bismillah,,,
malam kembali padaku, kawan
entah apa yang dikatakannya
hatiku terlalu penuh untuk memikirkan
dan kepalaku sedang diatas kepala
berputar dalam melodi yang mengacaukan
tak bisa aku berfikir tenang
maka ketika malam semakin mendalam
dan kepala telah mulai tenang ditempatnya
jadilah aku kembali berada disini
dihadapmu mengurai sebuah kisah
Kehidupan telah jauh merumitkan segala
Sehingga tak mampu lagi kaki bergerak lincah
padahal ada banyak alasan kebaikan disana
sedih,,, saat ada yang tak terengkuh
saat seharusnya engkau berada dalam taman-taman surga
tapi kelelahan membuatmu terpaksa menapak di tempat
tak mampu bergerak atas nama kelemahan
begitu barangkali kehidupan, ada masa dimana kita memang harus beristirahat. Hanya saja kita tak tahu pasti, apakah alasan itu adalah benar atau hanya sekedar alasan yang menutupi kemalasan atau menutupi kekurang semangatan dalam jiwa.
maka biarlah saja aku berkata ini semua rumit. berbelit-belit dan terlalu menyusahkan.
bukan keluhan kawan, tapi begitulah kenyataan hidup.
meski kukatakan bahwa aku menyukai segala yang diberikan Allah padaku
dan sungguh kesyukuranku bukanlah dibawah rata-rata. insya Allah,,,
tapi, hidup selalu menjadi menyebalkan saat kau kehilangan moment kebaikan atau justru terjatuh dalam kesalahan berulang. kesalahan yang sangat kau tahu bahwa itu akan menjatuhkanmu pada azab yang berat.
maka disinilah aku menyesali semuanya.
menyesali betapa lemahnya diri ini.
Kuharapkan semua mimpiku akan kuwujudkan sebelum aku mati.
kuharapkan semua tugasku terselesaikan dengan baik dan jelas
kuinginkan semua sangkutan dan masalah kubereskan dengan tak tersisa
kudambakan mencapai target hapalanku, terhapus smua dosa2,,,
Dan aku berharap semua itu sebelum aku mati,
aamiin,, ya Robbal alamiin,,
Biarkanlah aku berpikir... terus berpikir.... Karena kuharap aku termasuk "orang-orang yang berpikir"....
HR. Al-Tirmidzy
"Barangsiapa yang obsesinya adalah akhirat, Allah akan mengaruniakan kekayaan dalam hatinya dan akan mengumpulkan untuknya kekuatannya dan dunia akan datang kepadanya dengan penuh ketundukan. Dan barangsiapa yang obsesinya adalah dunia. Allah akan meletakkan kefakiran di depan matanya, memecah keutuhannya, sementara dunia hanya akan datang padanya sesuai yang ditakdirkan untuknya" (HR. Al-Tirmidzy)
ahlan wa sahlan
01 September 2013
28 April 2013
2 Lantai 4

Bismillahirrahmanirrahim…
Membaca tulisan orang lain selalu
membuatku ingin juga menulis…
Maka jadilah aku mengetik lagi di senja ini…
Maka jadilah aku mengetik lagi di senja ini…
Hujan sore ini mendinginkan
segalanya, barangkali hendak meninabobokan mereka yang telah berkutat dengan
siang yang terik dan melelahkan…
Hari ini aku dan seorang
saudariku berjalan cepat dari lantai 4 sebuah gedung pertemuan yang penuh
dengan tawa dan senyuman menuju lantai 4 sebuah rumah sakit yang
perbandingannya tentu sebaliknya. Meskipun kami tetap tersenyum dan tertawa di rumah
sakit itu, tapi tetap saja suasananya berbeda, karena ada kecemasan di hati
semua orang yang ada di sana.
