HR. Al-Tirmidzy

"Barangsiapa yang obsesinya adalah akhirat, Allah akan mengaruniakan kekayaan dalam hatinya dan akan mengumpulkan untuknya kekuatannya dan dunia akan datang kepadanya dengan penuh ketundukan. Dan barangsiapa yang obsesinya adalah dunia. Allah akan meletakkan kefakiran di depan matanya, memecah keutuhannya, sementara dunia hanya akan datang padanya sesuai yang ditakdirkan untuknya" (HR. Al-Tirmidzy)

ahlan wa sahlan

28 Januari 2011

Mau Tidur

Ingin menulis sedikit... menumpahkan sedikit agar tak jadi penyakit

tak ada komentar dariku
karena pertempuran ini melelahkanku
sementara musuh terus membisikiku dalam dimensi yg aku tak tahu
apakah yg benar itu dia? aku? atau kau?

bukan lagi tentang bunga dan kupu kupu
bukan melodi dalam mimpi
karena semua telah luruh dalam kubangan debu
sedang mimpi hanyalah ilusi

tentang apa ini?

tentang kebodohan mungkin?
atau kelengahan dalam kelalaian
atau terjatuh dalam permainan penipuan

Ya Rabbi...
sampai kapan kelalaian ini??


Seseorang bertanya : "apakah syaitan itu pernah tertidur??"
Sang syaikh mjawab : "seandainya syaitan itu pernah tertidur tentu kita dpt beristirahat sejenak, tapi tidak. Syaitan itu tidak pernah tidur!!!"

"dia" tidak pernah tidur, tp selalu menyuruhku "tidur"
uuuugggghhh....

a'udzubillahiminassyaitonirrojiim......

07 Desember 2010

koper dan ransel

Makassar dalam untaian oktober

Bismillah…

Biarkan aku menulis ini. Karena barangkali ini menjadi tulisanku yang terakhir sebelum akhirnya aku pergi dengan penerbangan pertama di hari pertama.
Bagaimana kan kulewati masa ini?
Disaat kecemasan datang silih tak berhenti.
Kecemasan dunia dan kecemasan akhirat.
Aku sungguh tercekat…
Dimanakah orang-orang mati itu?
Mereka sekalipun tak menjawab saat aku sibuk memanggil-manggil

Esok aku pergi…
Apa yang kubawa?
Aku membawa terlalu banyak hal
Sangat banyak.
Amat sangat banyak.
Sehingga beban di punggungku semakin terasa berat dan nyeri pinggangku mulai kembali menggeliat.
Koperku penuh dengan baju dan perlengkapan
Ransel pun kupenuhi buku dan segala peralatan
Tapi andai yang penuh hanya itu maka mungkin tak seberapa penatnya

Aku membawa banyak uang dan beban. Dan keduanya sangat menyebalkan. Aku yang tahu mengapa
Hatiku dipenuhi dosa dan kebaikan. Dan keduanya merisaukanku. Aku juga yang tahu apa sebab
Sedang kepalaku dipenuhi pikiran dan kecemasan.
Bukan sekedar tentang disana tapi juga tentang kelak yang disana.
Dengan semua beban itu, bagaimana aku melangkah?

Kuhela nafasku…
Kupandangi diriku yang bernafas satu-satu
Sedikit lagi yang tersisa tentang waktu
Untuk itu bantu aku..
Kumohon… berdoalah untukku…


Makassar dalam melodi November

Bismillah…

Disini aku kembali berdiri. Di kotaku ini
Dalam senyuman yang tak mau berhenti
Perjalanan jauhku kemarin berakhir dengan kisah-kisah yang kusyukuri
Saat aku menahan nafas diatas awan, dan langit mempersembahkan keindahannya.
Saat mataku basah karena pepohonan tinggi di sekelilingku
Saat sejuk hijau daun teh memenuhi mataku
Saat air yang mengalir jernih di sungai kecil ternyata terus mengalir ke dalam jiwa dan menyentuh sudut yang selalu kotor.
Disitulah dia… mengalir dan menjadi titik haru dimataku.

