<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-122240342591980585</id><updated>2012-02-17T09:01:35.928+07:00</updated><category term='ketabahan'/><category term='ramadhan...'/><title type='text'>lupphenk stories....</title><subtitle type='html'>indahnya hidup karena Allah...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122240342591980585/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Maryam binti Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16746629603770609254</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_2-lMhV593iI/S-pb5eAuO-I/AAAAAAAAAB8/8K7hACRFrBk/S220/bunga.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>18</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-122240342591980585.post-708018446179673020</id><published>2011-03-25T10:20:00.001+07:00</published><updated>2011-03-25T13:18:55.948+07:00</updated><title type='text'>Kisah Adi dan Harnisa</title><content type='html'>Bismillahirrahmanirrahim…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makassar, 25 maret 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua anak bersaudara itu hampir seperti mumi yang terbungkus perban. Sekujur tubuh mereka dibalut perban karena penyakit yang menggerogoti tubuh mereka. Sesuatu yang akhirnya menghilangkan senyuman dan keceriaan anak-anak dari mata mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan… ceritakan masalah hidupmu yang selalu kau keluhkan setiap harinya, maka aku akan berkisah tentang mereka. Tentang adi dan harnisa. Maka, semoga kau tak lagi angkuh dengan keluh kesah derita hidupmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kisah yang diceritakan oleh seorang kerabatku yang ada hubungan dengan anak itu. Ayah anak itu hanyalah seorang petani dengan kehidupan yang memiriskan hati. Sedang sang ibu telah meninggal dunia karena sakit yang tiba-tiba. Menyusul 3 saudara ibunya dan dua orang lagi dalam keluarga itu, semuanya meninggal dalam waktu sekitar dua tahun.&lt;br /&gt;Ini mungkin yang dikatakan musibah diatas musibah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya sang ayah pindah ke pinggir gunung, daerah hutan di Barru. Yang awalnya hanya adi yang menderita kusta akhirnya adiknya pun tertular. Karena obat yang tidak teratur dan memang tidak ada wanita di rumah itu yang mampu merawat mereka. Maka, saat penyakit itu semakin parah menggerogoti mereka, mereka pun tiba di rumah sakit ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita terbiasa dengan parfum dan aroma yang mewangi di pakaian dan rumah kita, maka mungkin kita tak akan mampu bertahan saat melihat mereka di hari hari pertama sebelum perawatan intensif. Bau yang timbul dari luka di skujur tubuh mereka. Sementara sesekali mereka meringis saat lalat datang mengganggu dari segala arah. Mereka hanya mampu meringis meminta tolong pada sang ayah untuk mengipas agar lalat tak menyentuh dan menambah perih mereka.&lt;br /&gt;Kesabaran apa yang ada di dada sang ayah dengan semua musibahnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi, aku kesana lagi bersama K Tati. Kawan-kawan perawat ternyata telah menemani mereka. Merawat luka sembari menghibur mereka. Memberi semangat dan dorongan.&lt;br /&gt;Sementara Adi menangis dan terus menangis kesakitan saat cairan pembersih luka terasa perih di tubuhnya. Menangis dan berteriak, menyedihkan adiknya yang dia dengar sudah tak lama lagi. Menangis.. hingga susu ultra, oreo dan wafelatos yang kubawakan pun tak mampu meredam kesedihan dan airmatanya.&lt;br /&gt;“adi… sabar nah… semua orang disini sayang sama Adi.. Istighfar Adi.. berdoa..” kata salah seorang perawat.&lt;br /&gt;Maka Adi pun bersuara nyaring berdoa, mendoakan adiknya, beristighfar dan terus menyebut nama Allah sembari menahan sakit yang dirasanya.&lt;br /&gt;Sementara Harnisa, putri kecil itu hanya terdiam dengan tatapan kosong memilukan hati saat perbannya diganti. Dia telah kehilangan sebagian wajahnya… dan kehilangan kehidupan kanak-kanaknya.. maka beban bagaimana yang ada di dada kecil itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan… dia adik kita. Dia saudara kita. Bila kita terbiasa larut dengan masalah yang kita kira kitalah orang yang paling menderita sedunia. Maka tengoklah, dua anak yatim itu. Tengoklah ayah itu. Sungguh, bila beban mereka dikalungkan di leher kita, mungkin kita akan mati di tempat karena beratnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ini, kuminta dengan tulus.. Doakanlah mereka… Sungguh kawan.. Doakan mereka..&lt;br /&gt;Bila tanganmu mampu, maka bantu mereka dengan wujud nyata, dengan cinta yang nyata. Bila tidak, bersungguh-sungguhlah dalam mendoakan mereka…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah… Dua adikku tengah Engkau uji dengan penyakit seperti yang Kau ujikan kepada salah seorang Nabi-Mu. Maka kuasa-Mu meliputi segala sesuatu, jadikanlah mereka lulus ujian dan menjadi sehat. Sehingga mereka bisa menjadi pemuda-pemudi yang sholeh dan sholihah kelak… Insya Allah… Amin ya Robbal Alamin…”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/122240342591980585-708018446179673020?l=lupphenkcute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/feeds/708018446179673020/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/2011/03/kisah-adi-dan-harnisa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122240342591980585/posts/default/708018446179673020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122240342591980585/posts/default/708018446179673020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/2011/03/kisah-adi-dan-harnisa.html' title='Kisah Adi dan Harnisa'/><author><name>Maryam binti Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16746629603770609254</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_2-lMhV593iI/S-pb5eAuO-I/AAAAAAAAAB8/8K7hACRFrBk/S220/bunga.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-122240342591980585.post-7285807573773484630</id><published>2011-01-28T19:08:00.000+07:00</published><updated>2011-01-28T19:18:29.800+07:00</updated><title type='text'>Mau Tidur</title><content type='html'>Ingin menulis sedikit... menumpahkan sedikit agar tak jadi penyakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak ada komentar dariku&lt;br /&gt;karena pertempuran ini melelahkanku&lt;br /&gt;sementara musuh terus membisikiku dalam dimensi yg aku tak tahu&lt;br /&gt;apakah yg benar itu dia? aku? atau kau?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bukan lagi tentang bunga dan kupu kupu&lt;br /&gt;bukan melodi dalam mimpi&lt;br /&gt;karena semua telah luruh dalam kubangan debu&lt;br /&gt;sedang mimpi hanyalah ilusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tentang apa ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tentang kebodohan mungkin?&lt;br /&gt;atau kelengahan dalam kelalaian&lt;br /&gt;atau terjatuh dalam permainan penipuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabbi...&lt;br /&gt;sampai kapan kelalaian ini??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang bertanya : "apakah syaitan itu pernah tertidur??"&lt;br /&gt;Sang syaikh mjawab : "seandainya syaitan itu pernah tertidur tentu kita dpt beristirahat sejenak, tapi tidak. Syaitan itu tidak pernah tidur!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dia" tidak pernah tidur, tp selalu menyuruhku "tidur"&lt;br /&gt;uuuugggghhh....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a'udzubillahiminassyaitonirrojiim......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/122240342591980585-7285807573773484630?l=lupphenkcute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/feeds/7285807573773484630/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/2011/01/mau-tidur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122240342591980585/posts/default/7285807573773484630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122240342591980585/posts/default/7285807573773484630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/2011/01/mau-tidur.html' title='Mau Tidur'/><author><name>Maryam binti Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16746629603770609254</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_2-lMhV593iI/S-pb5eAuO-I/AAAAAAAAAB8/8K7hACRFrBk/S220/bunga.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-122240342591980585.post-1437205138075998949</id><published>2010-12-07T13:52:00.000+07:00</published><updated>2010-12-07T13:57:30.086+07:00</updated><title type='text'>koper dan ransel</title><content type='html'>Makassar dalam untaian oktober&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarkan aku menulis ini. Karena barangkali ini menjadi tulisanku yang terakhir sebelum akhirnya aku pergi dengan penerbangan pertama di hari pertama.&lt;br /&gt;Bagaimana kan kulewati masa ini?&lt;br /&gt;Disaat kecemasan datang silih tak berhenti.&lt;br /&gt;Kecemasan dunia dan kecemasan akhirat.&lt;br /&gt;Aku sungguh tercekat…&lt;br /&gt;Dimanakah orang-orang mati itu?&lt;br /&gt;Mereka sekalipun tak menjawab saat aku sibuk memanggil-manggil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esok aku pergi…&lt;br /&gt;Apa yang kubawa?&lt;br /&gt;Aku membawa terlalu banyak hal&lt;br /&gt;Sangat banyak.&lt;br /&gt;Amat sangat banyak.&lt;br /&gt;Sehingga beban di punggungku semakin terasa berat dan nyeri pinggangku mulai kembali menggeliat.&lt;br /&gt;Koperku penuh dengan baju dan perlengkapan&lt;br /&gt;Ransel pun kupenuhi buku dan segala peralatan&lt;br /&gt;Tapi andai yang penuh hanya itu maka mungkin tak seberapa penatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku membawa banyak uang dan beban. Dan keduanya sangat menyebalkan. Aku yang tahu mengapa&lt;br /&gt;Hatiku dipenuhi dosa dan kebaikan. Dan keduanya merisaukanku. Aku juga yang tahu apa sebab&lt;br /&gt;Sedang kepalaku dipenuhi pikiran dan kecemasan.&lt;br /&gt;Bukan sekedar tentang disana tapi juga tentang kelak yang disana.&lt;br /&gt;Dengan semua beban itu, bagaimana aku melangkah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuhela nafasku…&lt;br /&gt;Kupandangi diriku yang bernafas satu-satu&lt;br /&gt;Sedikit lagi yang tersisa tentang waktu&lt;br /&gt;Untuk itu bantu aku..&lt;br /&gt;Kumohon… berdoalah untukku…&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makassar dalam melodi November&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini aku kembali berdiri. Di kotaku ini&lt;br /&gt;Dalam senyuman yang tak mau berhenti&lt;br /&gt;Perjalanan jauhku kemarin berakhir dengan kisah-kisah yang kusyukuri&lt;br /&gt;Saat aku menahan nafas diatas awan, dan langit mempersembahkan keindahannya.&lt;br /&gt;Saat mataku basah karena pepohonan tinggi di sekelilingku&lt;br /&gt;Saat sejuk hijau daun teh memenuhi mataku&lt;br /&gt;Saat air yang mengalir jernih di sungai kecil ternyata terus mengalir ke dalam jiwa dan menyentuh sudut yang selalu kotor.&lt;br /&gt;Disitulah dia… mengalir dan menjadi titik haru dimataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah… Maha Suci Rabb-ku atas alam yang mempesona&lt;br /&gt;Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan?&lt;br /&gt;Dan tangispun semakin menjadi di mesjid puncak gunung itu.&lt;br /&gt;Subhanallah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini disini..&lt;br /&gt;Bebanku masih begitu. &lt;br /&gt;Sesak dijiwaku masih menyempitkan jalan nafasku.