Aku bingung… aku bingung…
Aku pusing… aku pusing…
Pakaian kotorku bertumpuk
Kubilang nanti-nantilah aku mencucinya
BCP untuk kenaikan pangkat harus segera diselesaikan
Tapi aku pusing menghitungnya, jadi tak kulanjutkan menulis
Buku-buku bermanfaat menunggu tuk dibaca
Ah… mata ini berat
Ya Rabb… malas benar hamba-Mu ini
Dimana semangat iman dan takwa kemarin??
Koar-koar dia kemarin!
Ah!! Gayanaji ternyata!!
Bisikan halus merayu-rayu:
Laptop memanggil-manggil untuk online pagi ini, sangat seksi dan menggoda.
Kasur dan bantal memastikan bahwa kantuk ini harus diatasi dengan tidur pagi.
Ikan yang sudah kugoreng tadi, membujuk terus untuk dimakan, padahal jelas perut tak minta makan
Hmmm… Alhamdulillah masih ada sisa iman.
Tahulah aku…
Laptop akan membuatku online sejam, dua jam atau lebih lama lagi, maka tak ada pekerjaan yang akan terselesaikan.
Tidur memang cocok untuk aku yang sedang mengantuk, tapi pasti akan lebih malas lagi setelah itu.
Makan memang enak, tapi bila berlebihan dan perut terlalu penuh maka kemalasan akan menjadi-jadi
Ya! Kuputuskan menulis dulu! Sekaligus menegur diri!
Ya! Kuputuskan mandi dulu! Sekaligus menyegarkan diri!
Ya! Kuputuskan akan dhuha dulu! Sekaligus memberi semangat pada jiwa dalam diri!
Rabb.. Ampuni aku. Bantu aku. Tolong aku. Selamatkanlah aku dari sikap lalai dan kesia-siaan yang terus kulakukan.
“Dan Dia mendapatimu sebagai orang yang bingung, lalu Dia memberikanmu petunjuk.” (Adh-Dhuha,7)
Biarkanlah aku berpikir... terus berpikir.... Karena kuharap aku termasuk "orang-orang yang berpikir"....
HR. Al-Tirmidzy
"Barangsiapa yang obsesinya adalah akhirat, Allah akan mengaruniakan kekayaan dalam hatinya dan akan mengumpulkan untuknya kekuatannya dan dunia akan datang kepadanya dengan penuh ketundukan. Dan barangsiapa yang obsesinya adalah dunia. Allah akan meletakkan kefakiran di depan matanya, memecah keutuhannya, sementara dunia hanya akan datang padanya sesuai yang ditakdirkan untuknya" (HR. Al-Tirmidzy)
ahlan wa sahlan
18 Mei 2009
17 Mei 2009
Jatuh Cinta Berjuta Rasanya
Salah mungkin awal kisah ini…
Bertahun-tahun lamanya tak paham dengan apa itu jatuh cinta. Hanya suka, sekedar simpati ataupun naksir.
Sampai akhirnya diberi pelajaran tentang cinta.
Bagaimana indahnya..
Bagaimana gilanya..
Bagaimana ketakutan-ketakutannya..
Cinta yang membuat tersenyum saat mengingat kebaikan dan kelucuan orang yang dicintai
Cinta yang membuat selalu ingat dan berpikir tentang si dia,, merindukan dan mengkhayalkan setiap hari
Cinta yang membuat takut kalau seandainya dia tak membalas cinta ini.
Membuat takut kalau seandainya cinta ini hilang dan hati akan mati
Cinta yang membuat sedih dan sakit…
Itulah cinta manusia..
Allah mengajarkanku tentang apa itu cinta. Setelah kualami dan kupahami. Akhirnya akupun menemukan cinta sejatiku.
Aku jatuh cinta pada Rabb-ku
Subhanallah…
Betapa hebatnya hal ini..
Aku tersenyum mengingat-Nya, betapa rahmat dan karunia-Nya padaku sangat banyak
Merindukan-Nya selalu
Memikirkan-Nya tiap saat
Lalu…
Aku menangis..
Takut bila Dia tidak mencintaiku.
Takut kehilangan cinta-Nya
Takut kehilangan perhatian-Nya
Sedang benar-benar aku tak tahu harus bagaimana tanpa-Nya.
Terlalu takut bila Dia mencabut rahmat-Nya dan aku kembali seperti dulu. Hilang arah dan mencari-cari dalam kegelapan.
Ah… indahnya cinta ini.
Cinta ini membuatku sehat dan bahagia.
Aku ingat sabda Rasulullah: “mengingat manusia adalah penyakit sedang mengingat Allah adalah obat”
Cinta indah ini.. semoga selamanya.. aminn..
