Bismillah…
Makassar, ahad 27 mei 2012
Dalam rinai hujan yang telah
mulai berhenti…
Ingin kusampaikan tentang
mimpi yang terlalu jauh melangkah
Melewati batas dalam keinginan
yang sesungguhnya dan aku tahu.
Aku sangat tahu akan dosa itu
seberapa besarnya
Tapi sang kecil mengecilkannya
seolah hanya kerikil kecil yang bukan apa-apa
Lalu mengatakan padaku bahwa
yang salah adalah bukan aku melainkan semua yang ada diluar sana.
Mengatakan aku tidak bersalah
kecuali sedikit dan aku hanyalah korban saja.
Padahal aku tahu
Aku sangat tahu bahwa yang
terjatuh dalam dosa adalah diriku
Sangat tahu bahwa yang
memutuskan melakukannya atau tidak melakukannya adalah aku
Hingga yang menjadi pelaku
utama adalah aku
Maka celakalah aku
“Allahumma anta Robbi laa ilaha illa anta. Khalaqtani wa ana abduka. Wa
ana ala ahdika wa wa’dika mastato’tu.. Audzubika min syarrima shona’t. abu’u
laka bi ni’matika alayya wa abu’u bizanbinfaghfirli. Fainnahu la yaghfiru
dzunuba illa anta…..”
Disana… kulihat diriku
Sang ilmu menasehatiku dan
melarangku
Tapi keinginanku beralasan
terlalu banyak hingga akhirnya aku melaju
Terus melaju…
Hingga tak sampainya aku pada
tujuan itu, akupun pura-pura sadar
Pura-puraku bertobat padahal
hanya karena aku tak sampai
Kusesali… tapi itu karena aku
tak sampai
Maha Suci Allah yang membuatku
tak sampai
Andai aku sampai, mungkin aku
akan menjadi tak tersadarkan
jangan berbohong begitu
padaku..
jangan menipuku dengan terlalu
seperti itu
jangan mereka-reka rencana
busuk bersamaku…
Aku berlindung kepadaMu Ya
Rabb…
Aku berlindung kepadaMu Ya
Rabb…
Aku berlindung kepadaMu Ya
Rabb…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar