HR. Al-Tirmidzy

"Barangsiapa yang obsesinya adalah akhirat, Allah akan mengaruniakan kekayaan dalam hatinya dan akan mengumpulkan untuknya kekuatannya dan dunia akan datang kepadanya dengan penuh ketundukan. Dan barangsiapa yang obsesinya adalah dunia. Allah akan meletakkan kefakiran di depan matanya, memecah keutuhannya, sementara dunia hanya akan datang padanya sesuai yang ditakdirkan untuknya" (HR. Al-Tirmidzy)

ahlan wa sahlan

15 Mei 2009

langit itu



Apabila langit terbelah,
dan apabila bintang-bintang berserakan,
dan apabila lautan dijadikan meluap,
dan apabila kuburan-kuburan di bongkar,
maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan dilalaikannya.
*Al Infithaar (terbelah) 1-5 *
………..
Tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?
Sekali lagi tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?
Yaitu hari ketika seseorang tak berdaya sedikitpun untuk menolong orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.
*Al Infithaar (terbelah) 17-19*

sebuah mimpi lagi....

Aku duduk di samping kanan mamaku di sofa ruang tamu kami. Bercengkrama bersama kakak dan adikku. Bincang-bincang ringan di siang itu. Kakakku sibuk memasang kancing baju. Adikku duduk tenang tak jauh.
Kumenoleh ke mamaku,
“Ma, mauki naik haji?” aku bertanya padanya spontan. Dengan nada ringan tapi serius.
Entah apa yang ada di hati mamaku, tapi matanya berkaca-kaca.
Dia menjawab mau..
“minta’ka pae uangta’ lima ribu?” ujarku, sementara kakak dan adeku tertawa mendengarnya. Mungkin pikir mereka aku merayu mamaku untuk sekedar minta uang.
“lima ribu akan jadi lima puluh ribu, setelah itu lima ratus ribu, lima juta kemudian jadi lima puluh juta. Kalo lima puluh jutami, naik haji meki’. Kalo bukan tahun depan,ya tahun depannya lagi”lanjutku.
Entah apa yang ada di hati mamaku, tapi matanya meneteskan air mata.

Pembicaraan berlanjut tentang sanak keluarga kami yang baru saja pulang dari tanah suci. Obrolanpun semakin panjang.
“empat tahunki orang mengantri untuk naik haji” itu fakta yang dilontarkan mamaku.
“jangan meki’ khawatir, kalo kita’mi yang mau naik haji, nda pake lamaji. Asal yakinki’. Ada Allah kok” semangatku padanya.

Dalam dhuhaku setelah itu, aku mengiba padaNya. Sepenuhnya berharap padaNya. Mengemis. Memohon-mohon sambil menangis.
Ya Allah, Kau Maha Mendengar. Engkau telah mendengar janjiku pada mamaku. Aku ingin memberangkatkan mamaku naik haji.
Ya Allah… janjiMu adalah benar, maka kumohon jadikanlah janjiku juga benar.
Ya Allah.. Engkau Maha Mengabulkan doa, maka kabulkanlah doaku.
Ya Allah…. Ya Allah… Ya Allah…
Doa yang panjang…

Aku pamit pada mamaku. Dia sedang membersihkan kompor minyak saat kuminta tangannya. Setelah dilap di dasternya, kucium tangan mamaku dan akupun keluar rumah.
Di depan sebuah mesjid aku berhenti. Mesjid itu sedang direnovasi.
Kukeluarkan lima ribu rupiah pemberian mamaku.
Bismillahirrahmanirrahim..
Ya Rabb.. ini lima ribu pertama dana awal mamaku untuk naik haji. Ini ikhtiar pertamaku. Jadikanlah lima puluh juta ya Rabb..
Sungguhpun aku percaya bahwa kuasaMu meliputi segala sesuatu.
Sungguhpun aku yakin pada janjiMu.
Sungguhpun aku yakin padaMu, Ya Rabbku..
Kumasukkan lima ribu itu ke dalam celengan masjid.
Aku tersenyum membayangkan mamaku yang kurus berada di mekkah. Memakai pakaian ihram. Dan membaca allahumma lakbaik…
Tak terasa airmataku meleleh lagi…
Ya Allah… terima kasih sebelumnya..
Alhamdulillah….

10 Mei 2009

betapa hebatnya Allah..

Hidupku adalah sesuatu yang hebat.
betapa hebatnya Allah yang mengatur skenario hidupku

dulu aku miskin
hidup bergantung pada orang lain.
meminta, mengiba. dikasihani oleh sekitarku. bahkan aku menangisi diriku.
lihatlah aku sekarang
tercukupi semua kebutuhanku.
handphone, motor, laptop, semua milikku. kubeli dengan uangku sendiri.
aku telah kaya. Alhamdulillah...

dulu aku berada dalam kekufuran yang panjang
hidup dengan kesenangan anak remaja
kenakalan anak es em a.
mall adalah kiblat, cowok adalah bahan diskusi harian
shalat terlupa, Quran tak ingat
lihatlah aku sekarang
mungkin belum sempurna aku sebagai hamba-Nya
tapi aku sedang proses ke sana.
Dia menyelamatkanku dari keterpurukan yang lebih dalam.
Disaat teman2ku dulu menenggak minuman keras dan merasa keren karenanya
Disaat temanku yg dulu terjerumus zina, tertahan dan tak bisa lepas
Disaat teman2ku yang dulu masih meneruskan memaki, mengumpat dan bergunjing.
aku ada disini... diselamatkan oleh-Nya
bukan bagian dari mereka
aku ada disini. menangis sedih atas dosa-dosa itu
berharap... berdoa... semoga nikmat iman ini selamanya dihati. aminnn...

dulu aku diberi kesempatan 4 tahun bekerja di rumah bersalin
melihat kelahiran terus menerus
memikirkan. mengagumi kehebatan-Nya. ke-Maha Besaran-Nya
tersenyum indah disetiap kelahiran..
lihatlah aku sekarang
berada di tempat berbeda
diperlihatkan terus menerus kematian.
memikirkan. ketakutan melihat betapa Kuasa-Nya meliputi segala sesuatu
kekhawatiran akan sedikitnya bekal.
menangis karena kematian itu pasti akan datang menghampiri

Betapa hebatnya Allahmenciptakan hidupku.

sakitku membuatku mengerti lebih banyak
jatuhku membuatku mendekat pada-Nya
direndahkan oleh seorang manusia tapi ditinggikan oleh manusia yang lainnya.
subhanallah...

kuingat sahabatku ina pernah berkata:
" bersyukurlah ulfa, karena kau berada di tempat yang buruk tapi Allah menjagamu..."

alhamdulillah....
alhamdulillah....
alhamdulillah....