(semoga dengan tulisan ini, aku yang di masa depan semakin menunjukkan cintaku pada-Nya, melalui sikap, pikiran dan perasaan.. amin)
Bertahun-tahun lamanya tak paham dengan apa itu jatuh cinta. Hanya suka, sekedar simpati ataupun naksir.
Sampai akhirnya diberi pelajaran tentang cinta.
Bagaimana indahnya..
Bagaimana gilanya..
Bagaimana ketakutan-ketakutannya..
Cinta yang membuat tersenyum saat mengingat kebaikan dan kelucuan orang yang dicintai
Cinta yang membuat selalu ingat dan berpikir tentang si dia,, merindukan dan mengkhayalkan setiap hari
Cinta yang membuat takut kalau seandainya dia tak membalas cinta ini.
Membuat takut kalau seandainya cinta ini hilang dan hati akan mati
Cinta yang membuat sedih dan sakit…
Itulah cinta manusia..
Allah mengajarkanku tentang apa itu cinta. Setelah kualami dan kupahami. Akhirnya akupun menemukan cinta sejatiku.
Aku jatuh cinta pada Rabb-ku
Subhanallah…
Betapa hebatnya hal ini..
Aku tersenyum mengingat-Nya, betapa rahmat dan karunia-Nya padaku sangat banyak
Merindukan-Nya selalu
Memikirkan-Nya tiap saat
Lalu…
Aku menangis..
Takut bila Dia tidak mencintaiku.
Takut kehilangan cinta-Nya
Takut kehilangan perhatian-Nya
Sedang benar-benar aku tak tahu harus bagaimana tanpa-Nya.
Terlalu takut bila Dia mencabut rahmat-Nya dan aku kembali seperti dulu. Hilang arah dan mencari-cari dalam kegelapan.
Ah… indahnya cinta ini.
Cinta ini membuatku sehat dan bahagia.
Aku ingat sabda Rasulullah: “mengingat manusia adalah penyakit sedang mengingat Allah adalah obat”
Cinta indah ini.. semoga selamanya.. aminn..
(semoga dengan tulisan ini, aku yang di masa depan semakin menunjukkan cintaku pada-Nya, melalui sikap, pikiran dan perasaan.. amin)
15 Mei 2009
langit itu
Apabila langit terbelah,
dan apabila bintang-bintang berserakan,
dan apabila lautan dijadikan meluap,
dan apabila kuburan-kuburan di bongkar,
maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan dilalaikannya.
*Al Infithaar (terbelah) 1-5 *
………..
Tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?
Sekali lagi tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?
Yaitu hari ketika seseorang tak berdaya sedikitpun untuk menolong orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.
*Al Infithaar (terbelah) 17-19*
sebuah mimpi lagi....
Aku duduk di samping kanan mamaku di sofa ruang tamu kami. Bercengkrama bersama kakak dan adikku. Bincang-bincang ringan di siang itu. Kakakku sibuk memasang kancing baju. Adikku duduk tenang tak jauh.
Kumenoleh ke mamaku,
“Ma, mauki naik haji?” aku bertanya padanya spontan. Dengan nada ringan tapi serius.
Entah apa yang ada di hati mamaku, tapi matanya berkaca-kaca.
Dia menjawab mau..
“minta’ka pae uangta’ lima ribu?” ujarku, sementara kakak dan adeku tertawa mendengarnya. Mungkin pikir mereka aku merayu mamaku untuk sekedar minta uang.
“lima ribu akan jadi lima puluh ribu, setelah itu lima ratus ribu, lima juta kemudian jadi lima puluh juta. Kalo lima puluh jutami, naik haji meki’. Kalo bukan tahun depan,ya tahun depannya lagi”lanjutku.
Entah apa yang ada di hati mamaku, tapi matanya meneteskan air mata.
Pembicaraan berlanjut tentang sanak keluarga kami yang baru saja pulang dari tanah suci. Obrolanpun semakin panjang.
“empat tahunki orang mengantri untuk naik haji” itu fakta yang dilontarkan mamaku.
“jangan meki’ khawatir, kalo kita’mi yang mau naik haji, nda pake lamaji. Asal yakinki’. Ada Allah kok” semangatku padanya.
Dalam dhuhaku setelah itu, aku mengiba padaNya. Sepenuhnya berharap padaNya. Mengemis. Memohon-mohon sambil menangis.
Ya Allah, Kau Maha Mendengar. Engkau telah mendengar janjiku pada mamaku. Aku ingin memberangkatkan mamaku naik haji.
