HR. Al-Tirmidzy

"Barangsiapa yang obsesinya adalah akhirat, Allah akan mengaruniakan kekayaan dalam hatinya dan akan mengumpulkan untuknya kekuatannya dan dunia akan datang kepadanya dengan penuh ketundukan. Dan barangsiapa yang obsesinya adalah dunia. Allah akan meletakkan kefakiran di depan matanya, memecah keutuhannya, sementara dunia hanya akan datang padanya sesuai yang ditakdirkan untuknya" (HR. Al-Tirmidzy)

ahlan wa sahlan

17 Maret 2014

Pencuri Hati

Dia di sana....
terdiam dalam jasadnya
tapi di hatiku dia beterbangan kesana kemari

Dia di sana...
bersama kuda beroda dua nya.
seperti pangeran idaman yang datang menjemput cinderela

Dia di sana..
tersenyum penuh keindahan
menjadikan yang merah semakin merona

Aduhai... apa yag telah dilakukannya padaku ?
hingga hati, mata dan pikiranku hanya padanya
apa yang diperbuatnya. ?
hingga terasa aku seperti melayang di angkasa.

Di atas rerumputan basah aku berlari bahagia
semua nampak indah, dan semakin indah dengan dia disana
Di pinggir pantai memandang sunset yang syahdu
semakin syahdu dengan kehadirannya

dan inginku memeluk dan dipeluknya selalu.

uhibbukafillah ya zaujiy...


aku jatuh cinta pada suamiku...

alhamdulillah,,, terimakasih ya Allah atas pernikahan ini.



01 September 2013

Kuliah lagi,,,,

Alhamdulillah,,,

Allah memberikan nikmatNya lagi. Meluluskanku di Universitas Impian dan membuatku mendapatkan beasiswa yang sangat besar (insya ALLAH) Alhamdulillah,,,

akhirnya aku kuliah lagi kawan. Dan impian 9 tahun yang lalu untuk masuk di Fakultas Kedokteran terkabul sudah. Subhanallah,, ternyata beginilah yang terbaik yang diskenariokan Allah untukku. 2005 mendaftar di Universitas ini Fakultas Kedokteran ternyata lulusnya baru tahun ini. Walau bukan jurusan Kedokteran seperti dulu, tapi ini lebih baik insya Allah...

Apa yang ingin kukisahkan sebenarnya adalah sedikit yang kufikirkan selama seminggu kuliah ini. Jadwal telah ada, tapi dosen belum semua yang masuk. Inikah potret Universitas Unggulan? Hmm.. agak miris juga rasanya bila seseorang mengajarkan etika, tanggung jawab dan kedisiplinan sedang mereka sendiri tidak tepat waktu. Bahkan tidak ada konfirmasi agar orang lain tidak menunggu berjam-jam dalam ketidakjelasan.

begitulah,,,
sedang pelajaran yang kuterima di minggu pertama mengingatkan betapa pentingnya ilmu syar'i. Bahwa sepatutnyalah orang-orang kesehatan itu memiliki pemahaman tentang agama ini. Karena di Rumah Sakit kita banyak berhadapan dengan orang-orang yang tertimpa musibah. dengan orang-orang yang lebih dulu meminta pertolongan pada dokter dan obat kimia. Dan menjadikan pengobatan syar'i sebagai alternatif.

berhubung ngantuk,,, nanti dilanjut tulisannya yah,,,
wassalam

Kepala di atas kepala

bismillah,,,

malam kembali padaku, kawan
entah apa yang dikatakannya
hatiku terlalu penuh untuk memikirkan
dan kepalaku sedang diatas kepala
berputar dalam melodi yang mengacaukan
tak bisa aku berfikir tenang

maka ketika malam semakin mendalam
dan kepala telah mulai tenang ditempatnya
jadilah aku kembali berada disini
dihadapmu mengurai sebuah kisah