Subhanallah… Maha Suci Rabb-ku atas alam yang mempesona
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan?
Dan tangispun semakin menjadi di mesjid puncak gunung itu.
Subhanallah…

Kini disini..
Bebanku masih begitu.
Sesak dijiwaku masih menyempitkan jalan nafasku.
Tapi sang perjalanan memberiku senyum yang tak mau berhenti
Memberiku pelajaran hakikat dari sebuah arti
Maka meski waktu pulang dengan penerbangan terakhir.
Cuaca buruk merisaukan seolah aku akan jatuh lalu mati.
Disini aku kembali
Dan aku takkan berhenti berlari
Karena aku semakin yakin.. dengan apa yang kuyakini..

Alhamdulillah…

(Ya Robb.. jadikan aku semakin mencintai-Mu.. semakin dan semakin)

09 Januari 2010

cinta hmm...

Bismillahirrahmanirrahim…

Teman, jangan memintaku membicarakan cinta denganmu
Karena cinta yang kutahu dan kumahu hanyalah cinta-Nya
Dan dari yang mencintai-Nya lebih dari dia mencintaiku

Sedikit bila bisa disebut syair…

Dia berlari beterbangan bersama kupu-kupu dan bunga-bunga
Sesekali tersenyum menoleh kosong pada sekitar
Angin melembuti sementara awan beriring iring di belakangnya
Cinta dia sebut kebebasan atau kebebasan yang dia sebut cinta

Dalam ladang dia menemukan layang-layang
Terpesona, jatuh dalam warna warni layang-layang yang menari
Benang tajam mengirisnya, terluka tapi semakin kuat genggamannya
Darah mengalir bersama air mata, tapi takut membuatnya bertahan
Cinta dia sebut takdir atau takdir dia sebut cinta

Ditengah ilalang dia masih bermain layangan
Benangnya terputus layangnya terbang menjauh
Darah berhenti mengalir, luka menutup, dia tersenyum lega
Langit yang kosong membuatnya terbelalak
Dia tersadar, awan putih dan langit biru slama ini tak terlihat karena layangan itu
Dia terpingkal meratapi kebodohan, tertawa karena tertipu sang raja kebohongan
Cinta dia sebut emosi nafsu atau emosi nafsu dia sebut cinta

Dalam hutan…
Dia tak berlari, hanya berjalan
Di malam yang ada bintang dan di siang yang terang benderang
Berpikir tentang mentari dan merenung bersama bulan
Melihat yang mati dan tempat dia akan pulang
Langit… bagaimana dia ditinggikan
Alam… bagaimana dia dihamparkan
Tidaklah diciptakan itu semua kecuali untuk orang-orang yang mau berpikir
Lalu,
Apabila langit terbelah, bintang-bintang jatuh berserakan, laut dijadikan meluap dan kuburan-kuburan dibongkar…
Maka setiap jiwa akan tahu apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya.
Diapun diam…
Diapun terdiam..
Diapun terpekur dalam diam…
Cinta dia sebut SATU atau SATU dia sebut cinta

Teman… jangan bicara cinta denganku, takut syaithan ikut mendengar.
Takutku, karena pertahananku tak sekuat dirimu
Takutku, karena bodohku melebihi ilmuku
Takutku, karena tanpa ilmu dan iman, cinta hanyalah seonggok nafsu.

“mereka merasa seakan-akan sebentar saja tinggal di dunia pada waktu sore atau pagi hari…”

18 Mei 2009

m a la s s s ! ! !

