HR. Al-Tirmidzy

"Barangsiapa yang obsesinya adalah akhirat, Allah akan mengaruniakan kekayaan dalam hatinya dan akan mengumpulkan untuknya kekuatannya dan dunia akan datang kepadanya dengan penuh ketundukan. Dan barangsiapa yang obsesinya adalah dunia. Allah akan meletakkan kefakiran di depan matanya, memecah keutuhannya, sementara dunia hanya akan datang padanya sesuai yang ditakdirkan untuknya" (HR. Al-Tirmidzy)

ahlan wa sahlan

15 Desember 2012

Pirangnya Ginkgo bersama Pinknya Sakura



Bismillah…

Sabtu Desember… Satu Safar...

Semburat itu tak lagi terlihat hingga tak tahu apakah dia masih ingin berteman atau telah lari dari peredaran.
Disini sendiri dan sunyi, membiarkan jemari mengukirkan apa saja yang ingin dia ukirkan meski barangkali itu tak terlalu penting.
Masih banyak hal yang penting sebenarnya, tapi kantuk yang merajai ini membuat simfoni malas yang bersekutu dengan pusingnya sang kepala
Bila boleh kubercerita, maka izinkan aku bercerita…. Izinkan sejenak sang penulis amatir ini merangkaikan katanya menjadi sesuatu yang bisa membuatnya tersenyum kelak. Di kemudian hari….

Daun ginko yang berwarna pirang… seperti itulah perasaan lembut yang memenuhi hatinya. Diharapkannya itu benar dalam setiap kesendiriannya meski dia ragu untuk menjadikan semuanya benar. Karena yang kau pikir benar bisa saja menjadi sesuatu yang sangat salah.
Maka saat bintang bintang dia ajak berdiskusi, mulailah segala hal itu dia sesali. Tapi apakah berguna penyesalan itu bila saat terik datang dia kembali terjatuh dalam kubangan debu yang menghalau matanya untuk melihat terangnya jalan yang dilaluinya?
Sebenarnya… air yang dia pakai untuk menyeka matanya itu adalah sesuatu yang sangat berguna. Sayangnya dia sangat enggan menggunakannya, malah membiarkan semua menutup matanya hingga dia kembali terjatuh di setiap terik yang sama. Memalukan dan menyedihkan sebenarnya…. Seolah ilmu dan cahaya yang pernah dia rengkuh menjadi fatamorgana yang dia lupakan.
Begitu saja dirinya….
Sosok bodoh yang selalu merasa lihai dan pintar. Angkuh padahal dia terlalu idiot bahkan di matanya sendiri. Well… no body s perfect katanya.. alasan sepele yang digunakannya untuk berkelit dari setiap salahnya.
Hmmm…
Bunga bunga di jalan antang itu berguguran di kala kulewat. Merah merona beterbangan… Entah bunga apa namanya, mungkin seperti sakura di musim semi. Menceriakan hati….

Bila saja…
Sungguh bila saja…. Bila kubisa kembali…
kan kukatakan keras keras padanya…. 
“ittaqillah ukhti… takutlah pada Allah…”

18 November 2012

"Bunga akan layu bila tidak kau sirami...."

Apakah aku memilih cinta yang salah?
Atau cinta yang salah memilih aku?

Sungguh setiap mengingat bahwa senyumpun kelak akan ditanya
Maka hilanglah senyum itu.

Salahkan cinta yang menggangguku?
Atau aku yang mulai mengganggunya?

Duhai...
Engkau cinta yang salah, Rabbku akan memurkaiku karenamu.
Bagaimana aku mengusirmu?
Saat tameng kukuatkan di depan hatiku, engkau merasuk dari belakang.
Saat butir penyesalan mengering, engkau datang merayu seolah menghibur

Maka kemanakah kan kubawa lari ketakutanku
ketakutan padamu
ketakutan pada diriku yang tak mampu menolakmu.
serta ketakutanku pada Rabb-ku...


Bismillah...
apakah cintamu itu salah saudariku?
Cinta itu tak salah....
yang salah adalah hal-hal yang menyebabkan cinta itu
dan hal-hal yang dikarenakan cinta itu.
karena sebenarnya kau juga tahu bahwa :
"Bunga akan layu bila tidak kau sirami...."

14 November 2012

Daun Hijau



Bismillah…

Makassar dalam untaian desember…
sunyi semakin mengganggu
barangkali dia berpikir daun tak akan peduli lagi padanya
hmm.. padahal mungkin saja dia salah paham.

Matahari akhir-akhir ini sering bersembunyi
Entah apa yang dipikirnya
Dia cukup senang membuat segalanya kelabu dan abu-abu

Benarkah ini abu-abu?

Atau hanya perasaan saja, karena sebenarnya yang terang itu telah jelas
Dan yang gelap itu juga telah diterangkan


Dan kawan.. ingin kuceritakan padamu. Sebuah epilog pilu dari hati yang tak tahu dimana dirinya sepatutnya berada. Dirumahnya kah? Disudut kamarnya? Bersujud disana, menangisi kesalahan hingga ajal menjemputnya? Ato benar sudah dia berada di tempatnya saat ini?
Ternyata kawan… untuk menggapai kemuliaan itu butuh keberanian dan dia tak memilikinya.
Hijabmu… apakah hanya hiasan? Atau hanya penutup keburukan sikap dan prilakumu yang tersembunyi dari orang-orang?

“sesungguhnya Dia mengetahui pandangan mata yang khianat..”

Janganlah begitu.. sungguh hijab adalah kemuliaan yang harus dijaga dan dihormati. Bukan sebuah tameng…. Hijabmu harusnya menjadi pengekang terhadap segala disekelilingmu… harusnya begitu…..
Harusnya memang begitu.

Ya muqollibalqulub tsabbitqolbi ala diiniik….

28 Oktober 2012

Cahaya yang Meredup

 

Bismillah....

Inginku mengisahkannya padamu.. pada dirimu yang sangat jauh....
tentang cahaya dalam hatiku yang ku tak tahu apakah meredup atau justru baru mulai akan memancarkan cahaya...

Gelembung gelembung galau datang menghantuiku di tiap hari, bahkan tiap saat waktuku. Hingga lelah kurasa menghadapi itu semua, sementara cahayaku seperti tak cukup untuk menerangiku... Sangat tak cukup untuk membuat aku mampu melihat jelas kerikik-kerikil tajam yang ada di depan langkahku... Maka bila dia berdarah, tahulah aku, bahwa ada kerikil di situ...

Apa aku sedang mengeluh?
Sepertinya iya...
Seperti gadis remaja lain barangkali, yang menumpahkan isi hatinya pada wacana-wacana yang ada di media internet ini.. dan begitu pula aku...

Aku mengeluh padamu... Pada dirimu yang menggangguku, pada jiwa yang aku tidak mengerti apa yang dia inginkan sementara ilmu telah memenuhi buku catatannya. Barangkali ilmunya benar-benar hanya ada di catatannya saja sedang hati dan raganya tak pernah bekerjasama untuk mengaplikasikan itu semua...
yah.. aku mengeluh padamu... Mengeluhkan sesosok diri yang selalu kucaci dan kumaki karena kebodohan dan kesia-siaan yang dia lakukan dalam hidupnya.. dia tahu tapi dia tak jua berubah...
Telah kulapor dan kukeluhkan dia pada Rabb-nya namun hanya sekejab itu saja dia menangisi kesalahannya, sedetik kemudian mudahnya dia terjatuh kembali dalam kesalahan yang sama..

Ah... picik nian aku terus mencelanya....

Kawan.. dimana dirimu kini?
Terlalu jauhkah dari sini?
Hingga tak ada nasihatmu yang menasihati lagi
Dan tak ada katamu yang membuatku mampu berpikir lagi.

Besok... dan besoknya lagi.
Waktu bergulir dalam permainan yang asing dan tiada henti.


Barangkali diri itu kan mengejar cahayanya kembali.
hmmm.. barangkali saja.

bila iya,,
Semoga dia berhasil...

Sungguh kudoakan semoga dia berhasil...
Allahumma aamiin..

01 Oktober 2012

Hujan Yang Kurindu




Bismillah…

Makassar, ahad 27 mei 2012

Dalam rinai hujan yang telah mulai berhenti…
Ingin kusampaikan tentang mimpi yang terlalu jauh melangkah
Melewati batas dalam keinginan yang sesungguhnya dan aku tahu.

Aku sangat tahu akan dosa itu seberapa besarnya
Tapi sang kecil mengecilkannya seolah hanya kerikil kecil yang bukan apa-apa
Lalu mengatakan padaku bahwa yang salah adalah bukan aku melainkan semua yang ada diluar sana.
Mengatakan aku tidak bersalah kecuali sedikit dan aku hanyalah korban saja.
Padahal aku tahu

Aku sangat tahu bahwa yang terjatuh dalam dosa adalah diriku
Sangat tahu bahwa yang memutuskan melakukannya atau tidak melakukannya adalah aku
Hingga yang menjadi pelaku utama adalah aku
Maka celakalah aku

Allahumma anta Robbi laa ilaha illa anta. Khalaqtani wa ana abduka. Wa ana ala ahdika wa wa’dika mastato’tu.. Audzubika min syarrima shona’t. abu’u laka bi ni’matika alayya wa abu’u bizanbinfaghfirli. Fainnahu la yaghfiru dzunuba illa anta…..”

Disana… kulihat diriku
Sang ilmu menasehatiku dan melarangku
Tapi keinginanku beralasan terlalu banyak hingga akhirnya aku melaju
Terus melaju…
Hingga tak sampainya aku pada tujuan itu, akupun pura-pura sadar
Pura-puraku bertobat padahal hanya karena aku tak sampai
Kusesali… tapi itu karena aku tak sampai
Maha Suci Allah yang membuatku tak sampai
Andai aku sampai, mungkin aku akan menjadi tak tersadarkan

jangan berbohong begitu padaku..
jangan menipuku dengan terlalu seperti itu
jangan mereka-reka rencana busuk bersamaku…

Aku berlindung kepadaMu Ya Rabb…
Aku berlindung kepadaMu Ya Rabb…
Aku berlindung kepadaMu Ya Rabb…

17 April 2012

DOA SEMINAR

Bismillah...