Kehidupan telah jauh merumitkan segala
Sehingga tak mampu lagi kaki bergerak lincah
padahal ada banyak alasan kebaikan disana
sedih,,, saat ada yang tak terengkuh
saat seharusnya engkau berada dalam taman-taman surga
tapi kelelahan membuatmu terpaksa menapak di tempat
tak mampu bergerak atas nama kelemahan

begitu barangkali kehidupan, ada masa dimana kita memang harus beristirahat. Hanya saja kita tak tahu pasti, apakah alasan itu adalah benar atau hanya sekedar alasan yang menutupi kemalasan atau menutupi kekurang semangatan dalam jiwa.
maka biarlah saja aku berkata ini semua rumit. berbelit-belit dan terlalu menyusahkan.

bukan keluhan kawan, tapi begitulah kenyataan hidup.
meski kukatakan bahwa aku menyukai segala yang diberikan Allah padaku
dan sungguh kesyukuranku bukanlah dibawah rata-rata. insya Allah,,,
tapi, hidup selalu menjadi menyebalkan saat kau kehilangan moment kebaikan atau justru terjatuh dalam kesalahan berulang. kesalahan yang sangat kau tahu bahwa itu akan menjatuhkanmu pada azab yang berat.
maka disinilah aku menyesali semuanya.
menyesali betapa lemahnya diri ini.

Kuharapkan semua mimpiku akan kuwujudkan sebelum aku mati.
kuharapkan semua tugasku terselesaikan dengan baik dan jelas
kuinginkan semua sangkutan dan masalah kubereskan dengan tak tersisa
kudambakan mencapai target hapalanku, terhapus smua dosa2,,,
Dan aku berharap semua itu sebelum aku mati,

aamiin,, ya Robbal alamiin,,

28 April 2013

2 Lantai 4



Bismillahirrahmanirrahim…

Membaca tulisan orang lain selalu membuatku ingin juga menulis…
Maka jadilah aku mengetik lagi di senja ini…
Hujan sore ini mendinginkan segalanya, barangkali hendak meninabobokan mereka yang telah berkutat dengan siang yang terik dan melelahkan…
Hari ini aku dan seorang saudariku berjalan cepat dari lantai 4 sebuah gedung pertemuan yang penuh dengan tawa dan senyuman menuju lantai 4 sebuah rumah sakit yang perbandingannya tentu sebaliknya. Meskipun kami tetap tersenyum dan tertawa di rumah sakit itu, tapi tetap saja suasananya berbeda, karena ada kecemasan di hati semua orang yang ada di sana.
Pembelajaran kehidupan selalu ada setiap saat, lantai 4 yang penuh senyum dan tawa itu membuatku bercerita lagi tentang episode menyebalkan di masa lalu, sangat menyebalkan…. Tapi dari hati yang paling dalam kuucapkan terima kasih banyak kepada para aktris yang terlibat, karena sesuatu yang sangat menyebalkan itu benar-benar menjadi pembuka sebuah kebaikan yang luar biasa akan sebuah rahasia kehidupan, yang pernah sekilas kutahu tapi telah terlupa. Dan kini kupahami kembali, bahkan lebih. Alhamdulillah… Sungguh aku bersyukur akan semua peristiwa di masa lalu…
Dan lantai 4 Rumah Sakit itu mengingatkanku akan kecemasan di masa lalu, kecemasan yang luar biasa saat orang yang paling kami cintai terbaring tak berdaya. Dan alhamdulillah Allah berkenan kami melewatinya dan memberikan tenggang 6 bulan yang indah untuk kami bisa bersama dalam senyum dan tawa, untuk akhirnya berpisah di waktu yang istimewa, di hari yang istimewa. Alhamdulillah…
Selalu ada hikmah yang sangat indah dalam setiap episode kehidupan bila kita menelaahnya. Hal yang menyebalkan yang kualami tetaplah sangatlah menyebalkan tapi bila saja waktu bisa diulang, maka aku tetap memilih untuk mengalaminya. Karena dengan hal menyebalkan itu, kusadari keindahan kehidupan.
Kecemasan yang dulu itu menjadi kenangan yang indah, karena dengannya aku belajar berprasangka baik di saat paling genting sekalipun. Dan aku tak mengingatnya untuk menyesali lalu menangis tersedu-sedu meratapi, melainkan mengenang Beliau dalam kenangan indah untuk belajar ketegaran hidup dan untuk lebih banyak berbuat kebaikan atas nama Beliau. Menurutku, itulah kecintaan dan kerinduan yang benar. Insya Allah…
Kutatap keluar jendela… telah gelap…
Hujan pergi bersembunyi, barangkali karena banyaknya doa dari Lantai 4 gedung yang mengganggunya. Atau terlalu kasihan dengan doa Lantai 4 rumah sakit yang sangat diharapkan pengabulannya.
Sepenggal episode lagi terlewati dan alhamdulillah, ada dua Lantai 4 yang penuh makna.
Terima kasih Ya Allah atas hari ini
….

