hebatnya Allahmenciptakan hidupku.

sakitku membuatku mengerti lebih banyak
jatuhku membuatku mendekat pada-Nya
direndahkan oleh seorang manusia tapi ditinggikan oleh manusia yang lainnya.
subhanallah...

kuingat sahabatku ina pernah berkata:
" bersyukurlah ulfa, karena kau berada di tempat yang buruk tapi Allah menjagamu..."

alhamdulillah....
alhamdulillah....
alhamdulillah....

27 April 2009

harapan..

Yang membuat manusia tetap bertahan pada satu hal adalah harapan. Saat harapan itu lenyap, maka tak ada alasan baginya untuk bertahan. Cerita ini tentang bagaimana pikiran dan perasaan bisa membuat kita sakit dan sebaliknya, dengan kekuatan pikiran dan perasaan maka kita bisa sembuh.
Kisah seorang gadis, sahabat baikku. Namanya Nina. Dia menceritakan padaku kisahnya, berharap bisa jadi pelajaran bagi orang lain sepertinya.
Nina gadis periang yang selalu tertawa. Kami menyukainya karena dia baik dan ramah. Dia menjalani hidup yang sempurna. Pekerjaan yang bagus walau usianya masih muda, punya kendaraan pribadi, punya keluarga yang hangat dan sahabt-sahabat yang menyayanginya.
Tapi beberapa waktu terakhir ini dia terlihat berbeda. Semua orang mulai mempertanyakan karena tubuhnya semaki kurus saja. Dan bila ditegur seperti itu jawabnya selalu sama.
“saya bukan kurus tapi langsing” jawabnya sembari tertawa.
Bosnya di kantorpun mulai mempertanyakan mengapa dia selalu terlihat lemas dan tanpa semangat. Dan seperti biasa dia hanya tersenyum dan menjawabnya dengan candaan.
Dia tidak sadar bahwa tubuhnya bereaksi terhadap pikiran dan perasaannya. Semakin sedih hatinya, semakin lemah fisiknya. Dia menyukai seseorang, tapi kenyataannya dia tidak tahu apakah pria itu juga memiliki perasaan padanya atau tidak. Tak ada kejelasan. Sikap dan perhatian pria itu diartikannya sebagai tanda bahwa pria itu juga menyimpan rasa.
Lama dia memendam rasa. Dia akhirnya tahu bahwa pria itu menyukai orang lain, tapi harapannya terlalu besar bahwa suatu saat pria itu akan berpaling padanya. Hingga dia sampai pada perasaan rendah diri yang sangat dalam. Menganggap bahwa pria itu tak mungkin menyukainya karena dia jauh berbeda dengan gadis yang disukai pria itu. Semakin dia mengharapkan pria itu semakin dia merasa cemas, gelisah dan semakin rendah rasa percaya dirinya. Terlalu takut bila dia benar-benar akan kehilangan cintanya.
Dalam ketakutannya yang semakin dalam itu, dokter mengatakan dia gejala hepatitis. Dia harus istirahat dan tidak banyak pikiran. Saat itu Nina berpikir bahwa cintanyalah yang membuatnya sakit, namun dia tak mampu berbuat apa-apa selain menangis dan semakin tenggelam dalam kesedihannya.
Seorang sahabat yang tahu kisahnya menyarankan agar dia memberi tahu pria itu. Awalnya dia menolak saran itu, karena dia malu, dia adalah seorang gadis. Tapi, nasihat sahabatnya itu dilakukannya juga. Dia sampaikan pada pria itu secara tidak langsung. Melalui pesan-pesan yang biasa.
Pria itu mengerti maksud Nina. Dia cukup bijak dan membalasnya dengan pesan yang halus dan lembut. Sayang, Nina terlalu takut menerima kenyataan pahit, pesan itu terlalu lembut untuk bisa dipahaminya bahwa itu adalah penolakan. Bagi Nina, pesan itu bisa berarti ya dan bisa berarti tidak.