Kemarin seorang anak temanku meminta dibuatkan doa untuk kegiatan seminar di kampusnya.  Walau dengan bekal seadanya. Mengedit dan menambah sedikit dari doa malam ramah tamah perpisahan kampus yang kubuat tahun lalu.Alhamdulillah jadi lah juga dengan sederhana dan ringkas. (Doa jangan panjang-panjang karena nanti para pendengar bosan dan malah berdoa lain, berdoa supaya doanya cepat selesai. ^^).
Sebelumnya coba browsing cari yang bisa di pake tapi ternyata gak dapat yang bagus, makanya pengen berbagi.
Alhamdulillah, mahasiswi yang kubuatkan doa ini menyukai doanya, katanya bagus dan Alhamdulillahnya lagi teman-temannya yang mendengarnya mengatakan bagus, bahkan ada yang sampai menangis terharu... (hehe lebay kayaknya...) tapi teks sebagus apapun, bila yang baca kumur-kumur, so pasti nol juga jadinya. Gadis itu bacanya pasti bagus, sepertinya begitu.... 

Bismillahirrahmanirrahim…
Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Alhamdulillahirabbil alamin… segala puji hanya milik Allah Subhanahu Wata’ala.
Kepada-Nya kita memuji, meminta pertolongan dan memohon pengampunan,
Dan kepada-Nyalah kita berlindung dari keburukan diri dan kejahatan amal perbuatan kita.

Ya Allah, Ya Tuhan kami…
Kami bersyukur atas segala nikmat yang Engkau berikan kepada kami. Nikmat iman, nikmat kesehatan serta nikmat waktu sehingga kami masih memiliki kesempatan untuk terus menuntut ilmu di usia yang Engkau tetapkan untuk kami.
Segala puji bagiMu ya Robb.. yang menjadikan kami memiliki kesempatan untuk terus belajar, hingga akhirnya kami berada disini, hari ini.

Allahumma sholli ala muhammad wa ala ali muhammad. Salam dan shalawat kepada Rosulullah Shallallahu alaihi Wassallam. Atas ilmu dan teladan yang luar biasa dalam kehidupan ini.

Ya Allah…       berilah kami kekayaan ilmu pengetahuan, hiasilah kami dengan kelapangan hati, muliakanlah kami dengan takwa, dan berilah kami kecantikan dengan kesehatan.

Kami memohon pada-Mu ya Robb..
Jadikanlah kasih sayang-Mu senantiasa ada pada diri kami,
Jadikanlah ilmu yang kami terima, bermanfaat bagi kami, untuk dunia dan akhirat kami.

Ya Allah…
Tambahkanlah ilmu kepada kami. Jadikanlah kegiatan kami ini menjadi sesuatu yang bernilai di sisi-Mu.
Sesuatu yang Engkau ridhoi dalam kehidupan kami.
Dan  jadikanlah benar-benar kegiatan ini menjadi sesuatu yang bermanfaat sebanyak-banyaknya bagi masyarakat, lingkungan dan utamanya bagi diri-diri kami.

Ya Ar Rahman.. ya Ar Rahiim..
Engkaulah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Ya Allah… sayangilah kami.
Sayangilah sahabat-sahabat yang telah menemani kami dalam suka dan duka selama ini.
Sayangilah guru-guru dan pembimbing kami, yang telah begitu banyak berperan dalam membentuk kami untuk menjadi pribadi-pribadi yang lebih baik. Berilah mereka balasan dengan balasan yang sebaik-baiknya untuk dunia dan akhirat mereka.
Sayangilah orangtua kami, yang doanya tiada henti untuk kami. Dan sayangi pula semua orang yang telah banyak membantu kami dalam terlaksananya kegiatan ini tanpa terkecuali.
Berilah mereka balasan kebaikan Ya Allah…. Seperti Engkau memberi kebaikan pada kami hari ini.

Ya Allah..
Di akhir doa ini kami kembali memuji-Mu. Alhamdulillahirrabbil alamin…
Jadikanlah kami dengan kegiatan ini, bertambah ilmu kami serta bertambah wawasan dan kemampuan kami. Hingga kelak menjadikan kami sosok-sosok yang profesional dalam pekerjaan dan senantiasa menjaga keikhlasan dalam seluruh bagian kehidupan ini.
Ya Allah.. Sungguh kami memohon,
Jadikanlah kami,,,,,, orang yang sebanyak-banyaknya memberi manfaat bagi orang lain. Sehingga di akhir hidup kami, kami mampu menghadap-Mu dengan senyuman kebahagiaan.

Robbana atina fiddun-ya hasanah wa fil akhirati hasanah waqina adzabannaar..
Subhana rabbika rabbil ‘izzati ‘amma yasifun. wasalamun alal mursalina walhamdulillahi rabbil ‘alamin.
Aamiin. Ya Robbal alamin…

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.