Post

Bismillah...
Akhirnya menulis lagi.
Hanya sekedar kawan, atas kelelahan yang tak berujung ini.

Lelah dengan kemalasan dan kebodohan ini. Padahal diri tak pernah berhenti berkoar-koar tentang semangat dan cita-cita, tapi ketika semua meredup maka jadi lemahlah juga dirinya.
maka bagaimanakah dia sebenarnya? patutnya dia malu dengan dirinya sendiri...

Hanya ingin menjadi seorang hafidzah saat ini, melanjutkan dengan semangat setoran hapalan yang tertunda pekan lalu. Atau menyelesaikan pekerjaan kantor yang menyita pikiran.

Ya Allah... kepadaMu kuharapkan pertolongan. Agar aku kembali rajin... Kembali bersemangat lagi... seperti sedia kala...

Allahumma aamiin..

15 Desember 2012

Pirangnya Ginkgo bersama Pinknya Sakura



Bismillah…

Sabtu Desember… Satu Safar...

Semburat itu tak lagi terlihat hingga tak tahu apakah dia masih ingin berteman atau telah lari dari peredaran.
Disini sendiri dan sunyi, membiarkan jemari mengukirkan apa saja yang ingin dia ukirkan meski barangkali itu tak terlalu penting.
Masih banyak hal yang penting sebenarnya, tapi kantuk yang merajai ini membuat simfoni malas yang bersekutu dengan pusingnya sang kepala
Bila boleh kubercerita, maka izinkan aku bercerita…. Izinkan sejenak sang penulis amatir ini merangkaikan katanya menjadi sesuatu yang bisa membuatnya tersenyum kelak. Di kemudian hari….

Daun ginko yang berwarna pirang… seperti itulah perasaan lembut yang memenuhi hatinya. Diharapkannya itu benar dalam setiap kesendiriannya meski dia ragu untuk menjadikan semuanya benar. Karena yang kau pikir benar bisa saja menjadi sesuatu yang sangat salah.
Maka saat bintang bintang dia ajak berdiskusi, mulailah segala hal itu dia sesali. Tapi apakah berguna penyesalan itu bila saat terik datang dia kembali terjatuh dalam kubangan debu yang menghalau matanya untuk melihat terangnya jalan yang dilaluinya?
Sebenarnya… air yang dia pakai untuk menyeka matanya itu adalah sesuatu yang sangat berguna. Sayangnya dia sangat enggan menggunakannya, malah membiarkan semua menutup matanya hingga dia kembali terjatuh di setiap terik yang sama. Memalukan dan menyedihkan sebenarnya…. Seolah ilmu dan cahaya yang pernah dia rengkuh menjadi fatamorgana yang dia lupakan.
Begitu saja dirinya….
Sosok bodoh yang selalu merasa lihai dan pintar. Angkuh padahal dia terlalu idiot bahkan di matanya sendiri. Well… no body s perfect katanya.. alasan sepele yang digunakannya untuk berkelit dari setiap salahnya.
Hmmm…
Bunga bunga di jalan antang itu berguguran di kala kulewat. Merah merona beterbangan… Entah bunga apa namanya, mungkin seperti sakura di musim semi. Menceriakan hati….

