HR. Al-Tirmidzy

"Barangsiapa yang obsesinya adalah akhirat, Allah akan mengaruniakan kekayaan dalam hatinya dan akan mengumpulkan untuknya kekuatannya dan dunia akan datang kepadanya dengan penuh ketundukan. Dan barangsiapa yang obsesinya adalah dunia. Allah akan meletakkan kefakiran di depan matanya, memecah keutuhannya, sementara dunia hanya akan datang padanya sesuai yang ditakdirkan untuknya" (HR. Al-Tirmidzy)

ahlan wa sahlan

01 Oktober 2012

Hujan Yang Kurindu




Bismillah…

Makassar, ahad 27 mei 2012

Dalam rinai hujan yang telah mulai berhenti…
Ingin kusampaikan tentang mimpi yang terlalu jauh melangkah
Melewati batas dalam keinginan yang sesungguhnya dan aku tahu.

Aku sangat tahu akan dosa itu seberapa besarnya
Tapi sang kecil mengecilkannya seolah hanya kerikil kecil yang bukan apa-apa
Lalu mengatakan padaku bahwa yang salah adalah bukan aku melainkan semua yang ada diluar sana.
Mengatakan aku tidak bersalah kecuali sedikit dan aku hanyalah korban saja.
Padahal aku tahu

Aku sangat tahu bahwa yang terjatuh dalam dosa adalah diriku
Sangat tahu bahwa yang memutuskan melakukannya atau tidak melakukannya adalah aku
Hingga yang menjadi pelaku utama adalah aku
Maka celakalah aku

“Allahumma anta Robbi laa ilaha illa anta. Khalaqtani wa ana abduka. Wa ana ala ahdika wa wa’dika mastato’tu.. Audzubika min syarrima shona’t. abu’u laka bi ni’matika alayya wa abu’u bizanbinfaghfirli. Fainnahu la yaghfiru dzunuba illa anta…..”

Disana… kulihat diriku
Sang ilmu menasehatiku dan melarangku
Tapi keinginanku beralasan terlalu banyak hingga akhirnya aku melaju
Terus melaju…
Hingga tak sampainya aku pada tujuan itu, akupun pura-pura sadar
Pura-puraku bertobat padahal hanya karena aku tak sampai
Kusesali… tapi itu karena aku tak sampai
Maha Suci Allah yang membuatku tak sampai
Andai aku sampai, mungkin aku akan menjadi tak tersadarkan

jangan berbohong begitu padaku..
jangan menipuku dengan terlalu seperti itu
jangan mereka-reka rencana busuk bersamaku…

Aku berlindung kepadaMu Ya Rabb…
Aku berlindung kepadaMu Ya Rabb…
Aku berlindung kepadaMu Ya Rabb…

17 April 2012

DOA SEMINAR

Bismillah...

Kemarin seorang anak temanku meminta dibuatkan doa untuk kegiatan seminar di kampusnya.  Walau dengan bekal seadanya. Mengedit dan menambah sedikit dari doa malam ramah tamah perpisahan kampus yang kubuat tahun lalu.Alhamdulillah jadi lah juga dengan sederhana dan ringkas. (Doa jangan panjang-panjang karena nanti para pendengar bosan dan malah berdoa lain, berdoa supaya doanya cepat selesai. ^^).
Sebelumnya coba browsing cari yang bisa di pake tapi ternyata gak dapat yang bagus, makanya pengen berbagi.
Alhamdulillah, mahasiswi yang kubuatkan doa ini menyukai doanya, katanya bagus dan Alhamdulillahnya lagi teman-temannya yang mendengarnya mengatakan bagus, bahkan ada yang sampai menangis terharu... (hehe lebay kayaknya...) tapi teks sebagus apapun, bila yang baca kumur-kumur, so pasti nol juga jadinya. Gadis itu bacanya pasti bagus, sepertinya begitu.... 

Bismillahirrahmanirrahim…
Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Alhamdulillahirabbil alamin… segala puji hanya milik Allah Subhanahu Wata’ala.
Kepada-Nya kita memuji, meminta pertolongan dan memohon pengampunan,
Dan kepada-Nyalah kita berlindung dari keburukan diri dan kejahatan amal perbuatan kita.

Ya Allah, Ya Tuhan kami…
Kami bersyukur atas segala nikmat yang Engkau berikan kepada kami. Nikmat iman, nikmat kesehatan serta nikmat waktu sehingga kami masih memiliki kesempatan untuk terus menuntut ilmu di usia yang Engkau tetapkan untuk kami.
Segala puji bagiMu ya Robb.. yang menjadikan kami memiliki kesempatan untuk terus belajar, hingga akhirnya kami berada disini, hari ini.

Allahumma sholli ala muhammad wa ala ali muhammad. Salam dan shalawat kepada Rosulullah Shallallahu alaihi Wassallam. Atas ilmu dan teladan yang luar biasa dalam kehidupan ini.

Ya Allah…       berilah kami kekayaan ilmu pengetahuan, hiasilah kami dengan kelapangan hati, muliakanlah kami dengan takwa, dan berilah kami kecantikan dengan kesehatan.

Kami memohon pada-Mu ya Robb..
Jadikanlah kasih sayang-Mu senantiasa ada pada diri kami,
Jadikanlah ilmu yang kami terima, bermanfaat bagi kami, untuk dunia dan akhirat kami.

Ya Allah…
Tambahkanlah ilmu kepada kami. Jadikanlah kegiatan kami ini menjadi sesuatu yang bernilai di sisi-Mu.
Sesuatu yang Engkau ridhoi dalam kehidupan kami.
Dan  jadikanlah benar-benar kegiatan ini menjadi sesuatu yang bermanfaat sebanyak-banyaknya bagi masyarakat, lingkungan dan utamanya bagi diri-diri kami.

Ya Ar Rahman.. ya Ar Rahiim..
Engkaulah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Ya Allah… sayangilah kami.
Sayangilah sahabat-sahabat yang telah menemani kami dalam suka dan duka selama ini.
Sayangilah guru-guru dan pembimbing kami, yang telah begitu banyak berperan dalam membentuk kami untuk menjadi pribadi-pribadi yang lebih baik. Berilah mereka balasan dengan balasan yang sebaik-baiknya untuk dunia dan akhirat mereka.
Sayangilah orangtua kami, yang doanya tiada henti untuk kami. Dan sayangi pula semua orang yang telah banyak membantu kami dalam terlaksananya kegiatan ini tanpa terkecuali.
Berilah mereka balasan kebaikan Ya Allah…. Seperti Engkau memberi kebaikan pada kami hari ini.

Ya Allah..
Di akhir doa ini kami kembali memuji-Mu. Alhamdulillahirrabbil alamin…
Jadikanlah kami dengan kegiatan ini, bertambah ilmu kami serta bertambah wawasan dan kemampuan kami. Hingga kelak menjadikan kami sosok-sosok yang profesional dalam pekerjaan dan senantiasa menjaga keikhlasan dalam seluruh bagian kehidupan ini.
Ya Allah.. Sungguh kami memohon,
Jadikanlah kami,,,,,, orang yang sebanyak-banyaknya memberi manfaat bagi orang lain. Sehingga di akhir hidup kami, kami mampu menghadap-Mu dengan senyuman kebahagiaan.

Robbana atina fiddun-ya hasanah wa fil akhirati hasanah waqina adzabannaar..
Subhana rabbika rabbil ‘izzati ‘amma yasifun. wasalamun alal mursalina walhamdulillahi rabbil ‘alamin.
Aamiin. Ya Robbal alamin…

