Bismillahirrahmanirrahim…
Teman, jangan memintaku membicarakan cinta denganmu
Karena cinta yang kutahu dan kumahu hanyalah cinta-Nya
Dan dari yang mencintai-Nya lebih dari dia mencintaiku
Sedikit bila bisa disebut syair…
Dia berlari beterbangan bersama kupu-kupu dan bunga-bunga
Sesekali tersenyum menoleh kosong pada sekitar
Angin melembuti sementara awan beriring iring di belakangnya
Cinta dia sebut kebebasan atau kebebasan yang dia sebut cinta
Dalam ladang dia menemukan layang-layang
Terpesona, jatuh dalam warna warni layang-layang yang menari
Benang tajam mengirisnya, terluka tapi semakin kuat genggamannya
Darah mengalir bersama air mata, tapi takut membuatnya bertahan
Cinta dia sebut takdir atau takdir dia sebut cinta
Ditengah ilalang dia masih bermain layangan
Benangnya terputus layangnya terbang menjauh
Darah berhenti mengalir, luka menutup, dia tersenyum lega
Langit yang kosong membuatnya terbelalak
Dia tersadar, awan putih dan langit biru slama ini tak terlihat karena layangan itu
Dia terpingkal meratapi kebodohan, tertawa karena tertipu sang raja kebohongan
Cinta dia sebut emosi nafsu atau emosi nafsu dia sebut cinta
Dalam hutan…
Dia tak berlari, hanya berjalan
Di malam yang ada bintang dan di siang yang terang benderang
Berpikir tentang mentari dan merenung bersama bulan
Melihat yang mati dan tempat dia akan pulang
Langit… bagaimana dia ditinggikan
Alam… bagaimana dia dihamparkan
Tidaklah diciptakan itu semua kecuali untuk orang-orang yang mau berpikir
Lalu,
Apabila langit terbelah, bintang-bintang jatuh berserakan, laut dijadikan meluap dan kuburan-kuburan dibongkar…
Maka setiap jiwa akan tahu apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya.
Diapun diam…
Diapun terdiam..
Diapun terpekur dalam diam…
Cinta dia sebut SATU atau SATU dia sebut cinta
Teman… jangan bicara cinta denganku, takut syaithan ikut mendengar.
Takutku, karena pertahananku tak sekuat dirimu
Takutku, karena bodohku melebihi ilmuku
Takutku, karena tanpa ilmu dan iman, cinta hanyalah seonggok nafsu.
“mereka merasa seakan-akan sebentar saja tinggal di dunia pada waktu sore atau pagi hari…”
Biarkanlah aku berpikir... terus berpikir.... Karena kuharap aku termasuk "orang-orang yang berpikir"....
HR. Al-Tirmidzy
"Barangsiapa yang obsesinya adalah akhirat, Allah akan mengaruniakan kekayaan dalam hatinya dan akan mengumpulkan untuknya kekuatannya dan dunia akan datang kepadanya dengan penuh ketundukan. Dan barangsiapa yang obsesinya adalah dunia. Allah akan meletakkan kefakiran di depan matanya, memecah keutuhannya, sementara dunia hanya akan datang padanya sesuai yang ditakdirkan untuknya" (HR. Al-Tirmidzy)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar