
Bismillahirrahmanirrahim…
Membaca tulisan orang lain selalu
membuatku ingin juga menulis…
Maka jadilah aku mengetik lagi di senja ini…
Maka jadilah aku mengetik lagi di senja ini…
Hujan sore ini mendinginkan
segalanya, barangkali hendak meninabobokan mereka yang telah berkutat dengan
siang yang terik dan melelahkan…
Hari ini aku dan seorang
saudariku berjalan cepat dari lantai 4 sebuah gedung pertemuan yang penuh
dengan tawa dan senyuman menuju lantai 4 sebuah rumah sakit yang
perbandingannya tentu sebaliknya. Meskipun kami tetap tersenyum dan tertawa di rumah
sakit itu, tapi tetap saja suasananya berbeda, karena ada kecemasan di hati
semua orang yang ada di sana.
Pembelajaran kehidupan selalu ada
setiap saat, lantai 4 yang penuh senyum dan tawa itu membuatku bercerita lagi
tentang episode menyebalkan di masa lalu, sangat menyebalkan…. Tapi dari hati
yang paling dalam kuucapkan terima kasih banyak kepada para aktris yang
terlibat, karena sesuatu yang sangat menyebalkan itu benar-benar menjadi
pembuka sebuah kebaikan yang luar biasa akan sebuah rahasia kehidupan, yang
pernah sekilas kutahu tapi telah terlupa. Dan kini kupahami kembali, bahkan
lebih. Alhamdulillah… Sungguh aku bersyukur akan semua peristiwa di masa lalu…
Dan lantai 4 Rumah Sakit itu
mengingatkanku akan kecemasan di masa lalu, kecemasan yang luar biasa saat
orang yang paling kami cintai terbaring tak berdaya. Dan alhamdulillah Allah
berkenan kami melewatinya dan memberikan tenggang 6 bulan yang indah untuk kami
bisa bersama dalam senyum dan tawa, untuk akhirnya berpisah di waktu yang istimewa,
di hari yang istimewa. Alhamdulillah…
Selalu ada hikmah yang sangat
indah dalam setiap episode kehidupan bila kita menelaahnya. Hal yang
menyebalkan yang kualami tetaplah sangatlah menyebalkan tapi bila saja waktu
bisa diulang, maka aku tetap memilih untuk mengalaminya. Karena dengan hal
menyebalkan itu, kusadari keindahan kehidupan.
Kecemasan yang dulu itu menjadi
kenangan yang indah, karena dengannya aku belajar berprasangka baik di saat
paling genting sekalipun. Dan aku tak mengingatnya untuk menyesali lalu
menangis tersedu-sedu meratapi, melainkan mengenang Beliau dalam kenangan indah
untuk belajar ketegaran hidup dan untuk lebih banyak berbuat kebaikan atas nama
Beliau. Menurutku, itulah kecintaan dan kerinduan yang benar. Insya Allah…
Kutatap keluar jendela… telah
gelap…
Hujan pergi bersembunyi,
barangkali karena banyaknya doa dari Lantai 4 gedung yang mengganggunya. Atau
terlalu kasihan dengan doa Lantai 4 rumah sakit yang sangat diharapkan
pengabulannya.
Sepenggal episode lagi terlewati
dan alhamdulillah, ada dua Lantai 4 yang penuh makna.
Terima kasih Ya Allah atas hari ini
….
….