HR. Al-Tirmidzy

"Barangsiapa yang obsesinya adalah akhirat, Allah akan mengaruniakan kekayaan dalam hatinya dan akan mengumpulkan untuknya kekuatannya dan dunia akan datang kepadanya dengan penuh ketundukan. Dan barangsiapa yang obsesinya adalah dunia. Allah akan meletakkan kefakiran di depan matanya, memecah keutuhannya, sementara dunia hanya akan datang padanya sesuai yang ditakdirkan untuknya" (HR. Al-Tirmidzy)

ahlan wa sahlan

01 September 2013

Kuliah lagi,,,,

Alhamdulillah,,,

Allah memberikan nikmatNya lagi. Meluluskanku di Universitas Impian dan membuatku mendapatkan beasiswa yang sangat besar (insya ALLAH) Alhamdulillah,,,

akhirnya aku kuliah lagi kawan. Dan impian 9 tahun yang lalu untuk masuk di Fakultas Kedokteran terkabul sudah. Subhanallah,, ternyata beginilah yang terbaik yang diskenariokan Allah untukku. 2005 mendaftar di Universitas ini Fakultas Kedokteran ternyata lulusnya baru tahun ini. Walau bukan jurusan Kedokteran seperti dulu, tapi ini lebih baik insya Allah...

Apa yang ingin kukisahkan sebenarnya adalah sedikit yang kufikirkan selama seminggu kuliah ini. Jadwal telah ada, tapi dosen belum semua yang masuk. Inikah potret Universitas Unggulan? Hmm.. agak miris juga rasanya bila seseorang mengajarkan etika, tanggung jawab dan kedisiplinan sedang mereka sendiri tidak tepat waktu. Bahkan tidak ada konfirmasi agar orang lain tidak menunggu berjam-jam dalam ketidakjelasan.

begitulah,,,
sedang pelajaran yang kuterima di minggu pertama mengingatkan betapa pentingnya ilmu syar'i. Bahwa sepatutnyalah orang-orang kesehatan itu memiliki pemahaman tentang agama ini. Karena di Rumah Sakit kita banyak berhadapan dengan orang-orang yang tertimpa musibah. dengan orang-orang yang lebih dulu meminta pertolongan pada dokter dan obat kimia. Dan menjadikan pengobatan syar'i sebagai alternatif.

berhubung ngantuk,,, nanti dilanjut tulisannya yah,,,
wassalam

Kepala di atas kepala

bismillah,,,

malam kembali padaku, kawan
entah apa yang dikatakannya
hatiku terlalu penuh untuk memikirkan
dan kepalaku sedang diatas kepala
berputar dalam melodi yang mengacaukan
tak bisa aku berfikir tenang

maka ketika malam semakin mendalam
dan kepala telah mulai tenang ditempatnya
jadilah aku kembali berada disini
dihadapmu mengurai sebuah kisah

Kehidupan telah jauh merumitkan segala
Sehingga tak mampu lagi kaki bergerak lincah
padahal ada banyak alasan kebaikan disana
sedih,,, saat ada yang tak terengkuh
saat seharusnya engkau berada dalam taman-taman surga
tapi kelelahan membuatmu terpaksa menapak di tempat
tak mampu bergerak atas nama kelemahan

begitu barangkali kehidupan, ada masa dimana kita memang harus beristirahat. Hanya saja kita tak tahu pasti, apakah alasan itu adalah benar atau hanya sekedar alasan yang menutupi kemalasan atau menutupi kekurang semangatan dalam jiwa.
maka biarlah saja aku berkata ini semua rumit. berbelit-belit dan terlalu menyusahkan.

bukan keluhan kawan, tapi begitulah kenyataan hidup.
meski kukatakan bahwa aku menyukai segala yang diberikan Allah padaku
dan sungguh kesyukuranku bukanlah dibawah rata-rata. insya Allah,,,
tapi, hidup selalu menjadi menyebalkan saat kau kehilangan moment kebaikan atau justru terjatuh dalam kesalahan berulang. kesalahan yang sangat kau tahu bahwa itu akan menjatuhkanmu pada azab yang berat.
maka disinilah aku menyesali semuanya.
menyesali betapa lemahnya diri ini.

Kuharapkan semua mimpiku akan kuwujudkan sebelum aku mati.
kuharapkan semua tugasku terselesaikan dengan baik dan jelas
kuinginkan semua sangkutan dan masalah kubereskan dengan tak tersisa
kudambakan mencapai target hapalanku, terhapus smua dosa2,,,
Dan aku berharap semua itu sebelum aku mati,

aamiin,, ya Robbal alamiin,,

28 April 2013

2 Lantai 4



Bismillahirrahmanirrahim…

Membaca tulisan orang lain selalu membuatku ingin juga menulis…
Maka jadilah aku mengetik lagi di senja ini…
Hujan sore ini mendinginkan segalanya, barangkali hendak meninabobokan mereka yang telah berkutat dengan siang yang terik dan melelahkan…
Hari ini aku dan seorang saudariku berjalan cepat dari lantai 4 sebuah gedung pertemuan yang penuh dengan tawa dan senyuman menuju lantai 4 sebuah rumah sakit yang perbandingannya tentu sebaliknya. Meskipun kami tetap tersenyum dan tertawa di rumah sakit itu, tapi tetap saja suasananya berbeda, karena ada kecemasan di hati semua orang yang ada di sana.
Pembelajaran kehidupan selalu ada setiap saat, lantai 4 yang penuh senyum dan tawa itu membuatku bercerita lagi tentang episode menyebalkan di masa lalu, sangat menyebalkan…. Tapi dari hati yang paling dalam kuucapkan terima kasih banyak kepada para aktris yang terlibat, karena sesuatu yang sangat menyebalkan itu benar-benar menjadi pembuka sebuah kebaikan yang luar biasa akan sebuah rahasia kehidupan, yang pernah sekilas kutahu tapi telah terlupa. Dan kini kupahami kembali, bahkan lebih. Alhamdulillah… Sungguh aku bersyukur akan semua peristiwa di masa lalu…
Dan lantai 4 Rumah Sakit itu mengingatkanku akan kecemasan di masa lalu, kecemasan yang luar biasa saat orang yang paling kami cintai terbaring tak berdaya. Dan alhamdulillah Allah berkenan kami melewatinya dan memberikan tenggang 6 bulan yang indah untuk kami bisa bersama dalam senyum dan tawa, untuk akhirnya berpisah di waktu yang istimewa, di hari yang istimewa. Alhamdulillah…
Selalu ada hikmah yang sangat indah dalam setiap episode kehidupan bila kita menelaahnya. Hal yang menyebalkan yang kualami tetaplah sangatlah menyebalkan tapi bila saja waktu bisa diulang, maka aku tetap memilih untuk mengalaminya. Karena dengan hal menyebalkan itu, kusadari keindahan kehidupan.
Kecemasan yang dulu itu menjadi kenangan yang indah, karena dengannya aku belajar berprasangka baik di saat paling genting sekalipun. Dan aku tak mengingatnya untuk menyesali lalu menangis tersedu-sedu meratapi, melainkan mengenang Beliau dalam kenangan indah untuk belajar ketegaran hidup dan untuk lebih banyak berbuat kebaikan atas nama Beliau. Menurutku, itulah kecintaan dan kerinduan yang benar. Insya Allah…
Kutatap keluar jendela… telah gelap…
Hujan pergi bersembunyi, barangkali karena banyaknya doa dari Lantai 4 gedung yang mengganggunya. Atau terlalu kasihan dengan doa Lantai 4 rumah sakit yang sangat diharapkan pengabulannya.
Sepenggal episode lagi terlewati dan alhamdulillah, ada dua Lantai 4 yang penuh makna.
Terima kasih Ya Allah atas hari ini
….

Post

Bismillah...
Akhirnya menulis lagi.
Hanya sekedar kawan, atas kelelahan yang tak berujung ini.

Lelah dengan kemalasan dan kebodohan ini. Padahal diri tak pernah berhenti berkoar-koar tentang semangat dan cita-cita, tapi ketika semua meredup maka jadi lemahlah juga dirinya.
maka bagaimanakah dia sebenarnya? patutnya dia malu dengan dirinya sendiri...

Hanya ingin menjadi seorang hafidzah saat ini, melanjutkan dengan semangat setoran hapalan yang tertunda pekan lalu. Atau menyelesaikan pekerjaan kantor yang menyita pikiran.

Ya Allah... kepadaMu kuharapkan pertolongan. Agar aku kembali rajin... Kembali bersemangat lagi... seperti sedia kala...

Allahumma aamiin..