&lt;br /&gt;Tapi sang perjalanan memberiku senyum yang tak mau berhenti&lt;br /&gt;Memberiku pelajaran hakikat dari sebuah arti&lt;br /&gt;Maka meski waktu pulang dengan penerbangan terakhir.&lt;br /&gt;Cuaca buruk merisaukan seolah aku akan jatuh lalu mati.&lt;br /&gt;Disini aku kembali&lt;br /&gt;Dan aku takkan berhenti berlari&lt;br /&gt;Karena aku semakin yakin.. dengan apa yang kuyakini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Ya Robb.. jadikan aku semakin mencintai-Mu.. semakin dan semakin)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/122240342591980585-1437205138075998949?l=lupphenkcute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/feeds/1437205138075998949/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/2010/12/koper-dan-ransel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122240342591980585/posts/default/1437205138075998949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122240342591980585/posts/default/1437205138075998949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/2010/12/koper-dan-ransel.html' title='koper dan ransel'/><author><name>Maryam binti Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16746629603770609254</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_2-lMhV593iI/S-pb5eAuO-I/AAAAAAAAAB8/8K7hACRFrBk/S220/bunga.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-122240342591980585.post-8693738874480518210</id><published>2010-08-10T13:40:00.000+07:00</published><updated>2010-08-10T13:40:37.063+07:00</updated><title type='text'>Suntikan Pengobatan Membatalkan Shaum?</title><content type='html'>&lt;a href="http://wimakassar.org/wp/suntikan-pengobatan-membatalkan-shaum/"&gt;Suntikan Pengobatan Membatalkan Shaum?&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/122240342591980585-8693738874480518210?l=lupphenkcute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://wimakassar.org/wp/suntikan-pengobatan-membatalkan-shaum/' title='Suntikan Pengobatan Membatalkan Shaum?'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/feeds/8693738874480518210/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/2010/08/suntikan-pengobatan-membatalkan-shaum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122240342591980585/posts/default/8693738874480518210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122240342591980585/posts/default/8693738874480518210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/2010/08/suntikan-pengobatan-membatalkan-shaum.html' title='Suntikan Pengobatan Membatalkan Shaum?'/><author><name>Maryam binti Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16746629603770609254</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_2-lMhV593iI/S-pb5eAuO-I/AAAAAAAAAB8/8K7hACRFrBk/S220/bunga.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-122240342591980585.post-171546087199879475</id><published>2010-06-03T10:18:00.000+07:00</published><updated>2010-06-03T10:21:36.418+07:00</updated><title type='text'>Proses Syari Sebuah Pernikahan</title><content type='html'>Proses mencari jodoh dalam Islam bukanlah “membeli kucing dalam karung” sebagaimana sering dituduhkan. Namun justru diliputi oleh perkara yang penuh adab. Bukan “coba dulu baru beli” kemudian “habis manis sepah dibuang”, sebagaimana jamaknya pacaran kawula muda di masa sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam telah memberikan konsep yang jelas tentang tatacara ataupun proses sebuah pernikahan yang berlandaskan Al-Qur`an dan As-Sunnah yang shahih. Berikut ini kami bawakan perinciannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengenal calon pasangan hidup&lt;br /&gt;Sebelum seorang lelaki memutuskan untuk menikahi seorang wanita, tentunya ia harus mengenal terlebih dahulu siapa wanita yang hendak dinikahinya, begitu pula sebaliknya si wanita tahu siapa lelaki yang berhasrat menikahinya. Tentunya proses kenal-mengenal ini tidak seperti yang dijalani orang-orang yang tidak paham agama, sehingga mereka menghalalkan pacaran atau pertunangan dalam rangka penjajakan calon pasangan hidup, kata mereka. Pacaran dan pertunangan haram hukumnya tanpa kita sangsikan.&lt;br /&gt;Adapun mengenali calon pasangan hidup di sini maksudnya adalah mengetahui siapa namanya, asalnya, keturunannya, keluarganya, akhlaknya, agamanya dan informasi lain yang memang dibutuhkan. Ini bisa ditempuh dengan mencari informasi dari pihak ketiga, baik dari kerabat si lelaki atau si wanita ataupun dari orang lain yang mengenali si lelaki/si wanita.&lt;br /&gt;Yang perlu menjadi perhatian, hendaknya hal-hal yang bisa menjatuhkan kepada fitnah (godaan setan) dihindari kedua belah pihak seperti bermudah-mudahan melakukan hubungan telepon, sms, surat-menyurat, dengan alasan ingin ta’aruf (kenal-mengenal) dengan calon suami/istri. Jangankan baru ta’aruf, yang sudah resmi meminang pun harus menjaga dirinya dari fitnah. Karenanya, ketika Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdillah Al-Fauzan hafizhahullah ditanya tentang pembicaraan melalui telepon antara seorang pria dengan seorang wanita yang telah dipinangnya, beliau menjawab, “Tidak apa-apa seorang laki-laki berbicara lewat telepon dengan wanita yang telah dipinangnya, bila memang pinangannya telah diterima dan pembicaraan yang dilakukan dalam rangka mencari pemahaman sebatas kebutuhan yang ada, tanpa adanya fitnah. Namun bila hal itu dilakukan lewat perantara wali si wanita maka lebih baik lagi dan lebih jauh dari keraguan/fitnah. Adapun pembicaraan yang biasa dilakukan laki-laki dengan wanita, antara pemuda dan pemudi, padahal belum berlangsung pelamaran di antara mereka, namun tujuannya untuk saling mengenal, sebagaimana yang mereka istilahkan, maka ini mungkar, haram, bisa mengarah kepada fitnah serta menjerumuskan kepada perbuatan keji. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;فَلاَ تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلاً مَعْرُوفًا&lt;br /&gt;“Maka janganlah kalian tunduk (lembut mendayu-dayu) dalam berbicara sehingga berkeinginan jeleklah orang yang di hatinya ada penyakit dan ucapkanlah ucapan yang ma’ruf.” (Al-Ahzab: 32)&lt;br /&gt;Seorang wanita tidak sepantasnya berbicara dengan laki-laki ajnabi kecuali bila ada kebutuhan dengan mengucapkan perkataan yang ma’ruf, tidak ada fitnah di dalamnya dan tidak ada keraguan (yang membuatnya dituduh macam-macam).” (Al-Muntaqa min Fatawa Fadhilatusy Syaikh Shalih bin Fauzan 3/163-164)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal yang perlu diperhatikan&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang disenangi bagi laki-laki untuk memerhatikannya:&lt;br /&gt; Wanita itu shalihah, karena Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;تُنْكَحُ النِّسَاءُ لِأَرْبَعَةٍ: لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَلِهَا وَلِدِيْنِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ&lt;br /&gt;“Wanita itu (menurut kebiasaan yang ada, pent.) dinikahi karena empat perkara, bisa jadi karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka pilihlah olehmu wanita yang memiliki agama. Bila tidak, engkau celaka.” (HR. Al-Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 3620 dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu)&lt;br /&gt; Wanita itu subur rahimnya. Tentunya bisa diketahui dengan melihat ibu atau saudara perempuannya yang telah menikah.&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda:&lt;br /&gt;تَزَوَّجُوْا الْوَدُوْدَ الْوَلُوْدَ، فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمْ&lt;br /&gt;“Nikahilah oleh kalian wanita yang penyayang lagi subur, karena aku berbangga-bangga di hadapan umat yang lain pada kiamat dengan banyaknya jumlah kalian.” (HR. An-Nasa`i no. 3227, Abu Dawud no. 1789, dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Irwa`ul Ghalil no. 1784)&lt;br /&gt; Wanita tersebut masih gadis1, yang dengannya akan dicapai kedekatan yang sempurna.&lt;br /&gt;Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma ketika memberitakan kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa ia telah menikah dengan seorang janda, beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;فَهَلاَّ جَارِيَةً تُلاَعِبُهَا وَتُلاَعِبُكَ؟&lt;br /&gt;“Mengapa engkau tidak menikah dengan gadis hingga engkau bisa mengajaknya bermain dan dia bisa mengajakmu bermain?!”&lt;br /&gt;Namun ketika Jabir mengemukakan alasannya, bahwa ia memiliki banyak saudara perempuan yang masih belia, sehingga ia enggan mendatangkan di tengah mereka perempuan yang sama mudanya dengan mereka sehingga tak bisa mengurusi mereka, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam memujinya, “Benar apa yang engkau lakukan.” (HR. Al-Bukhari no. 5080, 4052 dan Muslim no. 3622, 3624)&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;عَلَيْكُمْ بِالْأَبْكَارِ، فَإِنَّهُنَّ أَعْذَبُ أَفْوَاهًا وَأَنْتَقُ أَرْحَامًا وَأَرْضَى بِالْيَسِيْرِ&lt;br /&gt;“Hendaklah kalian menikah dengan para gadis karena mereka lebih segar mulutnya, lebih banyak anaknya, dan lebih ridha dengan yang sedikit.” (HR. Ibnu Majah no. 1861, dihasankan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Ash-Shahihah no. 623)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Nazhar (melihat calon pasangan hidup)&lt;br /&gt;Seorang wanita pernah datang kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk menghibahkan dirinya. Si wanita berkata:&lt;br /&gt;ياَ رَسُوْلَ اللهِ، جِئْتُ أَهَبُ لَكَ نَفْسِي. فَنَظَرَ إِلَيْهَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم فَصَعَّدَ النَّظَرَ فِيْهَا وَصَوَّبَهُ، ثُمَّ طَأْطَأَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم رًأْسَهُ&lt;br /&gt;“Wahai Rasulullah! Aku datang untuk menghibahkan diriku kepadamu.” Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pun melihat ke arah wanita tersebut. Beliau mengangkat dan menurunkan pandangannya kepada si wanita. Kemudian beliau menundukkan kepalanya. (HR. Al-Bukhari no. 5087 dan Muslim no. 3472)&lt;br /&gt;Hadits ini menunjukkan bila seorang lelaki ingin menikahi seorang wanita maka dituntunkan baginya untuk terlebih dahulu melihat calonnya tersebut dan mengamatinya. (Al-Minhaj Syarhu Shahih Muslim, 9/215-216)&lt;br /&gt;Oleh karena itu, ketika seorang sahabat ingin menikahi wanita Anshar, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menasihatinya:&lt;br /&gt;انْظُرْ إِلَيْهَا، فَإِنَّ فِي أَعْيُنِ الْأَنْصَارِ شَيْئًا، يَعْنِي الصِّغَرَ&lt;br /&gt;“Lihatlah wanita tersebut, karena pada mata orang-orang Anshar ada sesuatu.” Yang beliau maksudkan adalah mata mereka kecil. (HR. Muslim no. 3470 dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu)&lt;br /&gt;Demikian pula ketika Al-Mughirah bin Syu’bah radhiyallahu 'anhu meminang seorang wanita, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya kepadanya, “Apakah engkau telah melihat wanita yang kau pinang tersebut?” “Belum,” jawab Al-Mughirah. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;انْظُرْ إِلَيْهَا، فَإِنَّهُ أَحْرَى أَنْ يُؤْدَمَ بَيْنَكُمَا&lt;br /&gt;“Lihatlah wanita tersebut, karena dengan seperti itu akan lebih pantas untuk melanggengkan hubungan di antara kalian berdua (kelak).” (HR. An-Nasa`i no. 3235, At-Tirmidzi no.1087. Dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Ash-Shahihah no. 96)&lt;br /&gt;Al-Imam Al-Baghawi rahimahullahu berkata, “Dalam sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam kepada Al-Mughirah radhiyallahu 'anhu: “Apakah engkau telah melihat wanita yang kau pinang tersebut?” ada dalil bahwa sunnah hukumnya ia melihat si wanita sebelum khitbah (pelamaran), sehingga tidak memberatkan si wanita bila ternyata ia membatalkan khitbahnya karena setelah nazhar ternyata ia tidak menyenangi si wanita.” (Syarhus Sunnah 9/18)&lt;br /&gt;Bila nazhar dilakukan setelah khitbah, bisa jadi dengan khitbah tersebut si wanita merasa si lelaki pasti akan menikahinya. Padahal mungkin ketika si lelaki melihatnya ternyata tidak menarik hatinya lalu membatalkan lamarannya, hingga akhirnya si wanita kecewa dan sakit hati. (Al-Minhaj Syarhu Shahih Muslim, 9/214)&lt;br /&gt;Sahabat Muhammad bin Maslamah radhiyallahu 'anhu berkata, “Aku meminang seorang wanita, maka aku bersembunyi untuk mengintainya hingga aku dapat melihatnya di sebuah pohon kurmanya.” Maka ada yang bertanya kepada Muhammad, “Apakah engkau melakukan hal seperti ini padahal engkau adalah sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam?” Kata Muhammad, “Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;إِذَا أَلْقَى اللهُ فيِ قَلْبِ امْرِئٍ خِطْبَةَ امْرَأَةٍ، فَلاَ بَأْسَ أَنْ يَنْظُرَ إِلَيْهَا&lt;br /&gt;“Apabila Allah melemparkan di hati seorang lelaki (niat) untuk meminang seorang wanita maka tidak apa-apa baginya melihat wanita tersebut.” (HR. Ibnu Majah no. 1864, dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Ibni Majah dan Ash-Shahihah no. 98)&lt;br /&gt;Al-Imam Al-Albani rahimahullahu berkata, “Boleh melihat wanita yang ingin dinikahi walaupun si wanita tidak mengetahuinya ataupun tidak menyadarinya.” Dalil dari hal ini sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;إِذَا خَطَبَ أَحَدُكُمُ امْرَأَةً، فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَنْظُرَ إِلَيْهَا إِذَا كَانَ إِنَّمَا يَنْظُرُ إِلَيْهَا لِخِطْبَتِهِ، وَإِنْ كَانَتْ لاَ تَعْلَمُ&lt;br /&gt;‘Apabila seorang dari kalian ingin meminang seorang wanita, maka tidak ada dosa baginya melihat si wanita apabila memang tujuan melihatnya untuk meminangnya, walaupun si wanita tidak mengetahui (bahwa dirinya sedang dilihat).” (HR. Ath-Thahawi, Ahmad 5/424 dan Ath-Thabarani dalam Al-Mu’jamul Ausath 1/52/1/898, dengan sanad yang shahih, lihat Ash-Shahihah 1/200)&lt;br /&gt;Pembolehan melihat wanita yang hendak dilamar walaupun tanpa sepengetahuan dan tanpa seizinnya ini merupakan pendapat yang dipegangi jumhur ulama.&lt;br /&gt;Adapun Al-Imam Malik rahimahullahu dalam satu riwayat darinya menyatakan, “Aku tidak menyukai bila si wanita dilihat dalam keadaan ia tidak tahu karena khawatir pandangan kepada si wanita terarah kepada aurat.” Dan dinukilkan dari sekelompok ahlul ilmi bahwasanya tidak boleh melihat wanita yang dipinang sebelum dilangsungkannya akad karena si wanita masih belum jadi istrinya. (Al-Hawil Kabir 9/35, Syarhul Ma’anil Atsar 2/372, Al-Minhaj Syarhu Shahih Muslim 9/214, Fathul Bari 9/158)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haramnya berduaan dan bersepi-sepi tanpa mahram ketika nazhar&lt;br /&gt;Sebagai catatan yang harus menjadi perhatian bahwa ketika nazhar tidak boleh lelaki tersebut berduaan saja dan bersepi-sepi tanpa mahram (berkhalwat) dengan si wanita. Karena Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِي مَحْرَمٍ&lt;br /&gt;“Sekali-kali tidak boleh seorang laki-laki bersepi-sepi dengan seorang wanita kecuali wanita itu bersama mahramnya.” (HR. Al-Bukhari no. 1862 dan Muslim no. 3259)&lt;br /&gt;Karenanya si wanita harus ditemani oleh salah seorang mahramnya, baik saudara laki-laki atau ayahnya. (Fiqhun Nisa` fil Khithbah waz Zawaj, hal. 28)&lt;br /&gt;Bila sekiranya tidak memungkinkan baginya melihat wanita yang ingin dipinang, boleh ia mengutus seorang wanita yang tepercaya guna melihat/mengamati wanita yang ingin dipinang untuk kemudian disampaikan kepadanya. (An-Nazhar fi Ahkamin Nazhar bi Hassatil Bashar, Ibnul Qaththan Al-Fasi hal. 394, Al-Minhaj Syarhu Shahih Muslim, 9/214, Al-Mulakhkhash Al-Fiqhi, 2/280)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batasan yang boleh dilihat dari seorang wanita&lt;br /&gt;Ketika nazhar, boleh melihat si wanita pada bagian tubuh yang biasa tampak di depan mahramnya. Bagian ini biasa tampak dari si wanita ketika ia sedang bekerja di rumahnya, seperti wajah, dua telapak tangan, leher, kepala, dua betis, dua telapak kaki dan semisalnya. Karena adanya hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;إِذَا خَطَبَ أَحَدُكُمُ الْمَرْأَةَ، فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ يَنْظُرَ إِلَي مَا يَدْعُوهُ إِلىَ نِكَاحِهَا فَلْيَفْعَلْ&lt;br /&gt;“Bila seorang dari kalian meminang seorang wanita, lalu ia mampu melihat dari si wanita apa yang mendorongnya untuk menikahinya, maka hendaklah ia melakukannya.” (HR. Abu Dawud no. 2082 dihasankan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Ash-Shahihah no. 99)&lt;br /&gt;Di samping itu, dilihat dari adat kebiasaan masyarakat, melihat bagian-bagian itu bukanlah sesuatu yang dianggap memberatkan atau aib. Juga dilihat dari pengamalan yang ada pada para sahabat. Sahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma ketika melamar seorang perempuan, ia pun bersembunyi untuk melihatnya hingga ia dapat melihat apa yang mendorongnya untuk menikahi si gadis, karena mengamalkan hadits tersebut. Demikian juga Muhammad bin Maslamah radhiyallahu 'anhu sebagaimana telah disinggung di atas. Sehingga cukuplah hadits-hadits ini dan pemahaman sahabat sebagai hujjah untuk membolehkan seorang lelaki untuk melihat lebih dari sekadar wajah dan dua telapak tangan2.&lt;br /&gt;Al-Imam Ibnu Qudamah rahimahullahu berkata, “Sisi kebolehan melihat bagian tubuh si wanita yang biasa tampak adalah ketika Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam mengizinkan melihat wanita yang hendak dipinang dengan tanpa sepengetahuannya. Dengan demikian diketahui bahwa beliau mengizinkan melihat bagian tubuh si wanita yang memang biasa terlihat karena tidak mungkin yang dibolehkan hanya melihat wajah saja padahal ketika itu tampak pula bagian tubuhnya yang lain, tidak hanya wajahnya. Karena bagian tubuh tersebut memang biasa terlihat. Dengan demikian dibolehkan melihatnya sebagaimana dibolehkan melihat wajah. Dan juga karena si wanita boleh dilihat dengan perintah penetap syariat berarti dibolehkan melihat bagian tubuhnya sebagaimana yang dibolehkan kepada mahram-mahram si wanita.” (Al-Mughni, fashl Ibahatun Nazhar Ila Wajhil Makhthubah)&lt;br /&gt;Memang dalam masalah batasan yang boleh dilihat ketika nazhar ini didapatkan adanya perselisihan pendapat di kalangan ulama3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Khithbah (peminangan)&lt;br /&gt;Seorang lelaki yang telah berketetapan hati untuk menikahi seorang wanita, hendaknya meminang wanita tersebut kepada walinya.&lt;br /&gt;Apabila seorang lelaki mengetahui wanita yang hendak dipinangnya telah terlebih dahulu dipinang oleh lelaki lain dan pinangan itu diterima, maka haram baginya meminang wanita tersebut. Karena Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda:&lt;br /&gt;لاَ يَخْطُبُ الرَّجُلُ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيْهِ حَتَّى يَنْكِحَ أَوْ يَتْرُكَ&lt;br /&gt;“Tidak boleh seseorang meminang wanita yang telah dipinang oleh saudaranya hingga saudaranya itu menikahi si wanita atau meninggalkannya (membatalkan pinangannya).” (HR. Al-Bukhari no. 5144)&lt;br /&gt;Dalam riwayat Muslim (no. 3449) disebutkan:&lt;br /&gt;الْمُؤْمِنُ أَخُو الْمُؤْمِنِ، فَلاَ يَحِلُّ لِلْمُؤْمِنِ أَنْ يَبْتَاعَ عَلى بَيْعِ أَخِيْهِ وَلاَ يَخْطُبَ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيْهِ حَتَّى يَذَرَ&lt;br /&gt;“Seorang mukmin adalah saudara bagi mukmin yang lain. Maka tidaklah halal baginya menawar barang yang telah dibeli oleh saudaranya dan tidak halal pula baginya meminang wanita yang telah dipinang oleh saudaranya hingga saudaranya meninggalkan pinangannya (membatalkan).”&lt;br /&gt;Perkara ini merugikan peminang yang pertama, di mana bisa jadi pihak wanita meminta pembatalan pinangannya disebabkan si wanita lebih menyukai peminang kedua. Akibatnya, terjadi permusuhan di antara sesama muslim dan pelanggaran hak. Bila peminang pertama ternyata ditolak atau peminang pertama mengizinkan peminang kedua untuk melamar si wanita, atau peminang pertama membatalkan pinangannya maka boleh bagi peminang kedua untuk maju. (Al-Mulakhkhash Al-Fiqhi, 2/282)&lt;br /&gt;Setelah pinangan diterima tentunya ada kelanjutan pembicaraan, kapan akad nikad akan dilangsungkan. Namun tidak berarti setelah peminangan tersebut, si lelaki bebas berduaan dan berhubungan dengan si wanita. Karena selama belum akad keduanya tetap ajnabi, sehingga janganlah seorang muslim bermudah-mudahan dalam hal ini. (Fiqhun Nisa fil Khithbah waz Zawaj, hal. 28)&lt;br /&gt;Jangankan duduk bicara berduaan, bahkan ditemani mahram si wanita pun masih dapat mendatangkan fitnah. Karenanya, ketika Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullahu dimintai fatwa tentang seorang lelaki yang telah meminang seorang wanita, kemudian di hari-hari setelah peminangan, ia biasa bertandang ke rumah si wanita, duduk sebentar bersamanya dengan didampingi mahram si wanita dalam keadaan si wanita memakai hijab yang syar’i. Berbincanglah si lelaki dengan si wanita. Namun pembicaraan mereka tidak keluar dari pembahasan agama ataupun bacaan Al-Qur`an. Lalu apa jawaban Syaikh rahimahullahu? Beliau ternyata berfatwa, “Hal seperti itu tidak sepantasnya dilakukan. Karena, perasaan pria bahwa wanita yang duduk bersamanya telah dipinangnya secara umum akan membangkitkan syahwat. Sementara bangkitnya syahwat kepada selain istri dan budak perempuan yang dimiliki adalah haram. Sesuatu yang mengantarkan kepada keharaman, hukumnya haram pula.” (Fatawa Asy-Syaikh Muhammad Shalih Al-Utsaimin, 2/748)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu diperhatikan oleh wali&lt;br /&gt;Ketika wali si wanita didatangi oleh lelaki yang hendak meminang si wanita atau ia hendak menikahkan wanita yang di bawah perwaliannya, seharusnya ia memerhatikan perkara berikut ini:&lt;br /&gt; Memilihkan suami yang shalih dan bertakwa. Bila yang datang kepadanya lelaki yang demikian dan si wanita yang di bawah perwaliannya juga menyetujui maka hendaknya ia menikahkannya karena Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda:&lt;br /&gt;إِذَا خَطَبَ إِلَيْكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِيْنَهُ وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوْهُ، إِلاَّ تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي اْلأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيْضٌ&lt;br /&gt;“Apabila datang kepada kalian (para wali) seseorang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya (untuk meminang wanita kalian) maka hendaknya kalian menikahkan orang tersebut dengan wanita kalian. Bila kalian tidak melakukannya niscaya akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang besar.” (HR. At-Tirmidzi no. 1084, dihasankan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Al-Irwa` no. 1868, Ash-Shahihah no. 1022)&lt;br /&gt; Meminta pendapat putrinya/wanita yang di bawah perwaliannya dan tidak boleh memaksanya.&lt;br /&gt;Persetujuan seorang gadis adalah dengan diamnya karena biasanya ia malu. Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata menyampaikan hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;لاَ تُنْكَحُ الْأَيِّمُ حَتَّى تُسْتَأْمَرَ وَلاَ تُنْكَحُ الْبِكْرُ حَتَّى تُسْتَأْذَنَ. قَالُوا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، كَيْفَ إِذْنُهَا؟ قَالَ: أَنْ تَسْكُتَ&lt;br /&gt;“Tidak boleh seorang janda dinikahkan hingga ia diajak musyawarah/dimintai pendapat dan tidak boleh seorang gadis dinikahkan sampai dimintai izinnya.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah! Bagaimana izinnya seorang gadis?” “Izinnya dengan ia diam,” jawab beliau. (HR. Al-Bukhari no. 5136 dan Muslim no. 3458)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Akad nikah&lt;br /&gt;Akad nikah adalah perjanjian yang berlangsung antara dua pihak yang melangsungkan pernikahan dalam bentuk ijab dan qabul.&lt;br /&gt;Ijab adalah penyerahan dari pihak pertama, sedangkan qabul adalah penerimaan dari pihak kedua. Ijab dari pihak wali si perempuan dengan ucapannya, misalnya: “Saya nikahkan anak saya yang bernama si A kepadamu dengan mahar sebuah kitab Riyadhus Shalihin.”&lt;br /&gt;Qabul adalah penerimaan dari pihak suami dengan ucapannya, misalnya: “Saya terima nikahnya anak Bapak yang bernama si A dengan mahar sebuah kitab Riyadhus Shalihin.”&lt;br /&gt;Sebelum dilangsungkannya akad nikah, disunnahkan untuk menyampaikan khutbah yang dikenal dengan khutbatun nikah atau khutbatul hajah. Lafadznya sebagai berikut:&lt;br /&gt;إِنَّ الْحَمْدَ لِلهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوبُ إِلَيْهِ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَلاَّ إِلَهَ إلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.&lt;br /&gt;يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. (آل عمران: 102)&lt;br /&gt;يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. (النساء: 1)&lt;br /&gt;يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا. (الأحزاب: 70-71)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Walimatul ‘urs&lt;br /&gt;Melangsungkan walimah ‘urs hukumnya sunnah menurut sebagian besar ahlul ilmi, menyelisihi pendapat sebagian mereka yang mengatakan wajib, karena adanya perintah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam kepada Abdurrahman bin Auf radhiyallahu 'anhu ketika mengabarkan kepada beliau bahwa dirinya telah menikah:&lt;br /&gt;أَوْلِمْ وَلَوْ بِشَاةٍ&lt;br /&gt;“Selenggarakanlah walimah walaupun dengan hanya menyembelih seekor kambing4.” (HR. Al-Bukhari no. 5167 dan Muslim no. 3475)&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sendiri menyelenggarakan walimah ketika menikahi istri-istrinya seperti dalam hadits Anas radhiyallahu 'anhu disebutkan:&lt;br /&gt;مَا أَوْلَمَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم عَلىَ شَيْءٍ مِنْ نِسَائِهِ مَا أَوْلَمَ عَلىَ زَيْنَبَ، أَوْلَمَ بِشَاةٍ&lt;br /&gt;“Tidaklah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menyelenggarakan walimah ketika menikahi istri-istrinya dengan sesuatu yang seperti beliau lakukan ketika walimah dengan Zainab. Beliau menyembelih kambing untuk acara walimahnya dengan Zainab.” (HR. Al-Bukhari no. 5168 dan Muslim no. 3489)&lt;br /&gt;Walimah bisa dilakukan kapan saja. Bisa setelah dilangsungkannya akad nikah dan bisa pula ditunda beberapa waktu sampai berakhirnya hari-hari pengantin baru. Namun disenangi tiga hari setelah dukhul, karena demikian yang dinukilkan dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata, “Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menikah dengan Shafiyyah radhiyallahu 'anha dan beliau jadikan kemerdekaan Shafiyyah sebagai maharnya. Beliau mengadakan walimah tiga hari kemudian.” (Al-Imam Al-Albani rahimahullahu berkata dalam Adabuz Zafaf hal. 74: “Diriwayatkan Abu Ya’la dengan sanad yang hasan sebagaimana dalam Fathul Bari (9/199) dan ada dalam Shahih Al-Bukhari secara makna.”)&lt;br /&gt;Hendaklah yang diundang dalam acara walimah tersebut orang-orang yang shalih, tanpa memandang dia orang kaya atau orang miskin. Karena kalau yang dipentingkan hanya orang kaya sementara orang miskinnya tidak diundang, maka makanan walimah tersebut teranggap sejelek-jelek makanan. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;شَرُّ الطَّعَامِ طَعَامُ الْوَلِيْمَةِ، يُدْعَى إِلَيْهَا اْلأَغْنِيَاءُ وَيُتْرَكُ الْمَسَاكِيْنُ&lt;br /&gt;“Sejelek-jelek makanan adalah makanan walimah di mana yang diundang dalam walimah tersebut hanya orang-orang kaya sementara orang-orang miskin tidak diundang.” (HR. Al-Bukhari no. 5177 dan Muslim no. 3507)&lt;br /&gt;Pada hari pernikahan ini disunnahkan menabuh duff (sejenis rebana kecil, tanpa keping logam di sekelilingnya -yang menimbulkan suara gemerincing-, ed.) dalam rangka mengumumkan kepada khalayak akan adanya pernikahan tersebut. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;فَصْلُ مَا بَيْنَ الْحَلاَلِ وَالْحَرَامِ الدُّفُّ وَالصَّوْتُ فِي النِّكَاحِ&lt;br /&gt;“Pemisah antara apa yang halal dan yang haram adalah duff dan shaut (suara) dalam pernikahan.” (HR. An-Nasa`i no. 3369, Ibnu Majah no. 1896. Dihasankan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Al-Irwa` no. 1994)&lt;br /&gt;Adapun makna shaut di sini adalah pengumuman pernikahan, lantangnya suara dan penyebutan/pembicaraan tentang pernikahan tersebut di tengah manusia. (Syarhus Sunnah 9/47,48)&lt;br /&gt;Al-Imam Al-Bukhari rahimahullahu menyebutkan satu bab dalam Shahih-nya, “Menabuh duff dalam acara pernikahan dan walimah” dan membawakan hadits Ar-Rubayyi’ bintu Mu’awwidz radhiyallahu 'anha yang mengisahkan kehadiran Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam pernikahannya. Ketika itu anak-anak perempuan memukul duff sembari merangkai kata-kata menyenandungkan pujian untuk bapak-bapak mereka yang terbunuh dalam perang Badr, sementara Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mendengarkannya. (HR. Al-Bukhari no. 5148)&lt;br /&gt;Dalam acara pernikahan ini tidak boleh memutar nyanyian-nyanyian atau memainkan alat-alat musik, karena semua itu hukumnya haram.&lt;br /&gt;Disunnahkan bagi yang menghadiri sebuah pernikahan untuk mendoakan kedua mempelai dengan dalil hadits Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata:&lt;br /&gt;أَنَّ النَّبِيَّّ صلى الله عليه وسلم كاَنَ إِذَا رَفَّأَ اْلإِنْسَاَن، إِذَا تَزَوَّجَ قَالَ: بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ&lt;br /&gt;“Adalah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bila mendoakan seseorang yang menikah, beliau mengatakan: ‘Semoga Allah memberkahi untukmu dan memberkahi atasmu serta mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan’.” (HR. At-Tirmidzi no. 1091, dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Setelah akad&lt;br /&gt;Ketika mempelai lelaki telah resmi menjadi suami mempelai wanita, lalu ia ingin masuk menemui istrinya maka disenangi baginya untuk melakukan beberapa perkara berikut ini:&lt;br /&gt;Pertama: Bersiwak terlebih dahulu untuk membersihkan mulutnya karena dikhawatirkan tercium aroma yang tidak sedap dari mulutnya. Demikian pula si istri, hendaknya melakukan yang sama. Hal ini lebih mendorong kepada kelanggengan hubungan dan kedekatan di antara keduanya. Didapatkan dari perbuatan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersiwak bila hendak masuk rumah menemui istrinya, sebagaimana berita dari Aisyah radhiyallahu 'anha (HR. Muslim no. 590).&lt;br /&gt;Kedua: Disenangi baginya untuk menyerahkan mahar bagi istrinya sebagaimana akan disebutkan dalam masalah mahar dari hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu 'anhuma.&lt;br /&gt;Ketiga: Berlaku lemah lembut kepada istrinya, dengan semisal memberinya segelas minuman ataupun yang semisalnya berdasarkan hadits Asma` bintu Yazid bin As-Sakan radhiyallahu 'anha, ia berkata, “Aku mendandani Aisyah radhiyallahu 'anha untuk dipertemukan dengan suaminya, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Setelah selesai aku memanggil Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk melihat Aisyah. Beliau pun datang dan duduk di samping Aisyah. Lalu didatangkan kepada beliau segelas susu. Beliau minum darinya kemudian memberikannya kepada Aisyah yang menunduk malu.” Asma` pun menegur Aisyah, “Ambillah gelas itu dari tangan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Aisyah pun mengambilnya dan meminum sedikit dari susu tersebut.” (HR. Ahmad, 6/438, 452, 458 secara panjang dan secara ringkas dengan dua sanad yang saling menguatkan, lihat Adabuz Zafaf, hal. 20)&lt;br /&gt;Keempat: Meletakkan tangannya di atas bagian depan kepala istrinya (ubun-ubunnya) sembari mendoakannya, dengan dalil sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;إِذَا تَزَوَّجَ أَحَدُكُمُ امْرَأَةً أَوِ اشْتَرَى خَادِمًا فَلْيَأْخُذْ بِنَاصِيَتِهَا وَلْيُسَمِّ اللهَ عز وجل وَلْيَدْعُ بِالْبَرَكَةِ وَلْيَقُلْ: اللّهمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهَا وَخَيْرِ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ&lt;br /&gt;“Apabila salah seorang dari kalian menikahi seorang wanita atau membeli seorang budak maka hendaklah ia memegang ubun-ubunnya, menyebut nama Allah Subhanahu wa Ta'ala, mendoakan keberkahan dan mengatakan: ‘Ya Allah, aku meminta kepada-Mu dari kebaikannya dan kebaikan apa yang Engkau ciptakan/tabiatkan dia di atasnya dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan apa yang Engkau ciptakan/tabiatkan dia di atasnya’.” (HR. Abu Dawud no. 2160, dihasankan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Sunan Abi Dawud)&lt;br /&gt;Kelima: Ahlul ‘ilmi ada yang memandang setelah dia bertemu dan mendoakan istrinya disenangi baginya untuk shalat dua rakaat bersamanya. Hal ini dinukilkan dari atsar Abu Sa’id maula Abu Usaid Malik bin Rabi’ah Al-Anshari. Ia berkata: “Aku menikah dalam keadaan aku berstatus budak. Aku mengundang sejumlah sahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, di antara mereka ada Ibnu Mas’ud, Abu Dzar, dan Hudzaifah radhiyallahu 'anhum. Lalu ditegakkan shalat, majulah Abu Dzar untuk mengimami. Namun orang-orang menyuruhku agar aku yang maju. Ketika aku menanyakan mengapa demikian, mereka menjawab memang seharusnya demikian. Aku pun maju mengimami mereka dalam keadaan aku berstatus budak. Mereka mengajariku dan mengatakan, “Bila engkau masuk menemui istrimu, shalatlah dua rakaat. Kemudian mintalah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dari kebaikannya dan berlindunglah dari kejelekannya. Seterusnya, urusanmu dengan istrimu.” (Diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf, demikian pula Abdurrazzaq. Al-Imam Al-Albani rahimahullahu berkata dalam Adabuz Zafaf hal. 23, “Sanadnya shahih sampai ke Abu Sa’id”).&lt;br /&gt;Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Namun bukan berarti janda terlarang baginya, karena dari keterangan di atas Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam memperkenankan Jabir radhiyallahu 'anhu memperistri seorang janda. Juga, semua istri Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dinikahi dalam keadaan janda, kecuali Aisyah x.&lt;br /&gt;3 Bahkan Al-Imam Ahmad rahimahullahu sampai memiliki beberapa riwayat dalam masalah ini, di antaranya:&lt;br /&gt;Pertama: Yang boleh dilihat hanya wajah si wanita saja.&lt;br /&gt;Kedua: Wajah dan dua telapak tangan. Sebagaimana pendapat ini juga dipegangi oleh Hanafiyyah, Malikiyyah, dan Syafi’iyyah.&lt;br /&gt;Ketiga: Boleh dilihat bagian tubuhnya yang biasa tampak di depan mahramnya dan bagian ini biasa tampak dari si wanita ketika ia sedang bekerja di rumahnya seperti wajah, dua telapak tangan, leher, kepala, dua betis, dua telapak kaki, dan semisalnya. Tidak boleh dilihat bagian tubuhnya yang biasanya tertutup seperti bagian dada, punggung, dan semisal keduanya.&lt;br /&gt;Keempat: Seluruh tubuhnya boleh dilihat, selain dua kemaluannya. Dinukilkan pendapat ini dari Dawud Azh-Zhahiri.&lt;br /&gt;Kelima: Boleh melihat seluruh tubuhnya tanpa pengecualian. Pendapat ini dipegangi pula oleh Ibnu Hazm dan dicondongi oleh Ibnu Baththal serta dinukilkan juga dari Dawud Azh-Zhahiri.&lt;br /&gt;PERHATIAN: Tentang pendapat Dawud Azh-Zhahiri di atas, Al-Imam An-Nawawi berkata bahwa pendapat tersebut adalah suatu kesalahan yang nyata, yang menyelisihi prinsip Ahlus Sunnah. Ibnul Qaththan menyatakan: “Ada pun sau`atan (yakni qubul dan dubur) tidak perlu dikaji lagi bahwa keduanya tidak boleh dilihat. Apa yang disebutkan bahwa Dawud membolehkan melihat kemaluan, saya sendiri tidak pernah melihat pendapatnya secara langsung dalam buku murid-muridnya. Itu hanya sekedar nukilan dari Abu Hamid Al-Isfirayini. Dan telah saya kemukakan dalil-dalil yang melarang melihat aurat.”&lt;br /&gt;Sulaiman At-Taimi berkata: “Bila engkau mengambil rukhshah (pendapat yang ringan) dari setiap orang alim, akan terkumpul pada dirimu seluruh kejelekan.”&lt;br /&gt;Ibnu Abdilbarr berkata mengomentari ucapan Sulaiman At-Taimi di atas: “Ini adalah ijma’ (kesepakatan ulama), aku tidak mengetahui adanya perbedaan dalam hal ini.” (Shahih Jami’ Bayanil ‘Ilmi wa Fadhlihi, hal. 359)&lt;br /&gt;Selain itu ada pula pendapat berikutnya yang bukan merupakan pendapat Al-Imam Ahmad:&lt;br /&gt;Keenam: Boleh melihat wajah, dua telapak tangan dan dua telapak kaki si wanita, demikian pendapat Abu Hanifah dalam satu riwayat darinya.&lt;br /&gt;Ketujuh: Boleh dilihat dari si wanita sampai ke tempat-tempat daging pada tubuhnya, demikian kata Al-Auza’i. (An-Nazhar fi Ahkamin Nazhar hal. 392,393, Fiqhun Nazhar hal. 77,78)&lt;br /&gt;Al-Imam Al-Albani rahimahullahu menyatakan bahwa riwayat yang ketiga lebih mendekati zahir hadits dan mencocoki apa yang dilakukan oleh para sahabat. (Ash-Shahihah, membahas hadits no. 99)&lt;br /&gt;4 Bagi orang yang punya kelapangan tentunya, sehingga jangan dipahami bahwa walimah harus dengan memotong kambing. Setiap orang punya kemampuan yang berbeda. (Syarhus Sunnah 9/135)&lt;br /&gt;Ketika Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam walimah atas pernikahannya dengan Shafiyyah, yang terhidang hanyalah makanan yang terbuat dari tepung dicampur dengan minyak samin dan keju (HR. Al-Bukhari no. 5169).&lt;br /&gt;Sehingga hal ini menunjukkan boleh walimah tanpa memotong sembelihan. Wallahu ‘alam bish-shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.assyariah.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/122240342591980585-171546087199879475?l=lupphenkcute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/feeds/171546087199879475/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/2010/06/proses-syari-sebuah-pernikahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122240342591980585/posts/default/171546087199879475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122240342591980585/posts/default/171546087199879475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/2010/06/proses-syari-sebuah-pernikahan.html' title='Proses Syari Sebuah Pernikahan'/><author><name>Maryam binti Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16746629603770609254</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_2-lMhV593iI/S-pb5eAuO-I/AAAAAAAAAB8/8K7hACRFrBk/S220/bunga.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-122240342591980585.post-8985942676618581312</id><published>2010-01-09T14:15:00.000+07:00</published><updated>2010-01-09T14:16:39.582+07:00</updated><title type='text'>cinta hmm...</title><content type='html'>Bismillahirrahmanirrahim…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman, jangan memintaku membicarakan cinta denganmu&lt;br /&gt;Karena cinta yang kutahu dan kumahu hanyalah cinta-Nya&lt;br /&gt;Dan dari yang mencintai-Nya lebih dari dia mencintaiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit bila bisa disebut syair…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berlari beterbangan bersama kupu-kupu dan bunga-bunga&lt;br /&gt;Sesekali tersenyum menoleh kosong pada sekitar&lt;br /&gt;Angin melembuti sementara awan beriring iring di belakangnya&lt;br /&gt;Cinta dia sebut kebebasan atau kebebasan yang dia sebut cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ladang dia menemukan layang-layang&lt;br /&gt;Terpesona, jatuh dalam warna warni layang-layang yang menari&lt;br /&gt;Benang tajam mengirisnya, terluka tapi semakin kuat genggamannya&lt;br /&gt;Darah mengalir bersama air mata, tapi takut membuatnya bertahan&lt;br /&gt;Cinta dia sebut takdir atau takdir dia sebut cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah ilalang dia masih bermain layangan&lt;br /&gt;Benangnya terputus layangnya terbang menjauh&lt;br /&gt;Darah berhenti mengalir, luka menutup, dia tersenyum lega&lt;br /&gt;Langit yang kosong membuatnya terbelalak&lt;br /&gt;Dia tersadar, awan putih dan langit biru slama ini tak terlihat karena layangan itu&lt;br /&gt;Dia terpingkal meratapi kebodohan, tertawa karena tertipu sang raja kebohongan&lt;br /&gt;Cinta dia sebut emosi nafsu atau emosi nafsu dia sebut cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hutan…&lt;br /&gt;Dia tak berlari, hanya berjalan&lt;br /&gt;Di malam yang ada bintang dan di siang yang terang benderang&lt;br /&gt;Berpikir tentang mentari dan merenung bersama bulan&lt;br /&gt;Melihat yang mati dan tempat dia akan pulang&lt;br /&gt;Langit… bagaimana dia ditinggikan&lt;br /&gt;Alam… bagaimana dia dihamparkan&lt;br /&gt;Tidaklah diciptakan itu semua kecuali untuk orang-orang yang mau berpikir&lt;br /&gt;Lalu,&lt;br /&gt;Apabila langit terbelah, bintang-bintang jatuh berserakan, laut dijadikan meluap dan kuburan-kuburan dibongkar…&lt;br /&gt;Maka setiap jiwa akan tahu apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya.&lt;br /&gt;Diapun diam…&lt;br /&gt;Diapun terdiam..&lt;br /&gt;Diapun terpekur dalam diam…&lt;br /&gt;Cinta dia sebut SATU atau SATU dia sebut cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman… jangan bicara cinta denganku, takut syaithan ikut mendengar.&lt;br /&gt;Takutku, karena pertahananku tak sekuat dirimu&lt;br /&gt;Takutku, karena bodohku melebihi ilmuku&lt;br /&gt;Takutku, karena tanpa ilmu dan iman, cinta hanyalah seonggok nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“mereka merasa seakan-akan sebentar saja tinggal di dunia pada waktu sore atau pagi hari…”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/122240342591980585-8985942676618581312?l=lupphenkcute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/feeds/8985942676618581312/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/2010/01/cinta-hmm.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122240342591980585/posts/default/8985942676618581312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122240342591980585/posts/default/8985942676618581312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/2010/01/cinta-hmm.html' title='cinta hmm...'/><author><name>Maryam binti Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16746629603770609254</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_2-lMhV593iI/S-pb5eAuO-I/AAAAAAAAAB8/8K7hACRFrBk/S220/bunga.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-122240342591980585.post-2368416010095724605</id><published>2009-05-18T10:38:00.001+07:00</published><updated>2009-05-18T10:46:31.394+07:00</updated><title type='text'>m a la s s s ! ! !</title><content type='html'>Aku bingung… aku bingung…&lt;br /&gt;Aku pusing… aku pusing…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakaian kotorku bertumpuk&lt;br /&gt;Kubilang nanti-nantilah aku mencucinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BCP untuk kenaikan pangkat harus segera diselesaikan&lt;br /&gt;Tapi aku pusing menghitungnya, jadi tak kulanjutkan menulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku-buku bermanfaat menunggu tuk dibaca&lt;br /&gt;Ah… mata ini berat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabb… malas benar hamba-Mu ini&lt;br /&gt;Dimana semangat iman dan takwa kemarin??&lt;br /&gt;Koar-koar dia kemarin!&lt;br /&gt;Ah!! Gayanaji ternyata!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisikan halus merayu-rayu:&lt;br /&gt;Laptop memanggil-manggil untuk online pagi ini, sangat seksi dan menggoda.&lt;br /&gt;Kasur dan bantal memastikan bahwa kantuk ini harus diatasi dengan tidur pagi.&lt;br /&gt;Ikan yang sudah kugoreng tadi, membujuk terus untuk dimakan, padahal jelas perut tak minta makan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm… Alhamdulillah masih ada sisa iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahulah aku…&lt;br /&gt;Laptop akan membuatku online sejam, dua jam atau lebih lama lagi, maka tak ada pekerjaan yang akan terselesaikan.&lt;br /&gt;Tidur memang cocok untuk aku yang sedang mengantuk, tapi pasti akan lebih malas lagi setelah itu.&lt;br /&gt;Makan memang enak, tapi bila berlebihan dan perut terlalu penuh maka kemalasan akan menjadi-jadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya! Kuputuskan menulis dulu! Sekaligus menegur diri!&lt;br /&gt;Ya! Kuputuskan mandi dulu! Sekaligus menyegarkan diri!&lt;br /&gt;Ya! Kuputuskan akan dhuha dulu! Sekaligus memberi semangat pada jiwa dalam diri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabb.. Ampuni aku. Bantu aku. Tolong aku. Selamatkanlah aku dari sikap lalai dan kesia-siaan yang terus kulakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Dia mendapatimu sebagai orang yang bingung, lalu Dia memberikanmu petunjuk.” (Adh-Dhuha,7)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/122240342591980585-2368416010095724605?l=lupphenkcute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/feeds/2368416010095724605/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/2009/05/m-la-s-s-s.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122240342591980585/posts/default/2368416010095724605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122240342591980585/posts/default/2368416010095724605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/2009/05/m-la-s-s-s.html' title='m a la s s s ! ! !'/><author><name>Maryam binti Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16746629603770609254</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_2-lMhV593iI/S-pb5eAuO-I/AAAAAAAAAB8/8K7hACRFrBk/S220/bunga.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-122240342591980585.post-6995588859044933137</id><published>2009-05-17T15:59:00.000+07:00</published><updated>2009-05-17T16:05:25.856+07:00</updated><title type='text'>Jatuh Cinta Berjuta Rasanya</title><content type='html'>Salah mungkin awal kisah ini…&lt;br /&gt;Bertahun-tahun lamanya tak paham dengan apa itu jatuh cinta. Hanya suka, sekedar simpati ataupun naksir.&lt;br /&gt;Sampai akhirnya diberi pelajaran tentang cinta.&lt;br /&gt;Bagaimana indahnya..&lt;br /&gt;Bagaimana gilanya..&lt;br /&gt;Bagaimana ketakutan-ketakutannya..&lt;br /&gt;Cinta yang membuat tersenyum saat mengingat kebaikan dan kelucuan orang yang dicintai&lt;br /&gt;Cinta yang membuat selalu ingat dan berpikir tentang si dia,, merindukan dan mengkhayalkan setiap hari&lt;br /&gt;Cinta yang membuat takut kalau seandainya dia tak membalas cinta ini.&lt;br /&gt;Membuat takut kalau seandainya cinta ini hilang dan hati akan mati&lt;br /&gt;Cinta yang membuat sedih dan sakit…&lt;br /&gt;Itulah cinta manusia..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah mengajarkanku tentang apa itu cinta. Setelah kualami dan kupahami. Akhirnya akupun menemukan cinta sejatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jatuh cinta pada Rabb-ku&lt;br /&gt;Subhanallah…&lt;br /&gt;Betapa hebatnya hal ini..&lt;br /&gt;Aku tersenyum mengingat-Nya, betapa rahmat dan karunia-Nya padaku sangat banyak&lt;br /&gt;Merindukan-Nya selalu&lt;br /&gt;Memikirkan-Nya tiap saat&lt;br /&gt;Lalu…&lt;br /&gt;Aku menangis..&lt;br /&gt;Takut bila Dia tidak mencintaiku.&lt;br /&gt;Takut kehilangan cinta-Nya&lt;br /&gt;Takut kehilangan perhatian-Nya&lt;br /&gt;Sedang benar-benar aku tak tahu harus bagaimana tanpa-Nya.&lt;br /&gt;Terlalu takut bila Dia mencabut rahmat-Nya dan aku kembali seperti dulu. Hilang arah dan mencari-cari dalam kegelapan.&lt;br /&gt;Ah… indahnya cinta ini.&lt;br /&gt;Cinta ini membuatku sehat dan bahagia.&lt;br /&gt;Aku ingat sabda Rasulullah: “mengingat manusia adalah penyakit sedang mengingat Allah adalah obat”&lt;br /&gt;Cinta indah ini.. semoga selamanya.. aminn..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(semoga dengan tulisan ini, aku yang di masa depan semakin menunjukkan cintaku pada-Nya, melalui sikap, pikiran dan perasaan.. amin)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/122240342591980585-6995588859044933137?l=lupphenkcute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/feeds/6995588859044933137/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/2009/05/jatuh-cinta-berjuta-rasanya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122240342591980585/posts/default/6995588859044933137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122240342591980585/posts/default/6995588859044933137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/2009/05/jatuh-cinta-berjuta-rasanya.html' title='Jatuh Cinta Berjuta Rasanya'/><author><name>Maryam binti Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16746629603770609254</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_2-lMhV593iI/S-pb5eAuO-I/AAAAAAAAAB8/8K7hACRFrBk/S220/bunga.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-122240342591980585.post-7814167241127343553</id><published>2009-05-15T15:47:00.002+07:00</published><updated>2009-05-15T15:51:48.917+07:00</updated><title type='text'>langit itu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2-lMhV593iI/Sg0swmzTBFI/AAAAAAAAAAw/QqMPGPvyDkQ/s1600-h/Tbelah.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2-lMhV593iI/Sg0swmzTBFI/AAAAAAAAAAw/QqMPGPvyDkQ/s320/Tbelah.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335970347064951890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila langit terbelah,&lt;br /&gt;dan apabila bintang-bintang berserakan,&lt;br /&gt;dan apabila lautan dijadikan meluap,&lt;br /&gt;dan apabila kuburan-kuburan di bongkar,&lt;br /&gt;maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan dilalaikannya.&lt;br /&gt;*Al Infithaar (terbelah) 1-5 *&lt;br /&gt;………..&lt;br /&gt;Tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?&lt;br /&gt;Sekali lagi tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?&lt;br /&gt;Yaitu hari ketika seseorang tak berdaya sedikitpun untuk menolong orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.&lt;br /&gt;*Al Infithaar (terbelah) 17-19*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/122240342591980585-7814167241127343553?l=lupphenkcute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/feeds/7814167241127343553/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/2009/05/langit-itu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122240342591980585/posts/default/7814167241127343553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122240342591980585/posts/default/7814167241127343553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/2009/05/langit-itu.html' title='langit itu'/><author><name>Maryam binti Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16746629603770609254</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_2-lMhV593iI/S-pb5eAuO-I/AAAAAAAAAB8/8K7hACRFrBk/S220/bunga.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2-lMhV593iI/Sg0swmzTBFI/AAAAAAAAAAw/QqMPGPvyDkQ/s72-c/Tbelah.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-122240342591980585.post-7679083080054175347</id><published>2009-05-15T15:43:00.002+07:00</published><updated>2009-05-15T15:45:34.455+07:00</updated><title type='text'>sebuah mimpi lagi....</title><content type='html'>Aku duduk di samping kanan mamaku di sofa ruang tamu kami. Bercengkrama bersama kakak dan adikku. Bincang-bincang ringan di siang itu. Kakakku sibuk memasang kancing baju. Adikku duduk tenang tak jauh.&lt;br /&gt;Kumenoleh ke mamaku,&lt;br /&gt;“Ma, mauki naik haji?” aku bertanya padanya spontan. Dengan nada ringan tapi serius.&lt;br /&gt;Entah apa yang ada di hati mamaku, tapi matanya berkaca-kaca.&lt;br /&gt;Dia menjawab mau..&lt;br /&gt;“minta’ka pae uangta’ lima ribu?” ujarku, sementara kakak dan adeku tertawa mendengarnya. Mungkin pikir mereka aku merayu mamaku untuk sekedar minta uang.&lt;br /&gt;“lima ribu akan jadi lima puluh ribu, setelah itu lima ratus ribu, lima juta kemudian jadi lima puluh juta. Kalo lima puluh jutami, naik haji meki’. Kalo bukan tahun depan,ya tahun depannya lagi”lanjutku.&lt;br /&gt;Entah apa yang ada di hati mamaku, tapi matanya meneteskan air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicaraan berlanjut tentang sanak keluarga kami yang baru saja pulang dari tanah suci. Obrolanpun semakin panjang.&lt;br /&gt;“empat tahunki  orang mengantri untuk naik haji” itu fakta yang dilontarkan mamaku.&lt;br /&gt;“jangan meki’ khawatir, kalo kita’mi yang mau naik haji, nda pake lamaji. Asal yakinki’. Ada Allah kok” semangatku padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dhuhaku setelah itu, aku mengiba padaNya. Sepenuhnya berharap padaNya. Mengemis. Memohon-mohon sambil menangis.&lt;br /&gt;Ya Allah, Kau Maha Mendengar. Engkau telah mendengar janjiku pada mamaku. Aku ingin memberangkatkan mamaku naik haji.&lt;br /&gt;Ya Allah… janjiMu adalah benar, maka kumohon jadikanlah janjiku juga benar.&lt;br /&gt;Ya Allah.. Engkau Maha Mengabulkan doa, maka kabulkanlah doaku.&lt;br /&gt;Ya Allah…. Ya Allah… Ya Allah…&lt;br /&gt;Doa yang panjang…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pamit pada mamaku. Dia sedang membersihkan kompor minyak saat kuminta tangannya. Setelah dilap di dasternya, kucium tangan mamaku dan akupun keluar rumah.&lt;br /&gt;Di depan sebuah mesjid aku berhenti. Mesjid itu sedang direnovasi.&lt;br /&gt;Kukeluarkan lima ribu rupiah pemberian mamaku.&lt;br /&gt;Bismillahirrahmanirrahim..&lt;br /&gt;Ya Rabb.. ini lima ribu pertama dana awal mamaku untuk naik haji. Ini ikhtiar pertamaku. Jadikanlah lima puluh juta ya Rabb..&lt;br /&gt;Sungguhpun aku percaya bahwa kuasaMu meliputi segala sesuatu.&lt;br /&gt;Sungguhpun aku yakin pada janjiMu.&lt;br /&gt;Sungguhpun aku yakin padaMu, Ya Rabbku..&lt;br /&gt;Kumasukkan lima ribu itu ke dalam celengan masjid.&lt;br /&gt;Aku tersenyum membayangkan mamaku yang kurus berada di mekkah. Memakai pakaian ihram. Dan membaca allahumma lakbaik…  &lt;br /&gt;Tak terasa airmataku meleleh lagi…&lt;br /&gt;Ya Allah… terima kasih sebelumnya..&lt;br /&gt;Alhamdulillah….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/122240342591980585-7679083080054175347?l=lupphenkcute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/feeds/7679083080054175347/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/2009/05/sebuah-mimpi-lagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122240342591980585/posts/default/7679083080054175347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122240342591980585/posts/default/7679083080054175347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/2009/05/sebuah-mimpi-lagi.html' title='sebuah mimpi lagi....'/><author><name>Maryam binti Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16746629603770609254</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_2-lMhV593iI/S-pb5eAuO-I/AAAAAAAAAB8/8K7hACRFrBk/S220/bunga.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-122240342591980585.post-8326071589978270791</id><published>2009-05-15T12:57:00.001+07:00</published><updated>2009-05-15T13:01:53.195+07:00</updated><title type='text'>di suatu malam</title><content type='html'>ini adalah kisah fiktif ya…&lt;br /&gt;hasil imaji yang bermain-main dalam alam khayal&lt;br /&gt;sekedar…&lt;br /&gt;ada harapan sih suatu saat jadi benar dan aku tokoh utamanya. &lt;br /&gt;Hehehe.. jadi malu neeh…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerpen..&lt;br /&gt;Di suatu malam, di sepertiga malam. Seorang wanita sholehah bangun dari peraduannya. Jam di dinding menunjukkan jam dua.&lt;br /&gt;Dia mengucek-ngucek matanya yang mengantuk. Berjalan pelan ke dapur. Dia membasuh wajahnya di wastafel lalu meraih sebuah cangkir.&lt;br /&gt;Dituangkannya teh yang ada dalam termos ke dalam cangkirnya.&lt;br /&gt;Hangat… dia meminum teh itu pelan. Terasa kesegaran dalam kerongkongannya.&lt;br /&gt;Setelah dirasanya cukup untuk menghilangkan kantuk. Diapun bergegas mengambil wudhu.&lt;br /&gt;Dinginnya malam apalagi dinginnya air tak ada pengaruh baginya.&lt;br /&gt;Melewati sebuah kamar, dia membuka pintu kamar itu perlahan. Tersenyum melihat isi kamar.&lt;br /&gt;Tampak seorang anak perempuan berumur lima tahun tengah tertidur sambil memeluk ayahnya. Pria itu masih mengenakan kemejanya. Tertidur lelap. Kelelahan.&lt;br /&gt;Sang ayah baru saja tidur sejam yang lalu. Wajahnya terlihat tenang tapi lelah. Dia baru saja pulang dari tugas luar kota, perjalanan jauh menggunakan bus yang memakan waktu enam jam. Seluruh tubuhnya terasa pegal-pegal saat dia tiba dirumahnya jam duabelas tadi.&lt;br /&gt;Sang istri yang telah tertidur sejak jam sembilan bangun membukakan pintu.&lt;br /&gt;“mau makan kak? Atau minum teh?” ujar lembut sang istri pada suaminya.&lt;br /&gt;“ga usah. Saya capek banget, mau ti…” ucapan sang suami terhenti tatkala melihat sosok kecil berada tak jauh darinya. Dia tersenyum menyambut putri kecilnya lalu menggendongnya.&lt;br /&gt;“ade kok belum tidur?” tanya sang ayah&lt;br /&gt;“ade udah tidur dari tadi, disuruh ama bunda”&lt;br /&gt;“kok bangun?”&lt;br /&gt;“ade mau tidur sama ayah” rajuk sang anak&lt;br /&gt;Sang ibu yang melihatnya, berusaha mengambil sang anak dari gendongan ayahnya.&lt;br /&gt;“tidur sama bunda aja ya, ayah capek” &lt;br /&gt;Tapi sang anak justru mempererat pegangan pada ayahnya.&lt;br /&gt;“ga mau, mau tidur sama ayah”&lt;br /&gt;Sang ibu menggeleng-geleng melihat kemanjaan anaknya. Tapi dia juga maklum, karena sudah tiga hari sang anak tidak melihat ayahnya.&lt;br /&gt;“dinda.. biar saya tidur sama ade saja. Ga papa kok. Dinda tidur saja sana. Sudah hampir jam satu. Besok masih kerja kan?” mereka saling melempar senyum.&lt;br /&gt;Sang ayahpun menggendong putrinya kekamar. Menceritakan sebuah kisah tentang tongkat Nabi Musa, sampai akhirnya keduanyapun terlelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lamunan itu terhenti. Wanita tadi menutup kembali pintu. Enggan membangunkan suaminya untuk shalat malam. Kasihan pikirnya. Walau dia tahu suaminya selalu berusaha untuk tidak meninggalkan shalat malam.&lt;br /&gt;Wanita itupun kembali kekamarnya.&lt;br /&gt;Memulai shalatnya.&lt;br /&gt;Ditenangkan hati dan pikirannya. &lt;br /&gt;Dipasrahkannya segala hal dalam hidupnya.&lt;br /&gt;Wanita itu larut dalam shalatnya. Terisak-isak sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua rakaat telah diselesaikan. Diapun melantunkan doanya.&lt;br /&gt;ya Rabb… Tuhan yang Maha Pengampun. Ampunilah dosa orang-orang yang meminta ampun padaMu. Ampunilah dosa orang-orang mukmin. Ampunilah dosa orang-orang tua mereka. Ampunilah dosa orang tuaku. Ampunilah dosa suami-suami mereka. Ampunilah dosa –dosa suamiku. Ampunilah dosa-dosa anak mereka. Ampunilah dosa-dosa anakku. Dan ampunilah dosa-dosaku.&lt;br /&gt;Sayangilah kami… jadikanlah kami termasuk orang-orang yang memiliki tempat di surgaMu… jadkanlah kami termasuk orang-orang yang memiliki kesempatan berjumpa denganMu…&lt;br /&gt;Ya Rabb… Tuhanku yang Maha Agung. Sungguhpun kutahu suamiku orang yang saleh dan mencintaiMu. Dan sungguhpun kumerasa dia termasuk calon penghuni sorgamu. Karena dia suami yang mencintai keluarganya.&lt;br /&gt;Ya Rabb… Tuhanku yang Maha Mengabulkan doa. Kalaupun kelak benar suamiku adalah penghuni surgaMu. Bisakah Engkau mengabulkan permohonanku?&lt;br /&gt;Kutahu janjiMu ya Allah. Kutahu janjiMu pada hambaMu tentang bidadari-bidadari surga yang cantik jelita. Yang masih suci, tak pernah tersentuh oleh jin dan manusia. Kutahu janjiMu benar ya Rabb..&lt;br /&gt;Tapi, kumohon..&lt;br /&gt;Bila kelak suamiku benarlah penghuni surga.  Kumohon jangan beri dia bidadari ya Rabb.. kumohon jangan. Cukuplah aku disampingnya. Bila kelak aku juga penghuni surga, cukuplah aku yang ada disampingnya. Tak usahlah ada bidadari untuknya.&lt;br /&gt;Ya Rabbku… kutahu janjiMu adalah benar. Tapi aku mencintainya. Mencintainya karena dia membuatku semakin mencintaiMu. Aku mencintainya dan cukuplah aku bidadari untuknya.&lt;br /&gt;Kumohon Ya Rabb.. kumohon…&lt;br /&gt;Sungguh angkuh sebenarnya mentasbihkan diri ini adalah penghuni surgaMu, tapi ini adalah harapanku. Doaku. Permohonanku yang kuharapkan dariMu ya Tuhanku yang Maha Pemurah. Maka kabulkanlah… kumohon kabulkanlah.. amin.. ya rabbal alamin…&lt;br /&gt;Jam dinding menunjukkan pukul tiga lewat sepuluh menit. Sang suami yang sedari tadi berdiri di ambang pintu mendengarkan doa istrinya, tersenyum. Dan demi mendengar akhir doa itu, diapun tertawa pelan.&lt;br /&gt;Sang istri menoleh kaget ke arah suaminya yang tertawa.&lt;br /&gt;“mana ada doa yang seperti itu? Baru dengar…” ujarnya pada istrinya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;Sang istri kikuk. Malu karena ketahuan. Dia tak tahu harus menjawab apa.&lt;br /&gt;“tahu kan kalo di surga itu tak ada emosi negatif? Surga penuh dengan kebaikan”&lt;br /&gt;Sang istri mengangguk. Tersenyum malu.&lt;br /&gt;“cemburunya sekarang, kak”&lt;br /&gt;Mendengar itu, suaminya tertawa lagi.&lt;br /&gt;“tapi dinda curang. Kalo shalatnya sendirian, nanti masuk surganya sendirian dong. Kenapa saya ga dibangunkan?”&lt;br /&gt;“kelihatannya capek sekali, jadi ga tega”&lt;br /&gt;“oh gitu ya? Untung terbangun sendiri. Ya udah, masih mau dua rakaat kan?” sang istri mengangguk pelan.&lt;br /&gt;Mereka melanjutkan shalat malam yang panjang. Sampai malaikat mengantarkan subuh.&lt;br /&gt;Diakhir doa sang suami menoleh pada istrinya. &lt;br /&gt;“saya juga cemburu kok, kalo ada pelayan surga yang tampan yang melayani kamu” bisik sang suami pelan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/122240342591980585-8326071589978270791?l=lupphenkcute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/feeds/8326071589978270791/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/2009/05/di-suatu-malam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122240342591980585/posts/default/8326071589978270791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122240342591980585/posts/default/8326071589978270791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/2009/05/di-suatu-malam.html' title='di suatu malam'/><author><name>Maryam binti Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16746629603770609254</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_2-lMhV593iI/S-pb5eAuO-I/AAAAAAAAAB8/8K7hACRFrBk/S220/bunga.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-122240342591980585.post-2242475190707725124</id><published>2009-05-10T21:35:00.002+07:00</published><updated>2009-05-10T21:37:05.985+07:00</updated><title type='text'>betapa hebatnya Allah..</title><content type='html'>Hidupku adalah sesuatu yang hebat.&lt;br /&gt;betapa hebatnya Allah yang mengatur skenario hidupku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dulu aku miskin&lt;br /&gt;hidup bergantung pada orang lain.&lt;br /&gt;meminta, mengiba. dikasihani oleh sekitarku. bahkan aku menangisi diriku.&lt;br /&gt;lihatlah aku sekarang&lt;br /&gt;tercukupi semua kebutuhanku.&lt;br /&gt;handphone, motor, laptop, semua milikku. kubeli dengan uangku sendiri.&lt;br /&gt;aku telah kaya. Alhamdulillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dulu aku berada dalam kekufuran yang panjang&lt;br /&gt;hidup dengan kesenangan anak remaja&lt;br /&gt;kenakalan anak es em a.&lt;br /&gt;mall adalah kiblat, cowok adalah bahan diskusi harian&lt;br /&gt;shalat terlupa, Quran tak ingat&lt;br /&gt;lihatlah aku sekarang&lt;br /&gt;mungkin belum sempurna aku sebagai hamba-Nya&lt;br /&gt;tapi aku sedang proses ke sana.&lt;br /&gt;Dia menyelamatkanku dari keterpurukan yang lebih dalam.&lt;br /&gt;Disaat teman2ku dulu menenggak minuman keras dan merasa keren karenanya&lt;br /&gt;Disaat temanku yg dulu terjerumus zina, tertahan dan tak bisa lepas&lt;br /&gt;Disaat teman2ku yang dulu masih meneruskan memaki, mengumpat dan bergunjing.&lt;br /&gt;aku ada disini... diselamatkan oleh-Nya&lt;br /&gt;bukan bagian dari mereka&lt;br /&gt;aku ada disini. menangis sedih atas dosa-dosa itu&lt;br /&gt;berharap... berdoa... semoga nikmat iman ini selamanya dihati. aminnn...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dulu aku diberi kesempatan 4 tahun bekerja di rumah bersalin&lt;br /&gt;melihat kelahiran terus menerus&lt;br /&gt;memikirkan. mengagumi kehebatan-Nya. ke-Maha Besaran-Nya&lt;br /&gt;tersenyum indah disetiap kelahiran..&lt;br /&gt;lihatlah aku sekarang&lt;br /&gt;berada di tempat berbeda&lt;br /&gt;diperlihatkan terus menerus kematian.&lt;br /&gt;memikirkan. ketakutan melihat betapa Kuasa-Nya meliputi segala sesuatu&lt;br /&gt;kekhawatiran akan sedikitnya bekal.&lt;br /&gt;menangis karena kematian itu pasti akan datang menghampiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa hebatnya Allahmenciptakan hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sakitku membuatku mengerti lebih banyak&lt;br /&gt;jatuhku membuatku mendekat pada-Nya&lt;br /&gt;direndahkan oleh seorang manusia tapi ditinggikan oleh manusia yang lainnya.&lt;br /&gt;subhanallah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kuingat sahabatku ina pernah berkata:&lt;br /&gt;" bersyukurlah ulfa, karena kau berada di tempat yang buruk tapi Allah menjagamu..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alhamdulillah....&lt;br /&gt;alhamdulillah....&lt;br /&gt;alhamdulillah....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/122240342591980585-2242475190707725124?l=lupphenkcute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/feeds/2242475190707725124/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/2009/05/betapa-hebatnya-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122240342591980585/posts/default/2242475190707725124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122240342591980585/posts/default/2242475190707725124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/2009/05/betapa-hebatnya-allah.html' title='betapa hebatnya Allah..'/><author><name>Maryam binti Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16746629603770609254</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_2-lMhV593iI/S-pb5eAuO-I/AAAAAAAAAB8/8K7hACRFrBk/S220/bunga.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-122240342591980585.post-1347173516578758739</id><published>2009-04-27T07:44:00.001+07:00</published><updated>2009-04-27T07:52:11.044+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ketabahan'/><title type='text'>harapan..</title><content type='html'>Yang membuat manusia tetap bertahan pada satu hal adalah harapan. Saat harapan itu lenyap, maka tak ada alasan baginya untuk bertahan. Cerita ini tentang bagaimana pikiran dan perasaan bisa membuat kita sakit dan sebaliknya, dengan kekuatan pikiran dan perasaan maka kita bisa sembuh.&lt;br /&gt;Kisah seorang gadis, sahabat baikku. Namanya Nina. Dia menceritakan  padaku kisahnya, berharap bisa jadi pelajaran bagi orang lain sepertinya.&lt;br /&gt;Nina gadis periang yang selalu tertawa. Kami menyukainya karena dia baik dan ramah. Dia menjalani hidup yang sempurna. Pekerjaan yang bagus walau usianya masih muda, punya kendaraan pribadi, punya keluarga yang hangat dan sahabt-sahabat yang menyayanginya.&lt;br /&gt;Tapi beberapa waktu terakhir ini dia terlihat berbeda. Semua orang mulai mempertanyakan karena tubuhnya semaki kurus saja. Dan bila ditegur seperti itu jawabnya selalu sama.&lt;br /&gt;“saya bukan kurus tapi langsing” jawabnya sembari tertawa.&lt;br /&gt;Bosnya di kantorpun mulai mempertanyakan mengapa dia selalu terlihat lemas dan tanpa semangat. Dan seperti biasa dia hanya tersenyum dan menjawabnya dengan candaan.&lt;br /&gt;Dia tidak sadar bahwa tubuhnya bereaksi terhadap pikiran dan perasaannya. Semakin sedih hatinya, semakin lemah fisiknya. Dia menyukai seseorang, tapi kenyataannya dia tidak tahu apakah pria itu juga memiliki perasaan padanya atau tidak. Tak ada kejelasan. Sikap dan perhatian pria itu  diartikannya sebagai tanda bahwa pria itu juga menyimpan rasa.&lt;br /&gt;Lama dia memendam rasa. Dia akhirnya tahu bahwa pria itu menyukai orang lain, tapi harapannya terlalu besar bahwa suatu saat pria itu akan berpaling padanya. Hingga dia sampai pada perasaan rendah diri yang sangat dalam. Menganggap bahwa pria itu tak mungkin menyukainya karena dia jauh berbeda dengan gadis yang disukai pria itu. Semakin dia mengharapkan pria itu semakin dia merasa cemas, gelisah dan semakin rendah rasa percaya dirinya. Terlalu takut bila dia benar-benar akan kehilangan cintanya.&lt;br /&gt;Dalam ketakutannya yang semakin dalam itu, dokter mengatakan dia gejala hepatitis. Dia harus istirahat dan tidak banyak pikiran. Saat itu Nina berpikir bahwa cintanyalah yang membuatnya sakit, namun dia tak mampu berbuat apa-apa selain menangis dan semakin tenggelam dalam kesedihannya.