Semakin resah hatinya, semakin parah sakitnya. Pinggang bawah kirinya mulai terasa nyeri setiap hari. Temannya menyuruhnya pulang saat melihat Nina terbaring menahan sakit di kantornya. Nina tertawa dan mengatakan tidak apa-apa. Temannya yang pernah melihat gejala yang sama pada sanak keluarganya mengatakan bahwa ada kemungkinan ginjal Nina bermasalah. Dan bila dibiarkan maka akan terasa semakin nyeri.
Benar kata temannya itu. Suatu malam, lewat tengah malam, Nina terbangun menangis. Rasa nyeri di pinggangnya tak tertahankan lagi. Sakit sekali. Itu adalah sakit yang paling nyeri yang pernah dia rasakan. Nina menekan kuat pinggangnya dengan kedua tangannya dan meringkuk di tempat tidur untuk mengurangi rasa sakitnya.
Akhirnya Nina sadar, ini telah kelewatan. pikirnya bila pria itu menolaknya, yang paling parah hanyalah dia akan masuk rumah sakit karena kesedihan yang semakin mendalam dan penyakit-penyakitnya akan membunuhnya secara perlahan. Ketakutannya bertambah tapi dia harus melakukan sesuatu. Rasa sakit itu akhirnya membuatnya berani menghubungi pria itu, bertanya langsung, tengah malam itu juga.
Pria itu sangat dewasa dan bijaksana. Dia menasehati Nina dengan lembut. Menjelaskan berbagai hal tentang hidup. Bahwa tidak semua hal di dunia ini harus sesuai dengan harapan. Berbicara lembut tentang hal-hal dalam hidup yang akan indah pada waktunya.
Apa yang ditakutkan Nina ternyata tidak terjadi. Nina mampu menerima kenyataan yang ada. Ikhlas dan tanpa rasa kecewa sama sekali. Saat itu juga rasa nyeri di pinggangnya berkurang.Selama ini dia berpikir bahwa cintanya dalam dan membuatnya sakit. Ternyata dia salah. Ketakutannya yang berlebihanlah yang membuatnya sakit. Ketidak pastian, kecemasan, kesedihan dan rasa rendah dirinya yang hampir membuatnya harus dirawat di rumah sakit.
Malam itu mereka saling bercerita. Nina melarang pria itu tidur. Bercanda. Dengan alasan pria itu harus bertanggungjawab atas kesalahpahamannya selama ini. Dan pria itu membalasnya, melarang Nina menutup telpon karena Nina harus bertanggungjawab karena membuatnya terbangun. Mereka tertawa dan bercanda sampai subuh menjelang.
Pagi harinya Nina ke kantor seperti biasa. Fisiknya masih sedikit lemah tapi semangatnya telah kembali. Seharian dia merenung dan sesekali tertawa karena kebodohannya selama ini. Hari itu dia merasakan kelegaan yang luar biasa dan tertidur lelap di malam harinya. Tidur lelap pertamanya sejak dia sakit.
Nina telah kembali ceria. Harinya dilewati dengan tersenyum dan tertawa. Perasaan cintanya berubah menjadi rasa persaudaraan yang dalam. Dia semakin menghargai pria itu, menganggapnya kakak dan mendoakannya.
Pelajaran baginya dan bagiku juga. Jangan terlalu mencemaskan masa depan yang belum pasti terjadi. Jangan takut kehilangan sesuatu yang dicintai karena tidak ada yang abadi di dunia ini. Beranikan diri mengambil langkah, jangan ragu-ragu. Hadapi setiap resiko yang ada. Hal yang paling menakutkan di dunia ini adalah ketakutan itu sendiri, karena ketakutan itu bila dibiarkan menjadi parah bisa membahayakan diri sendiri. Jalani hidup dengan sabar dan syukuri segala yang terjadi.
Sekarang aku melihat Nina semakin ceria. Sifatnya masih kekanak-kanakan tapi aku tahu dia telah smakin dewasa. Badannya masih kurus tapi wajahnya berseri-seri. Tak ada lagi rasa sakit dan tak ada lagi nyeri. Bila ditanya tentang tubuhnya yang kurus, jawabannya telah berbeda.
“jangan khawatir! Sekarang saya makan tiga kali nambah loh! he..he..” Nina tertawa. Dia benar-benar telah sembuh.

20 April 2009

girls.. dont cry!

Gadis itu kampungan…

Dia berjalan sendirian di tengah malam beralaskan sendal yang usang

Bajunya biru kotak kotak dan roknya kuning bunga-bunga

Dia kampungan….


Gadis itu sendirian….

Dia terdiam menatap hujan berharap siang berbuah bintang

Basah airmata dalam genggamannya

Dia sendirian…


Gadis itu hanya diam…

Dia berteriak keras tapi tak terdengar oleh awan

Bising memenuhi rongga hati dan jiwa

Dia diam…


Gadis itu berteriak…

Dia menangis sunyi memecah batu menghalau gelombang

Sudut batin menyuruhnya pergi menghilang

Dia berteriak…


Gadis itu menangis…

Dia berteriak lalu dia menangis

Dia terduduk diam lalu dia menangis

Dia berjalan sendirian lalu dia menangis


Gadis kampungan itu menangis…

16 April 2009

Segalanya Belum Tentu Adalah Cinta

Hidup adalah sebuah proses perjalanan panjang menuju akhir. Sebuah proses yang didalamnya terdiri dari lebih banyak proses lagi. Dan salah satu proses

yang paling pelik dihadapi makhluk bernama manusia adalah proses pencarian cinta sejati. Sebelumnya, izinkan saya mengutip sebuah kisah proses pencarian arti. Apa itu cinta.

Suatu hari, Plato bertanya pada gurunya, "Apa itu cinta? Bagaimana saya bias menemukannya?" Gurunya menjawab, "Ada ladang gandum yang luas di depan sana. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu ranting. Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta" Platopun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun. Gurunya bertanya, "Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?" Plato menjawab, "Aku hanya boleh membawa satu saja dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik). Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tidak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana. Jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat kumelanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwa ranting-ranting yang kutemukan kemudian tidak sebagus ranting yang tadi. Jadi, tak kuambil sebatangpun akhirnya" Gurunya kemudian
menjawab, "jadi, ya itulah cinta"

Di hari lain, Plato bertanya lagi pada gurunya, "Apa itu perkawinan? Bagaimana aku bias menemukannya?" Gurunyapun menjawab, "Ada hutan subur di depan sana. Berjalanlah dan tanpa boleh mundur kembali dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan" Platopun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan membawa pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar atau subur dan juga tidak terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa saja. Gurunya bertanya, "Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?" Platopun menjawab, "Sebab berdasarkan pengalamanku yang sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi, dikesempatan ini, aku lihat pohon ini dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat. Jadi kuputuskan untuk menebangnya dan kubawa kesini. Aku tidak mau kehilangan kesempatan untuk endapatkannya. Gurunyapun kemudian menjawab, "Dan ya itulah perkawinan"


Cinta bisa diartikan apa saja. Karena definisi cinta itu memang tak erbatas. Tergantung bagaimana cara memandangnya. Tapi, bila ditelusuri lebih jauh, cinta yang paling hakiki tntu saja cinta pada sang Khalik dan inta-Nya pada makhluk-Nya. Semua berawal dari sana dan akan berakhir disana. Tapi untuk kisah ini, pengertiannya lebih sempit yakni cinta antara dua insan. Cinta yang bisa jadi benar dan bisa jadi salah. Sebenarnya, tidak ada cinta yang salah tapi perlakuan manusialah terhadap cinta yang bias membuatnya menjadi salah. Salah satu perumpamaan saya tentang cinta adalah cinta itu seperti hujan. Sejuk tapi dingin. Romantis tapi dapat membuat sakit. Cinta itu seperti hujan, yang bila berlebih dan tidak ada persiapan untuk menghadapinya maka ia akan menyusahkan.

Ada kisah lain tentang cinta. Seseorang yang kukenal, sebut saja namanya mawar. Gadis ini sangat suka hujan. Sampai akhirnya dia jatuh cinta pada hujan. Hujan adalah bentuk perasaannya yang tak tersampaikan. Hanya mampu menatap, menikmatinya, tapi tak punya daya untuk memilikinya.