Aku bingung… aku bingung…
Aku pusing… aku pusing…

Pakaian kotorku bertumpuk
Kubilang nanti-nantilah aku mencucinya

BCP untuk kenaikan pangkat harus segera diselesaikan
Tapi aku pusing menghitungnya, jadi tak kulanjutkan menulis

Buku-buku bermanfaat menunggu tuk dibaca
Ah… mata ini berat

Ya Rabb… malas benar hamba-Mu ini
Dimana semangat iman dan takwa kemarin??
Koar-koar dia kemarin!
Ah!! Gayanaji ternyata!!

Bisikan halus merayu-rayu:
Laptop memanggil-manggil untuk online pagi ini, sangat seksi dan menggoda.
Kasur dan bantal memastikan bahwa kantuk ini harus diatasi dengan tidur pagi.
Ikan yang sudah kugoreng tadi, membujuk terus untuk dimakan, padahal jelas perut tak minta makan

Hmmm… Alhamdulillah masih ada sisa iman.

Tahulah aku…
Laptop akan membuatku online sejam, dua jam atau lebih lama lagi, maka tak ada pekerjaan yang akan terselesaikan.
Tidur memang cocok untuk aku yang sedang mengantuk, tapi pasti akan lebih malas lagi setelah itu.
Makan memang enak, tapi bila berlebihan dan perut terlalu penuh maka kemalasan akan menjadi-jadi

Ya! Kuputuskan menulis dulu! Sekaligus menegur diri!
Ya! Kuputuskan mandi dulu! Sekaligus menyegarkan diri!
Ya! Kuputuskan akan dhuha dulu! Sekaligus memberi semangat pada jiwa dalam diri!

Rabb.. Ampuni aku. Bantu aku. Tolong aku. Selamatkanlah aku dari sikap lalai dan kesia-siaan yang terus kulakukan.

“Dan Dia mendapatimu sebagai orang yang bingung, lalu Dia memberikanmu petunjuk.” (Adh-Dhuha,7)

17 Mei 2009

Jatuh Cinta Berjuta Rasanya

Salah mungkin awal kisah ini…
Bertahun-tahun lamanya tak paham dengan apa itu jatuh cinta. Hanya suka, sekedar simpati ataupun naksir.
Sampai akhirnya diberi pelajaran tentang cinta.
Bagaimana indahnya..
Bagaimana gilanya..
Bagaimana ketakutan-ketakutannya..
Cinta yang membuat tersenyum saat mengingat kebaikan dan kelucuan orang yang dicintai
Cinta yang membuat selalu ingat dan berpikir tentang si dia,, merindukan dan mengkhayalkan setiap hari
Cinta yang membuat takut kalau seandainya dia tak membalas cinta ini.
Membuat takut kalau seandainya cinta ini hilang dan hati akan mati
Cinta yang membuat sedih dan sakit…
Itulah cinta manusia..

Allah mengajarkanku tentang apa itu cinta. Setelah kualami dan kupahami. Akhirnya akupun menemukan cinta sejatiku.

Aku jatuh cinta pada Rabb-ku
Subhanallah…
Betapa hebatnya hal ini..
Aku tersenyum mengingat-Nya, betapa rahmat dan karunia-Nya padaku sangat banyak
Merindukan-Nya selalu
Memikirkan-Nya tiap saat
Lalu…
Aku menangis..
Takut bila Dia tidak mencintaiku.
Takut kehilangan cinta-Nya
Takut kehilangan perhatian-Nya
Sedang benar-benar aku tak tahu harus bagaimana tanpa-Nya.
Terlalu takut bila Dia mencabut rahmat-Nya dan aku kembali seperti dulu. Hilang arah dan mencari-cari dalam kegelapan.
Ah… indahnya cinta ini.
Cinta ini membuatku sehat dan bahagia.
Aku ingat sabda Rasulullah: “mengingat manusia adalah penyakit sedang mengingat Allah adalah obat”
Cinta indah ini.. semoga selamanya.. aminn..


(semoga dengan tulisan ini, aku yang di masa depan semakin menunjukkan cintaku pada-Nya, melalui sikap, pikiran dan perasaan.. amin)