Bila saja…
Sungguh bila saja…. Bila kubisa kembali…
kan kukatakan keras keras padanya…. 
“ittaqillah ukhti… takutlah pada Allah…”

18 November 2012

"Bunga akan layu bila tidak kau sirami...."

Apakah aku memilih cinta yang salah?
Atau cinta yang salah memilih aku?

Sungguh setiap mengingat bahwa senyumpun kelak akan ditanya
Maka hilanglah senyum itu.

Salahkan cinta yang menggangguku?
Atau aku yang mulai mengganggunya?

Duhai...
Engkau cinta yang salah, Rabbku akan memurkaiku karenamu.
Bagaimana aku mengusirmu?
Saat tameng kukuatkan di depan hatiku, engkau merasuk dari belakang.
Saat butir penyesalan mengering, engkau datang merayu seolah menghibur

Maka kemanakah kan kubawa lari ketakutanku
ketakutan padamu
ketakutan pada diriku yang tak mampu menolakmu.
serta ketakutanku pada Rabb-ku...


Bismillah...
apakah cintamu itu salah saudariku?
Cinta itu tak salah....
yang salah adalah hal-hal yang menyebabkan cinta itu
dan hal-hal yang dikarenakan cinta itu.
karena sebenarnya kau juga tahu bahwa :
"Bunga akan layu bila tidak kau sirami...."

14 November 2012

Daun Hijau



Bismillah…

Makassar dalam untaian desember…
sunyi semakin mengganggu
barangkali dia berpikir daun tak akan peduli lagi padanya
hmm.. padahal mungkin saja dia salah paham.

Matahari akhir-akhir ini sering bersembunyi
Entah apa yang dipikirnya
Dia cukup senang membuat segalanya kelabu dan abu-abu

Benarkah ini abu-abu?

Atau hanya perasaan saja, karena sebenarnya yang terang itu telah jelas
Dan yang gelap itu juga telah diterangkan


Dan kawan.. ingin kuceritakan padamu. Sebuah epilog pilu dari hati yang tak tahu dimana dirinya sepatutnya berada. Dirumahnya kah? Disudut kamarnya? Bersujud disana, menangisi kesalahan hingga ajal menjemputnya? Ato benar sudah dia berada di tempatnya saat ini?
Ternyata kawan… untuk menggapai kemuliaan itu butuh keberanian dan dia tak memilikinya.
Hijabmu… apakah hanya hiasan? Atau hanya penutup keburukan sikap dan prilakumu yang tersembunyi dari orang-orang?

“sesungguhnya Dia mengetahui pandangan mata yang khianat..”

Janganlah begitu.. sungguh hijab adalah kemuliaan yang harus dijaga dan dihormati. Bukan sebuah tameng…. Hijabmu harusnya menjadi pengekang terhadap segala disekelilingmu… harusnya begitu…..
Harusnya memang begitu.

Ya muqollibalqulub tsabbitqolbi ala diiniik….

28 Oktober 2012

Cahaya yang Meredup

 

Bismillah....

Inginku mengisahkannya padamu.. pada dirimu yang sangat jauh....
tentang cahaya dalam hatiku yang ku tak tahu apakah meredup atau justru baru mulai akan memancarkan cahaya...

Gelembung gelembung galau datang menghantuiku di tiap hari, bahkan tiap saat waktuku. Hingga lelah kurasa menghadapi itu semua, sementara cahayaku seperti tak cukup untuk menerangiku... Sangat tak cukup untuk membuat aku mampu melihat jelas kerikik-kerikil tajam yang ada di depan langkahku... Maka bila dia berdarah, tahulah aku, bahwa ada kerikil di situ...