Dia bercerita, "Bagaimana aku menyampaikannya? Berada disampingnya, jantungku seperti akan melompat keluar. Bicara dengannya lidahku kelu dan bahasaku kacau. Menatapnya membuatku malu. Bila dia ada di sekitarku, hal yang paling ingin kulakukan adalah kabur dari tempat itu secepatnya, sebelum gravitasi bumi tak berfungsi dan aku akan terlihat konyol di depannya"Aku tak tahu kenapa ini bisa terjadi. Aku terlanjur salah paham padanya. Aku salah paham dengan kehadirannya, dengan suara, sikap dan kebaikan hatinya. Aku tak pernah seperti ini sebelumnya. Ada yang salah padaku."
Mawar menangis. Antara bahagia, bingung dan sedih.

Suatu hari dia membiarkan dirinya basah dalam derasnya hujan. Aneh! Karena di tangannya saat itu tergenggam sebuah payung. Keesokannya dia demam. Panas dingin. Seharian menggigil diatas tempat tidur. Tak berminat minum obat. Katanya, dia ingin menikmati sakitnya. Sakit yang disebabkan oleh perasaannya. Maka benarlah kata Andrea Hirata dalam novel Maryamah Karpovnya, "Kawan, kadang kala cinta dan gila samar bedanya". Mawar selalu tersenyum di saat hujan turun. Terlalu mencintai hujan. Membuat sahabatnya bertanya, "Bila hujan tidak lagi turun dan kemarau berpanjangan. Apa yang terjadi padamu" Mawar menjawab pasti, "dihatiku… hujan tidak pernah berhenti…" Nowan dalam bukunya Pain, Love, Peace, Happiness bertutur: "Cinta adalah pilihan. Cintailah seseorang karena engkau memilih untuk mencintainya. Jadikan itu kepuasan hatimu unuk mencintainya apa adanya. Perubahan apapun yang akan terjadi padanya. Bila engkau tetap mencinta. Itulah cinta yang sesungguhnya." Ada begitu banyak kisah. Bukan hanya hujan. Karena cinta bisa berwujud angin, tanah, api atau lainnya. Dalam serial topeng kaca karya Suzue Miuchi 1988 ada sebuah kisah cinta sandiwara klasik dan kabuki. Oshichi Yaoya, seorang putri tukang sayur, lari ke kuil buddha waktu kota Edo (nama lama Tokyo) terbakar. Disitu dia jatuh cinta pada biksu Kichiza yang mengurus para pengungsi. Sejak kebakaran mereda dia ingin jumpa lagi dengan Kichiza. Cinta yang menggila dan kerinduan yang tak terbendung membuatnya berpikir pendek. Oshichi lalu membakar kota Edo. Waktu itu pembakar kota harus dihukum mati walaupun demikian Oshichi tetap melakukannya karena yakin akan bertemu Kichiza lagi. Waktu kota Edo habis terbakar, api dalam hati Oshichipun membakarnya dan akhirnya dia terbakar api yang disulutnya.


Demikianlah cinta. Tidak peduli apakah dia berwujud api ataukah hujan. Dia akan di hati, tetap di hati karena tempatnya memang di hati. Untuk semua orang yang mencinta… Cintailah dia yang membuatmu tersenyum, tertawa, membuatmu berpikir dan berkhayal. Meski mungkin dia terlalu jauh untuk disentuh atau terlalu tinggi untuk digapai. Meski mungkin kau akan sakit, kau akan patah hati, kecewa dan menangis. Tetaplah mencintainya selama cinta itu ada. Karena setelah itu semua kau akan belajar, kau akan semakin dewasa dan bijaksana. Kau akan semakin mengerti arti cinta dan kehidupan. Dan kau akan bisa bertahan menghadapi apapun juga. Seperti kata Nowan lagi dalam buku yang sama. "Segalanya belum tentu adalah cinta namun cinta adalah segalanya"

09 April 2009

belajaaarrrr lagiiii....