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

02 April 2012

Awan yang abu abu

Bismillahirrahmanirrahim…

Awan yang terlihat berwarna sangat indah
Biru, putih dan abu-abu
Meski warna yang berbeda tapi antaranya begitu menyatu
Hingga kita tak merasa bahwa ada garis yang nyata di sana.
Subhanallah… Maha Suci Engkau Ya Rabb atas segala yang Kau ciptakan.
Kusampaikan pada hujan tentang keinginanku melihat pelangi di esok hari dan mentari di keesokannya lagi.
Maha Suci Allah yang menjadikanku melihat pelangi di sore ini sehingga aku optimis esok aku akan bisa melihat mentari. Insya Allah…

Doa-doaku adalah impian dan obsesiku dalam hidup dan untuk akhiratku.
Kutahu untuk meraihnya aku haruslah berusaha dan tidak hanya berdoa lalu diam menanti mimpi itu datang menghampiri.
Maka akan kuusahakan…
Meski dengan tertatih-tatih.
Meski barangkali hasil yang terlihat tak sesuai gambar indah di kepalaku
Meski mungkin jatuh bangun harus di alami berkali-kali.
Akan tetap berusaha.
Terus berusaha…
Demi cita-cita tertinggiku…
Bertemu Allah di surga-Nya.
Amiin.. allahumma amiin….

28 Maret 2012

Entahlah


Bismillahirrahmanirrahim….

Dia menyapa hati dalam kebekuan
Membuka mata dan sedikit mencoba menggembirakan hati
Tertunduk bisu
Sebelum akhirnya semua merapuh dan patah dalam gelimangan salah

Menangis terisak isak
Sendiri….
Mengapa tak ada yang lain disini?
Mengapa hanya semut yang sepertinya bergidik menahan jijik

Mati…
Sang musuh mengajak berandai-andai
“andai mati, maka habis perkara”
“andai semua bisa diulang”
“andai aku bukanlah aku”
YAAA!!! Teriakku mengiyakan!
Menampiknya meski aku sepertinya sesosok teman
“andai tak ada hisab maka mati saja”
“andai tak usahlah ada hari perhitungan”
“andai ku tak tahu sumpahmu, kan kupercaya kau”
Bodoh pikirku…
Tenggelam dalam kebodohan lalu sang teman kelak mudahnya berkata,
“aku berlepas diri dari segala yang kau lakukan…”

27 Maret 2012

Hentikan kelalaian ini!

Bismillah….

Dimana menginjakkan kaki?
Bahkan dia tak tahu lagi dimana kini sang kaki berada.
Seperti sebuah kisah yang sangat menyedihkan menimpa padanya.
Dia tertunduk pilu dalam belaian sang angin.

Demi Dia yang jiwaku berada dalam genggamanNya,
aku benar-benar menyesali diriku sendiri,
saat waktu bergerak membunuhku tapi aku malah tertawa cekikikan bermain pasir di pinggir sungai.
Sungguh… andai diriku benar benar diriku.
Bahkan aku tak tahu siapa yang memberi tahuku jalan menuju sungai hingga aku berada disana.
Duhai… jiwaku benar-benar bermain sendiri.
Tak tahu aku.

Maka.. kemana aku akan berlari?
Saat bertaut betis kanan dan betis kiri?

Duhai sang engkau..
Sampai kapan engkau kan mengejarku? Menyebabkan keletihan di hati dan jiwaku?

Duhai…
Janganlah begitu padaku..
bahkan saat aku telah berusaha mendaki, bisikan menggangguku hingga aku terpeleset dan terjatuh lagi.

Janganlah menipuku dengan seperti ini.
Karena jiwaku selalu ingin bermain ayunan, bergerak kesana kemari bersama angin. Sedang sang waktu mengawasi dengan tiada henti.

Bila telah habis waktuku….
Maka sang sungai hanya akan menangisiku
Dan sang pasir tak mampu berbuat apapun
Maka siapa yang akan menolongku?

Setiap kematian itu memiliki sekarat
Sakitnya seperti gunung yang dihimpitkan ke dada
Seperti ratusan pisau yang dihujamkan ke tubuh
Sedang diri hanya mampu menatap tanpa kata
Maka siapa yang akan menolongku?

Disini aku terhenti..
Sendiri..
Berpikir..
Siapa yang akan menolongku nanti?