Ya Allah… janjiMu adalah benar, maka kumohon jadikanlah janjiku juga benar.
Ya Allah.. Engkau Maha Mengabulkan doa, maka kabulkanlah doaku.
Ya Allah…. Ya Allah… Ya Allah…
Doa yang panjang…
Aku pamit pada mamaku. Dia sedang membersihkan kompor minyak saat kuminta tangannya. Setelah dilap di dasternya, kucium tangan mamaku dan akupun keluar rumah.
Di depan sebuah mesjid aku berhenti. Mesjid itu sedang direnovasi.
Kukeluarkan lima ribu rupiah pemberian mamaku.
Bismillahirrahmanirrahim..
Ya Rabb.. ini lima ribu pertama dana awal mamaku untuk naik haji. Ini ikhtiar pertamaku. Jadikanlah lima puluh juta ya Rabb..
Sungguhpun aku percaya bahwa kuasaMu meliputi segala sesuatu.
Sungguhpun aku yakin pada janjiMu.
Sungguhpun aku yakin padaMu, Ya Rabbku..
Kumasukkan lima ribu itu ke dalam celengan masjid.
Aku tersenyum membayangkan mamaku yang kurus berada di mekkah. Memakai pakaian ihram. Dan membaca allahumma lakbaik…
Tak terasa airmataku meleleh lagi…
Ya Allah… terima kasih sebelumnya..
Alhamdulillah….
Kumenoleh ke mamaku,
“Ma, mauki naik haji?” aku bertanya padanya spontan. Dengan nada ringan tapi serius.
Entah apa yang ada di hati mamaku, tapi matanya berkaca-kaca.
Dia menjawab mau..
“minta’ka pae uangta’ lima ribu?” ujarku, sementara kakak dan adeku tertawa mendengarnya. Mungkin pikir mereka aku merayu mamaku untuk sekedar minta uang.
“lima ribu akan jadi lima puluh ribu, setelah itu lima ratus ribu, lima juta kemudian jadi lima puluh juta. Kalo lima puluh jutami, naik haji meki’. Kalo bukan tahun depan,ya tahun depannya lagi”lanjutku.
Entah apa yang ada di hati mamaku, tapi matanya meneteskan air mata.
Pembicaraan berlanjut tentang sanak keluarga kami yang baru saja pulang dari tanah suci. Obrolanpun semakin panjang.
“empat tahunki orang mengantri untuk naik haji” itu fakta yang dilontarkan mamaku.
“jangan meki’ khawatir, kalo kita’mi yang mau naik haji, nda pake lamaji. Asal yakinki’. Ada Allah kok” semangatku padanya.
Dalam dhuhaku setelah itu, aku mengiba padaNya. Sepenuhnya berharap padaNya. Mengemis. Memohon-mohon sambil menangis.
Ya Allah, Kau Maha Mendengar. Engkau telah mendengar janjiku pada mamaku. Aku ingin memberangkatkan mamaku naik haji.
Ya Allah… janjiMu adalah benar, maka kumohon jadikanlah janjiku juga benar.
Ya Allah.. Engkau Maha Mengabulkan doa, maka kabulkanlah doaku.
Ya Allah…. Ya Allah… Ya Allah…
Doa yang panjang…
Aku pamit pada mamaku. Dia sedang membersihkan kompor minyak saat kuminta tangannya. Setelah dilap di dasternya, kucium tangan mamaku dan akupun keluar rumah.
Di depan sebuah mesjid aku berhenti. Mesjid itu sedang direnovasi.
Kukeluarkan lima ribu rupiah pemberian mamaku.
Bismillahirrahmanirrahim..
Ya Rabb.. ini lima ribu pertama dana awal mamaku untuk naik haji. Ini ikhtiar pertamaku. Jadikanlah lima puluh juta ya Rabb..
Sungguhpun aku percaya bahwa kuasaMu meliputi segala sesuatu.
Sungguhpun aku yakin pada janjiMu.
Sungguhpun aku yakin padaMu, Ya Rabbku..
Kumasukkan lima ribu itu ke dalam celengan masjid.
Aku tersenyum membayangkan mamaku yang kurus berada di mekkah. Memakai pakaian ihram. Dan membaca allahumma lakbaik…
Tak terasa airmataku meleleh lagi…
Ya Allah… terima kasih sebelumnya..
Alhamdulillah….
10 Mei 2009
betapa hebatnya Allah..
Hidupku adalah sesuatu yang hebat.
betapa hebatnya Allah yang mengatur skenario hidupku
dulu aku miskin
hidup bergantung pada orang lain.
meminta, mengiba. dikasihani oleh sekitarku. bahkan aku menangisi diriku.
lihatlah aku sekarang
tercukupi semua kebutuhanku.
handphone, motor, laptop, semua milikku. kubeli dengan uangku sendiri.
aku telah kaya. Alhamdulillah...
dulu aku berada dalam kekufuran yang panjang
hidup dengan kesenangan anak remaja
kenakalan anak es em a.
mall adalah kiblat, cowok adalah bahan diskusi harian
shalat terlupa, Quran tak ingat
lihatlah aku sekarang
mungkin belum sempurna aku sebagai hamba-Nya
tapi aku sedang proses ke sana.
Dia menyelamatkanku dari keterpurukan yang lebih dalam.
Disaat teman2ku dulu menenggak minuman keras dan merasa keren karenanya
Disaat temanku yg dulu terjerumus zina, tertahan dan tak bisa lepas
Disaat teman2ku yang dulu masih meneruskan memaki, mengumpat dan bergunjing.
aku ada disini... diselamatkan oleh-Nya
bukan bagian dari mereka
aku ada disini. menangis sedih atas dosa-dosa itu
berharap... berdoa... semoga nikmat iman ini selamanya dihati. aminnn...
dulu aku diberi kesempatan 4 tahun bekerja di rumah bersalin
melihat kelahiran terus menerus
memikirkan. mengagumi kehebatan-Nya. ke-Maha Besaran-Nya
tersenyum indah disetiap kelahiran..
lihatlah aku sekarang
berada di tempat berbeda
diperlihatkan terus menerus kematian.
memikirkan. ketakutan melihat betapa Kuasa-Nya meliputi segala sesuatu
kekhawatiran akan sedikitnya bekal.
menangis karena kematian itu pasti akan datang menghampiri
Betapa hebatnya Allahmenciptakan hidupku.
sakitku membuatku mengerti lebih banyak
jatuhku membuatku mendekat pada-Nya
direndahkan oleh seorang manusia tapi ditinggikan oleh manusia yang lainnya.
subhanallah...
kuingat sahabatku ina pernah berkata:
" bersyukurlah ulfa, karena kau berada di tempat yang buruk tapi Allah menjagamu..."
alhamdulillah....
alhamdulillah....
alhamdulillah....
betapa hebatnya Allah yang mengatur skenario hidupku
dulu aku miskin
hidup bergantung pada orang lain.
meminta, mengiba. dikasihani oleh sekitarku. bahkan aku menangisi diriku.
lihatlah aku sekarang
tercukupi semua kebutuhanku.
handphone, motor, laptop, semua milikku. kubeli dengan uangku sendiri.
aku telah kaya. Alhamdulillah...
dulu aku berada dalam kekufuran yang panjang
hidup dengan kesenangan anak remaja
kenakalan anak es em a.
mall adalah kiblat, cowok adalah bahan diskusi harian
shalat terlupa, Quran tak ingat
lihatlah aku sekarang
mungkin belum sempurna aku sebagai hamba-Nya
tapi aku sedang proses ke sana.
Dia menyelamatkanku dari keterpurukan yang lebih dalam.
Disaat teman2ku dulu menenggak minuman keras dan merasa keren karenanya
Disaat temanku yg dulu terjerumus zina, tertahan dan tak bisa lepas
Disaat teman2ku yang dulu masih meneruskan memaki, mengumpat dan bergunjing.
aku ada disini... diselamatkan oleh-Nya
bukan bagian dari mereka
aku ada disini. menangis sedih atas dosa-dosa itu
berharap... berdoa... semoga nikmat iman ini selamanya dihati. aminnn...
dulu aku diberi kesempatan 4 tahun bekerja di rumah bersalin
melihat kelahiran terus menerus
memikirkan. mengagumi kehebatan-Nya. ke-Maha Besaran-Nya
tersenyum indah disetiap kelahiran..
lihatlah aku sekarang
berada di tempat berbeda
diperlihatkan terus menerus kematian.
memikirkan. ketakutan melihat betapa Kuasa-Nya meliputi segala sesuatu
kekhawatiran akan sedikitnya bekal.
menangis karena kematian itu pasti akan datang menghampiri
Betapa hebatnya Allahmenciptakan hidupku.
sakitku membuatku mengerti lebih banyak
jatuhku membuatku mendekat pada-Nya
direndahkan oleh seorang manusia tapi ditinggikan oleh manusia yang lainnya.
subhanallah...
kuingat sahabatku ina pernah berkata:
" bersyukurlah ulfa, karena kau berada di tempat yang buruk tapi Allah menjagamu..."
alhamdulillah....
alhamdulillah....
alhamdulillah....
Langganan:
Postingan (Atom)