
Bismillahirrahmanirrahim….
Dia menyapa hati dalam kebekuan
Membuka mata dan sedikit mencoba menggembirakan hati
Tertunduk bisu
Sebelum akhirnya semua merapuh dan patah dalam gelimangan salah
Menangis terisak isak
Sendiri….
Mengapa tak ada yang lain disini?
Mengapa hanya semut yang sepertinya bergidik menahan jijik
Mati…
Sang musuh mengajak berandai-andai
“andai mati, maka habis perkara”
“andai semua bisa diulang”
“andai aku bukanlah aku”
YAAA!!! Teriakku mengiyakan!
Menampiknya meski aku sepertinya sesosok teman
“andai tak ada hisab maka mati saja”
“andai tak usahlah ada hari perhitungan”
“andai ku tak tahu sumpahmu, kan kupercaya kau”
Bodoh pikirku…
Tenggelam dalam kebodohan lalu sang teman kelak mudahnya berkata,
“aku berlepas diri dari segala yang kau lakukan…”