Suatu hari aku menemukan sebuah layang2. aku tpana krn layang2 itu berbeda dgn layang2 yg lain. aku tpesona akan keindahan bentuk dan warna warninya. Kuterbngkan layanganku tinggi ke angkasa. smakin ku tergila2 akan tarian indahnya bersama awan2. Birunya langit dan cahaya mentari smakin mnyilaukan mataku. lalu aku lihat byk orang ingin mengambilnya. Aku takut... cemas... "itu layanganku!!!" teriakku pasti "itu nyawaku. aku akan mati tanpanya!!!" tangisku pada mereka sedang hatiku semakin cemas karena yg menghubungkanku dgnnya hanyalah seutas benang tipis. kuikat benang tajam itu di jari2ku. kuikat sangat kencang sehingga tanganku berdarah. Semakin berdarah.. semakin perih.. smakin besar ketakutanku..


TIBA TIBA...

Aku tak tahu kenapa.. benangnya terputus! layanganku terbang menjauh. Aku terdiam... menunggu reaksiku... semenit dua menit berlalu. aku masih diam. tak mengejarnya. sangkaku akan ada tangisan panjang. tapi, tak ada tangisan. tak ada keluhan. tak ada kesedihan. bhkan tak ada kecewa sama sekali. aku malah tersenyum menatap layanganku menjauh.

HERAN!
Karena yg muncul justru kelegaan yang luar biasa... ketakutanku. kecemasan dan segala kekhawatiranku terbang bersama layang2 itu.

kacau.. kacau.. kacau.. but alhamdulillah..

Wuahh…

Alhamdulillah… pagi ini aku bangun masih dgn sdikit migrain dikepalaku. Tapi, itu bukan hal yg penting kok. Acara yg diadakan kemarin benar-benar menyenangkan. Ada banyak kisah manis disana. Kuceritakan yaa...

Diawali dari ngumpul-ngumpul makan es krim sebelum ramadhan. Tiba2 muncul ide cemerlang dari seorang kakak berjilbab yg manis.

”bikin acara buka puasa bareng yuuk! Sekalian reunian! Sama anak panti asuhan?”

Rencana... bayanganku saat itu adalah betapa sulitnya menyatukan sekelompok org2 sibuk untuk rapat dan rapat lagi. Begitu kuungkapkan pikiranku, mereka mencemoohku.

”edede... bpikiran negatifmi seng!!”

Ya terserahlah...

Sudah kubilang kan? Sesuai dugaanku, tdk mudah mengumpulkan org2 sibuk. Menjelang puasa, rencana hanya tinggal rencana. Mau ketemuan aja kok susah banget. Orang2 sibuk sih!!!!

Ayo pi makan2 dek

Sms K Lili saat itu. Akh! Makan2 lagi! enak sih dtraktir terus! Tapi kan ga asik klo ngumpul2 doang. So kucetuskan aja.

Jgnmi makan2 terus. Mending ngumpul bahas rencana kemarin

Dan alhamdulillah dia memberikan ide untuk rapat di rumah K Nini. Akupun mulai menghubungi teman2 yg lain.

Ngumpul d rmhx K Nini jam 3 bsok bhs acara buka puasa bareng.

Send. Sms kukirim ke beberapa orang. Ok! Smoga aja banyak yg datang. Amin. Aku tersenyum lagi membayangkan pertemuan besok. Pasti seru ketemu mereka lagi! Hihihi.. aku masih tersenyum2 saat tiba2 aku teringat satu hal yg penting!!

” astagfirullah.. yang punya rumah belum diberi tau!!! Gawat!!!” hehehe...

Sabtu tanggal 30 agustus 08, panitia yg kesemuanya tidak mau disebut panitiapun berkumpul. Rapat pertama memutuskan acara akan diadakn tertanggal 13 ramadhan alias 13 september, panti yg akan diundang adalah panti asuhan Rezky Ilahi, semua yg hadir berperan mengumpulkan dana dan hal2 penting lainnya akan dibahas sabtu depan di tempat yg sama. Tak ada pemilihan ketua, wakil ketua atau apapun, yg ada hanya 2 org kakak yg dituakan dan paling bertanggung jawab. Tapi pas disebut2 yg akan pegang dana alias bendahara. Semua menoleh padaku, tersenyum simpul.

”ohh.. tidaak..” jeritku dalam hati. Mentang2 aku yg paling bungsu!! Paling gampang disuruh2!! Ughh... pernah sih jadi bendahara tapi cuma sekali, itupun pake pusing!!