Apa aku sedang mengeluh?
Sepertinya iya...
Seperti gadis remaja lain barangkali, yang menumpahkan isi hatinya pada wacana-wacana yang ada di media internet ini.. dan begitu pula aku...

Aku mengeluh padamu... Pada dirimu yang menggangguku, pada jiwa yang aku tidak mengerti apa yang dia inginkan sementara ilmu telah memenuhi buku catatannya. Barangkali ilmunya benar-benar hanya ada di catatannya saja sedang hati dan raganya tak pernah bekerjasama untuk mengaplikasikan itu semua...
yah.. aku mengeluh padamu... Mengeluhkan sesosok diri yang selalu kucaci dan kumaki karena kebodohan dan kesia-siaan yang dia lakukan dalam hidupnya.. dia tahu tapi dia tak jua berubah...
Telah kulapor dan kukeluhkan dia pada Rabb-nya namun hanya sekejab itu saja dia menangisi kesalahannya, sedetik kemudian mudahnya dia terjatuh kembali dalam kesalahan yang sama..

Ah... picik nian aku terus mencelanya....

Kawan.. dimana dirimu kini?
Terlalu jauhkah dari sini?
Hingga tak ada nasihatmu yang menasihati lagi
Dan tak ada katamu yang membuatku mampu berpikir lagi.

Besok... dan besoknya lagi.
Waktu bergulir dalam permainan yang asing dan tiada henti.


Barangkali diri itu kan mengejar cahayanya kembali.
hmmm.. barangkali saja.

bila iya,,
Semoga dia berhasil...

Sungguh kudoakan semoga dia berhasil...
Allahumma aamiin..

01 Oktober 2012

Hujan Yang Kurindu




Bismillah…

Makassar, ahad 27 mei 2012

Dalam rinai hujan yang telah mulai berhenti…
Ingin kusampaikan tentang mimpi yang terlalu jauh melangkah
Melewati batas dalam keinginan yang sesungguhnya dan aku tahu.

Aku sangat tahu akan dosa itu seberapa besarnya
Tapi sang kecil mengecilkannya seolah hanya kerikil kecil yang bukan apa-apa
Lalu mengatakan padaku bahwa yang salah adalah bukan aku melainkan semua yang ada diluar sana.
Mengatakan aku tidak bersalah kecuali sedikit dan aku hanyalah korban saja.
Padahal aku tahu

Aku sangat tahu bahwa yang terjatuh dalam dosa adalah diriku
Sangat tahu bahwa yang memutuskan melakukannya atau tidak melakukannya adalah aku
Hingga yang menjadi pelaku utama adalah aku
Maka celakalah aku

“Allahumma anta Robbi laa ilaha illa anta. Khalaqtani wa ana abduka. Wa ana ala ahdika wa wa’dika mastato’tu.. Audzubika min syarrima shona’t. abu’u laka bi ni’matika alayya wa abu’u bizanbinfaghfirli. Fainnahu la yaghfiru dzunuba illa anta…..”

Disana… kulihat diriku
Sang ilmu menasehatiku dan melarangku
Tapi keinginanku beralasan terlalu banyak hingga akhirnya aku melaju
Terus melaju…
Hingga tak sampainya aku pada tujuan itu, akupun pura-pura sadar
Pura-puraku bertobat padahal hanya karena aku tak sampai
Kusesali… tapi itu karena aku tak sampai
Maha Suci Allah yang membuatku tak sampai
Andai aku sampai, mungkin aku akan menjadi tak tersadarkan

jangan berbohong begitu padaku..
jangan menipuku dengan terlalu seperti itu
jangan mereka-reka rencana busuk bersamaku…

Aku berlindung kepadaMu Ya Rabb…
Aku berlindung kepadaMu Ya Rabb…
Aku berlindung kepadaMu Ya Rabb…