Pembelajaran kehidupan selalu ada
setiap saat, lantai 4 yang penuh senyum dan tawa itu membuatku bercerita lagi
tentang episode menyebalkan di masa lalu, sangat menyebalkan…. Tapi dari hati
yang paling dalam kuucapkan terima kasih banyak kepada para aktris yang
terlibat, karena sesuatu yang sangat menyebalkan itu benar-benar menjadi
pembuka sebuah kebaikan yang luar biasa akan sebuah rahasia kehidupan, yang
pernah sekilas kutahu tapi telah terlupa. Dan kini kupahami kembali, bahkan
lebih. Alhamdulillah… Sungguh aku bersyukur akan semua peristiwa di masa lalu…
Dan lantai 4 Rumah Sakit itu
mengingatkanku akan kecemasan di masa lalu, kecemasan yang luar biasa saat
orang yang paling kami cintai terbaring tak berdaya. Dan alhamdulillah Allah
berkenan kami melewatinya dan memberikan tenggang 6 bulan yang indah untuk kami
bisa bersama dalam senyum dan tawa, untuk akhirnya berpisah di waktu yang istimewa,
di hari yang istimewa. Alhamdulillah…
Selalu ada hikmah yang sangat
indah dalam setiap episode kehidupan bila kita menelaahnya. Hal yang
menyebalkan yang kualami tetaplah sangatlah menyebalkan tapi bila saja waktu
bisa diulang, maka aku tetap memilih untuk mengalaminya. Karena dengan hal
menyebalkan itu, kusadari keindahan kehidupan.
Kecemasan yang dulu itu menjadi
kenangan yang indah, karena dengannya aku belajar berprasangka baik di saat
paling genting sekalipun. Dan aku tak mengingatnya untuk menyesali lalu
menangis tersedu-sedu meratapi, melainkan mengenang Beliau dalam kenangan indah
untuk belajar ketegaran hidup dan untuk lebih banyak berbuat kebaikan atas nama
Beliau. Menurutku, itulah kecintaan dan kerinduan yang benar. Insya Allah…
Kutatap keluar jendela… telah
gelap…
Hujan pergi bersembunyi,
barangkali karena banyaknya doa dari Lantai 4 gedung yang mengganggunya. Atau
terlalu kasihan dengan doa Lantai 4 rumah sakit yang sangat diharapkan
pengabulannya.
Sepenggal episode lagi terlewati
dan alhamdulillah, ada dua Lantai 4 yang penuh makna.
Terima kasih Ya Allah atas hari ini
….
….
Post
Bismillah...
Akhirnya menulis lagi.
Hanya sekedar kawan, atas kelelahan yang tak berujung ini.
Lelah dengan kemalasan dan kebodohan ini. Padahal diri tak pernah berhenti berkoar-koar tentang semangat dan cita-cita, tapi ketika semua meredup maka jadi lemahlah juga dirinya.
maka bagaimanakah dia sebenarnya? patutnya dia malu dengan dirinya sendiri...
Hanya ingin menjadi seorang hafidzah saat ini, melanjutkan dengan semangat setoran hapalan yang tertunda pekan lalu. Atau menyelesaikan pekerjaan kantor yang menyita pikiran.
Ya Allah... kepadaMu kuharapkan pertolongan. Agar aku kembali rajin... Kembali bersemangat lagi... seperti sedia kala...
Allahumma aamiin..
Akhirnya menulis lagi.
Hanya sekedar kawan, atas kelelahan yang tak berujung ini.
Lelah dengan kemalasan dan kebodohan ini. Padahal diri tak pernah berhenti berkoar-koar tentang semangat dan cita-cita, tapi ketika semua meredup maka jadi lemahlah juga dirinya.
maka bagaimanakah dia sebenarnya? patutnya dia malu dengan dirinya sendiri...
Hanya ingin menjadi seorang hafidzah saat ini, melanjutkan dengan semangat setoran hapalan yang tertunda pekan lalu. Atau menyelesaikan pekerjaan kantor yang menyita pikiran.
Ya Allah... kepadaMu kuharapkan pertolongan. Agar aku kembali rajin... Kembali bersemangat lagi... seperti sedia kala...
Allahumma aamiin..
15 Desember 2012
Pirangnya Ginkgo bersama Pinknya Sakura
Bismillah…
Sabtu Desember… Satu Safar...
Semburat
itu tak lagi terlihat hingga tak tahu apakah dia masih ingin berteman atau
telah lari dari peredaran.
Disini
sendiri dan sunyi, membiarkan jemari mengukirkan apa saja yang ingin dia
ukirkan meski barangkali itu tak terlalu penting.
Masih
banyak hal yang penting sebenarnya, tapi kantuk yang merajai ini membuat
simfoni malas yang bersekutu dengan pusingnya sang kepala
Bila
boleh kubercerita, maka izinkan aku bercerita…. Izinkan sejenak sang penulis
amatir ini merangkaikan katanya menjadi sesuatu yang bisa membuatnya tersenyum
kelak. Di kemudian hari….
Daun ginko yang berwarna pirang… seperti
itulah perasaan lembut yang memenuhi hatinya. Diharapkannya itu benar dalam
setiap kesendiriannya meski dia ragu untuk menjadikan semuanya benar. Karena
yang kau pikir benar bisa saja menjadi sesuatu yang sangat salah.
Maka saat bintang bintang dia ajak
berdiskusi, mulailah segala hal itu dia sesali. Tapi apakah berguna penyesalan
itu bila saat terik datang dia kembali terjatuh dalam kubangan debu yang
menghalau matanya untuk melihat terangnya jalan yang dilaluinya?
Sebenarnya… air yang dia pakai untuk menyeka
matanya itu adalah sesuatu yang sangat berguna. Sayangnya dia sangat enggan
menggunakannya, malah membiarkan semua menutup matanya hingga dia kembali
terjatuh di setiap terik yang sama. Memalukan dan menyedihkan sebenarnya….
Seolah ilmu dan cahaya yang pernah dia rengkuh menjadi fatamorgana yang dia
lupakan.
Begitu saja dirinya….
Sosok bodoh yang selalu merasa lihai dan
pintar. Angkuh padahal dia terlalu idiot bahkan di matanya sendiri. Well… no
body s perfect katanya.. alasan sepele yang digunakannya untuk berkelit dari
setiap salahnya.
Hmmm…
Bunga bunga di jalan antang itu berguguran
di kala kulewat. Merah merona beterbangan… Entah bunga apa namanya, mungkin seperti sakura di musim
semi. Menceriakan hati….
Bila saja…
Sungguh bila saja…. Bila kubisa kembali…
kan kukatakan keras keras padanya….
“ittaqillah
ukhti… takutlah pada Allah…”
18 November 2012
"Bunga akan layu bila tidak kau sirami...."
Apakah aku memilih cinta yang salah?
Atau cinta yang salah memilih aku?
Sungguh setiap mengingat bahwa senyumpun kelak akan ditanya
Maka hilanglah senyum itu.
Salahkan cinta yang menggangguku?
Atau aku yang mulai mengganggunya?
Duhai...
Engkau cinta yang salah, Rabbku akan memurkaiku karenamu.
Bagaimana aku mengusirmu?
Saat tameng kukuatkan di depan hatiku, engkau merasuk dari belakang.
Saat butir penyesalan mengering, engkau datang merayu seolah menghibur
Maka kemanakah kan kubawa lari ketakutanku
ketakutan padamu
ketakutan pada diriku yang tak mampu menolakmu.
serta ketakutanku pada Rabb-ku...
Bismillah...
apakah cintamu itu salah saudariku?
Cinta itu tak salah....
yang salah adalah hal-hal yang menyebabkan cinta itu
dan hal-hal yang dikarenakan cinta itu.
karena sebenarnya kau juga tahu bahwa :
"Bunga akan layu bila tidak kau sirami...."
Atau cinta yang salah memilih aku?
Sungguh setiap mengingat bahwa senyumpun kelak akan ditanya
Maka hilanglah senyum itu.
Salahkan cinta yang menggangguku?
Atau aku yang mulai mengganggunya?
Duhai...
Engkau cinta yang salah, Rabbku akan memurkaiku karenamu.
Bagaimana aku mengusirmu?
Saat tameng kukuatkan di depan hatiku, engkau merasuk dari belakang.
Saat butir penyesalan mengering, engkau datang merayu seolah menghibur
Maka kemanakah kan kubawa lari ketakutanku
ketakutan padamu
ketakutan pada diriku yang tak mampu menolakmu.
serta ketakutanku pada Rabb-ku...
Bismillah...
apakah cintamu itu salah saudariku?
Cinta itu tak salah....
yang salah adalah hal-hal yang menyebabkan cinta itu
dan hal-hal yang dikarenakan cinta itu.
karena sebenarnya kau juga tahu bahwa :
"Bunga akan layu bila tidak kau sirami...."
Langganan:
Postingan (Atom)