”anak bawangja’ saya kodoong...” tolakku pelan pada mereka yg malah tertawa.

Alhamdulillah... tanpa mendengar penolakanku mereka mentasbihkan aku sebagai bendahara. Berat hati aku menerima. Uang bo!! Harta anak yatim pula!! Tiap sen-nya akan dipertanyakan padaku kelak. Mau tidak mau, aku harus mau. Keputusan sepihak itu telah bulat.

”ikhlasji kodong... ikhlaas.. beneran ikhlaaaaas...!!” jawabku saat seorang kakak mempertanyakan kesediaanku.

Langsung ke hari H-nya aja yaa..

Sabtu pagi, 13 september 2008. hari ini acara kami, buka puasa bersama plus reuni.

All panitia kumpul di auditorium jam 11 teng!!! Titik!!!

Itu judul awal dari pak ketua 1 di hari itu dan judul akhirnya adalah:

All panitia kumpul di auditorium jam 12 teng!!! Titik!!!

Meski kenyataan yg ada, beberapa org tetep keukeuh mo datang ba’da dhuhur teng!!! Titik!!! He..he..he..

Dan bersyukurlah... karena aku, si bendahara datang telat, aku datang jam setengah dua teng!!! Titik!!! (ah, itu lagi!) untung ga ada yg marahin aku (secara gitu loh aku ini kesayangan smua org! He..he..he..)

Masih awal2 uda kena problem.

”BUS BUAT JEMPUT ANAK PANTI RUSAK!! GA BISA DIPAKE!!”

Gawat! Gawat! Gawat!.... solusi! Solusi!solusi! angkot aja.. usul pak ketua 2. setelah lama berpikir, Alhamdulillah... Allah memberi kemudahn untuk kesekian kalinya. Ada 3 mobil plus 3 temen yg bisa nyopir.

Jam 2 lewat berangkat ke panti asuhan, jemput mereka. Nothing special happen saat berangkat. Everything is really really nice. Tapi, pas back ke gedung. Wow!!

Aku bersama K Liliduduk dikursi depan disamping K Toto yg bertindak sebagai sopir. Suasana begitu riuh dgn anak2 panti di belakang kami. Lalu kejadian demi kejadianpun terjadi. Mobil pertama melaju dan kami selaku mobil kedua mengikuti. Parahnya,sopir mobil pertama lagi terburu2 so doi pake jalur2 aneh dalam kompleks. Pusinglah kami!! Diawali dengan salah belok satu kali. Harusnya ke kanan eh kok malah ke kiri. Pas mo mutar jalannya sempit banget.

“turunko dulu dek, liat bannya” komando K Lili tanpa minta persetujuanku. Dengan agak gengsi aku turun dan berdiri di belakang mobil. Siang2!! Terik pula, akupun mulai berteriak,

“yaaa… mundur!! Terus mundur!! Yaa.. belum masuk got!!”

Kacau benar! Lebih kacau lagi saat tiba2 mobil tdk jadi mutar dan meninggalkanku berdiri melongo di belokan itu.

”Haahh????” aku hanya mampu tersenyum jayus saat melihat mobil mutar di belokan selanjutnya.

”kalo dr tadi mau mutar disitu, lantas kenapa saya mesti turun?” keluhku. K Lili beralasn jalanan disana lebih luas.

Ya.. terserahlah..

Satu aturan mengapa rambu2 itu dibuat agar dipatuhi dan ditaati. Itulah yg kukatakan saat melihat panah kekanan dan betuliskan keluar.

”kanan kak!” mungkin suaraku tak terdengar atau pikiran semua org mmg kacau. Lagi lagi!! Terjadi!! Salah lagi!!

”alhamdulillah... jalan buntu” pikirku geli.

Mobilpun kembali mutar. Munduur... munduuur....

Brakk... semua menoleh kebelakang.

“apa itu??”

Aku mengintip dari jendela

”tabrak bambu, kak” pucat wajah sang sopir.

”tenang, nda apa apaji. Bambuji...” hibur K Lili padanya.

Siang itu panas matahari yang begitu terik dan migrainku yg kambuh tak lagi berarti. Semua yang ada dalam mobil itu terlihat sangat sibuk.

K Toto sibuk konsentrasi menyetir mobilnya.

K Lili yg notabene pernah jadi sopir juga sibuk memberi aba2

”putar full... kanan... YA! Gass....”

Aku sibuk menahan sakit kepala plus menahan tawa. Ha..ha..ha..

Sementara para anak panti sibuk berdoa. Disetiap injakan gas mereka berujar ”bismillah... bismillah...” disetiap pengereman mendadak mereka berteriak ”Allahu Akbar!” dan disetiap mobil berjalan mundur kebelakang mereka berdoa ”Ya Allah... selamatkanlah kami!!” ha..ha..ha.. kacau!!

Singkat cerita kamipun sampai dgn selamat. Ashar tiba dan kamipun shalat berjamaah dilanjutkan beberapa hiburan kecil untuk anak2 panti. Seru! Hanya aja... uztad yg diundang oleh ibu direktur telah datang, sementara teman2 yg diundang tak jua datang.

”dasar teman2!! Mentang2 judulnya buka puasa bersama datangnya buat buka puasa doang! Padahal kan uda dibilang acaranya dari ashar!” keluh all panitia.

Tak jauh dariku kulihat pak ketua 2 yg tidak mau disebut ketua tengah berbincang2 dgn ibu direktur. Sesekali dia tersenyum, mengangguk lalu nyengir! Malu ya pak? Para undangan belum jua datang!! He..he..he..

Sementara itu uztad yg keren nan gaul itu mengamati jemaah yg hanya anak2 panti, beberapa pengelola dan panitia (yg ikut duduk demi agar jemaah terlihat lebih banyak), dia tersenyum lalu berujar,

”yg mau diceramahi anak2 atau pengelolanya ya?” all pan tertunduk.

Mengingat lebih banyak anak2 panti jadinya dia menceramahi anak2 deh. He..he..he.. maluuuuu....

Apa yg terjadi selanjutnya di ruangan itu, aku tak tahu lagi. Aku keluar dari ruangan, mobil catering telah tiba, teman2pun mulai ramai berdatangan.

Allahu Akbar... Allahu Akbar...

Alhamdulillah... satu hari lagi terlewati. Terimalah amal puasa kami ya Allah.. amin.. Kamipun berbuka dengan es buah yg enak banget. Dahagapun lenyap, sayangnya migrainku tak jua lenyap. Pusing!! Sampe2 gelas es buah didepanku terlihat dua!! (pdhl memang ambil dua! He..he..he..)

Seusai shalat magrib berjamaah. Para undanganpun menyantap makanan yg telah disediakan berikut para anak panti asuhan.

Bosan dengan suasana ramai diluar akupun masuk kedalam ruangan. Terduduk diam disana. Beberapa anak2 panti yg telah makan terlihat ramai bisik2 membicarakan sesuatu, iseng2 kudekati mereka.

”apa itu kau cerita? Kasi tauka’ dule..” aku ikut2 nimbrung aja. Sok deket gitu! Kali2 aja dapat gosip seru.. he..he..he..

”iye... ndaji...” mereka tersenyum malu2. anak2 itu rata2 masih esde dan esempe. Masih lucu2nya. Aku bertanya lagi..

”sudah makan?”mereka mengangguk mengiyakan.

”makan apaki?”

”ayam!!”sahut mereka

”enakji makanannya?”setiap dari mereka menjawab enak. Alhamdulillah...

”mana lebih enak? Es buah ato ayamnya?” selidikku lagi.

Mereka koor menjawab,

“es buaaaahhhh...”

Tuh kan!!! Gak salah aku ambil dua gelas! Anak2 aja bilang enak! He..he..he..

Akupun berkenalan dengan mereka. Ada yg bernama Syahrul, Ahmad, Dani, Fitri.. kok nama2 artis semua ya? He..he.. yang paling imut beneran namanya Dhea!! Dhea imut dong! Kira2 umurnya lima atau enam tahun. Lucuuu.. banget!! Salah seorang dari mereka nyeletuk tanpa ditanya,

”saya mau jadi pemain sepak bola, kak!” semangat banget!

”tawwa! Bagusnya cita2nya! Saya doakan supaya terkabul nah. Amin..” aku tersenyum padanya, tersenyum pada pikiran polos seorang anak2.

Bisik2 mereka lanjutkan lagi. Setelah sedikit menggombal sana sini akhirnya kutahu bahwa mereka sedang membahas salah satu teman mereka yg sedang duduk menyendiri tak jauh dari kumpulan kami. Mau tak mau akupun ikut tertawa bersama anak2 itu. Oalah.. ternyata temen mereka itu pup di celana! Pantasan aja dari tadi ga bergeming dari tempatnya. Ha..ha..ha.. ibu pengelolapun datang, dia tersenyum tersipu saat pandangan kami bertemu. Maluu ni yee... he..he..

Alhamdulillah... sisa acara berjalan baik. Anak panti dipulangkan menggunakan mobil pete2. teman2 mulai menghilang satu persatu. Setelah sedikit beres2 dan canda2 hangat, all panitia pun meninggalkan tempat.

Huahh... kuhempaskan badan kekasur begitu sampai di kamar. Kepala terasa sangat berat dan kantuk mulai menyerang. Aku baru akan memejamkan mata, saat hapeku berdering. Pak ketua 2 menelpon.

”minta maafka’ nah kalo ada kesalahan dan ........” aku tertawa pelan. Emangnya lebaran pak? He..he.. setelah maaf memaafkan via telpon, aku kembali berbaring. Aku mulai tertidur saat hapeku berdering lagi. Kali ini sms. Dari K Nana, seksi kue.

Makasih ya atas segala usaha n partsipasinya yg tak mengenal kata lelah. Moga diiringi keikhlasan n bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Amin. Met istirahat ya..

Aku tersenyum. Ya! Semoga yg kita lakukan ini bernilai ibadah. Amin. Aku baru akan memejamkan mata kembali, saat kusadari ngantukku telah lenyap.

”Yaaa... nda jadi tidur deh!!!

Ps: kalo ada yg dilebih2kan atau dikurang2i, hal itu semata2 untuk menghibur diri sendiri dan kalian semua. Thanx uda mau baca!! ^_^

Selesai di makassar 18 september 08.

’lup’

Makassar, 14 september 2008

Assalamu alaikum.. kisah lama neeh...

wah... seneng banget rasanya bisa mulai ngeblog...serasa jadi orang terkeren didunia...iiihhhh...garingx deh!!!untuk pertama ingin kukisahkan sesuatu:tadi sore dengan terburu-buru aku mngajak yayangku spin ke warnet. iseng2 berhadiah pengen buat samting diffrent gitu. itu atas saran seorang temen yg notabene sama-sama org keren gtu. (apa seeh????) sepulang dr warnet (ndakeren warnetx coz hrs buka sendal br masuk!!!) im looking2 gtu nyari sendalku yg keren hasil minjem dr kakakku. pas nyari kok ya cuman kiri doang, aku btanya pada sang tukang warnet dan dia hanya menggeleng dan bkata "dmana qta taro?"sungguh suatu yang kusebut bukan pelayanan prima. Kutanya angin.... kutanya hujan.... kutanya ariel... gak ada yg tau, wah gawat bisa2 kakakku mlayangkan sbuah kandattox padaku. dgn amat sangat stres kupandangi sendal2 berserakan didepan pintu, ta ada org dsana.untung aku sedang puasa jadinya iman mngalahkan segalanya. setan?? sori sosri yaa... ga ada tuh critanya uphe nyolong sendal. pas aku memendang sendal2 yg berserakan itu untuk kesekiankalix, kuperhatikan ada sebuah sendal jepit hitam putih yg tergeletak sendirian.hanya kananx saja. Kuperhatikan dan kuperhatikan.... oala... Ya Allah... itu sendal adeku... (ternyata saya ke warnet mgunakan sendal kakakku sebelah kiri dan sendal adeku sebelah kanan) kenyataan memang pahit,kusangka pnyakit hilang ingatanku hanyalah candaan semata, ternyata sudah stadium parah. sory hrs go to work neeh.. kapan2 sambung lagi... cayoooo....