&lt;br /&gt;Seorang sahabat yang tahu kisahnya menyarankan agar dia memberi tahu pria itu. Awalnya dia menolak saran itu, karena dia malu, dia adalah seorang gadis. Tapi, nasihat sahabatnya itu dilakukannya juga. Dia sampaikan pada pria itu secara tidak langsung. Melalui pesan-pesan yang biasa.&lt;br /&gt;Pria itu mengerti maksud Nina. Dia cukup bijak dan membalasnya dengan pesan yang halus dan lembut. Sayang, Nina terlalu takut menerima kenyataan pahit, pesan itu terlalu lembut untuk bisa dipahaminya bahwa itu adalah penolakan. Bagi Nina, pesan itu bisa berarti ya dan bisa berarti tidak.&lt;br /&gt;Semakin resah hatinya, semakin parah sakitnya. Pinggang bawah kirinya mulai terasa nyeri setiap hari. Temannya menyuruhnya pulang saat melihat Nina terbaring menahan sakit di kantornya. Nina tertawa dan mengatakan tidak apa-apa. Temannya yang pernah melihat gejala yang sama pada sanak keluarganya mengatakan bahwa ada kemungkinan ginjal Nina bermasalah. Dan bila dibiarkan maka akan terasa semakin nyeri.&lt;br /&gt;Benar kata temannya itu. Suatu malam, lewat tengah malam, Nina terbangun menangis. Rasa nyeri di pinggangnya tak tertahankan lagi. Sakit sekali. Itu adalah sakit yang paling nyeri yang pernah dia rasakan. Nina menekan kuat pinggangnya dengan kedua tangannya dan meringkuk di tempat tidur untuk mengurangi rasa sakitnya.&lt;br /&gt;Akhirnya Nina sadar, ini telah kelewatan. pikirnya bila pria itu menolaknya, yang paling parah hanyalah dia akan masuk rumah sakit karena kesedihan yang semakin mendalam dan penyakit-penyakitnya akan membunuhnya secara perlahan. Ketakutannya bertambah tapi dia harus melakukan sesuatu. Rasa sakit itu akhirnya membuatnya berani menghubungi pria itu, bertanya langsung, tengah malam itu juga.&lt;br /&gt;Pria itu sangat dewasa dan bijaksana. Dia menasehati Nina dengan lembut. Menjelaskan berbagai hal tentang hidup. Bahwa tidak semua hal di dunia ini harus sesuai dengan harapan. Berbicara lembut tentang hal-hal dalam hidup yang akan indah pada waktunya.&lt;br /&gt;Apa yang ditakutkan Nina ternyata tidak terjadi. Nina mampu menerima kenyataan yang ada. Ikhlas dan tanpa rasa kecewa sama sekali. Saat itu juga rasa nyeri di pinggangnya berkurang.Selama ini dia berpikir bahwa cintanya dalam dan membuatnya sakit. Ternyata dia salah. Ketakutannya yang berlebihanlah yang membuatnya sakit. Ketidak pastian, kecemasan, kesedihan dan rasa rendah dirinya yang hampir membuatnya harus dirawat di rumah sakit.&lt;br /&gt;Malam itu mereka saling bercerita. Nina melarang pria itu tidur. Bercanda. Dengan alasan pria itu harus bertanggungjawab atas kesalahpahamannya selama ini. Dan pria itu membalasnya, melarang Nina menutup telpon karena Nina harus bertanggungjawab karena membuatnya terbangun. Mereka tertawa dan bercanda sampai subuh menjelang.&lt;br /&gt;Pagi harinya Nina ke kantor seperti biasa. Fisiknya masih sedikit lemah tapi semangatnya telah kembali. Seharian dia merenung dan sesekali tertawa karena kebodohannya selama ini. Hari itu dia merasakan kelegaan yang luar biasa dan tertidur lelap di malam harinya. Tidur lelap pertamanya sejak dia sakit.&lt;br /&gt;Nina telah kembali ceria. Harinya dilewati dengan tersenyum dan tertawa. Perasaan cintanya berubah menjadi rasa persaudaraan yang dalam. Dia semakin menghargai pria itu, menganggapnya kakak dan mendoakannya.&lt;br /&gt;Pelajaran baginya dan bagiku juga. Jangan terlalu mencemaskan masa depan yang belum pasti terjadi. Jangan takut kehilangan sesuatu yang dicintai karena tidak ada yang abadi di dunia ini. Beranikan diri mengambil langkah, jangan ragu-ragu. Hadapi setiap resiko yang ada. Hal yang paling menakutkan di dunia ini adalah ketakutan  itu sendiri, karena ketakutan itu bila dibiarkan menjadi parah bisa membahayakan diri sendiri. Jalani hidup dengan sabar dan syukuri segala yang terjadi.&lt;br /&gt;Sekarang aku melihat Nina semakin ceria. Sifatnya masih kekanak-kanakan tapi aku tahu dia telah smakin dewasa. Badannya masih kurus tapi wajahnya berseri-seri. Tak ada lagi rasa sakit dan tak ada lagi nyeri. Bila ditanya tentang tubuhnya yang kurus, jawabannya telah berbeda.&lt;br /&gt;“jangan khawatir! Sekarang saya makan tiga kali nambah loh! he..he..” Nina tertawa. Dia benar-benar telah sembuh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/122240342591980585-1347173516578758739?l=lupphenkcute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/feeds/1347173516578758739/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/2009/04/harapan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122240342591980585/posts/default/1347173516578758739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122240342591980585/posts/default/1347173516578758739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/2009/04/harapan.html' title='harapan..'/><author><name>Maryam binti Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16746629603770609254</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_2-lMhV593iI/S-pb5eAuO-I/AAAAAAAAAB8/8K7hACRFrBk/S220/bunga.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-122240342591980585.post-6876417775908309415</id><published>2009-04-20T08:22:00.000+07:00</published><updated>2009-04-20T08:25:20.928+07:00</updated><title type='text'>girls.. dont cry!</title><content type='html'>Gadis itu kampungan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berjalan sendirian di tengah malam beralaskan sendal yang usang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bajunya biru kotak kotak dan roknya kuning bunga-bunga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia kampungan….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis itu sendirian….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia terdiam menatap hujan berharap siang berbuah bintang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Basah airmata dalam genggamannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia sendirian…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis itu hanya diam…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berteriak keras tapi tak terdengar oleh awan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bising memenuhi rongga hati dan jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia diam…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis itu berteriak…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menangis sunyi memecah batu menghalau gelombang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudut batin menyuruhnya pergi menghilang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berteriak…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis itu menangis…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berteriak lalu dia menangis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia terduduk diam lalu dia menangis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berjalan sendirian lalu dia menangis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis kampungan itu menangis…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/122240342591980585-6876417775908309415?l=lupphenkcute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/feeds/6876417775908309415/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/2009/04/girls-dont-cry.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122240342591980585/posts/default/6876417775908309415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122240342591980585/posts/default/6876417775908309415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/2009/04/girls-dont-cry.html' title='girls.. dont cry!'/><author><name>Maryam binti Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16746629603770609254</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_2-lMhV593iI/S-pb5eAuO-I/AAAAAAAAAB8/8K7hACRFrBk/S220/bunga.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-122240342591980585.post-3644004807795655990</id><published>2009-04-16T20:46:00.002+07:00</published><updated>2009-04-27T13:06:26.428+07:00</updated><title type='text'>Segalanya Belum Tentu Adalah Cinta</title><content type='html'>&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link style="color: rgb(255, 0, 0);" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CGM_NET%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype style="color: rgb(255, 0, 0);" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype style="color: rgb(255, 0, 0);" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0cm; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;      &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Hidup adalah sebuah proses perjalanan panjang menuju akhir. Sebuah proses&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;yang didalamnya terdiri dari lebih banyak proses lagi. Dan salah satu proses&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang paling pelik dihadapi makhluk bernama manusia adalah proses pencarian cinta sejati. Sebelumnya, izinkan saya mengutip sebuah kisah proses pencarian arti. Apa itu cinta.&lt;/p&gt;    &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Suatu hari, Plato bertanya pada gurunya, "Apa itu cinta? Bagaimana saya bias menemukannya?" Gurunya menjawab, "&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt; ladang gandum yang luas di depan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu ranting. Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta" Platopun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun. Gurunya bertanya, "Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?" Plato menjawab, "Aku hanya boleh membawa satu saja dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik). Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tidak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat kumelanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwa ranting-ranting yang kutemukan kemudian tidak sebagus ranting yang tadi. Jadi, tak kuambil sebatangpun akhirnya" Gurunya kemudian&lt;br /&gt;menjawab, "jadi, ya itulah cinta"&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Di hari lain, Plato bertanya lagi pada gurunya, "Apa itu perkawinan? Bagaimana aku bias menemukannya?" Gurunyapun menjawab, "&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt; hutan subur di depan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Berjalanlah dan tanpa boleh mundur kembali dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan" Platopun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan membawa pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar atau subur dan juga tidak terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa saja. Gurunya bertanya, "Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?" Platopun menjawab, "Sebab berdasarkan pengalamanku yang sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi, dikesempatan ini, aku lihat pohon ini dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat. Jadi kuputuskan untuk menebangnya dan kubawa kesini. Aku tidak mau kehilangan kesempatan untuk endapatkannya. Gurunyapun kemudian menjawab, "Dan ya itulah perkawinan"&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;Cinta bisa diartikan apa saja. Karena definisi cinta itu memang tak erbatas. Tergantung bagaimana cara memandangnya. Tapi, bila ditelusuri lebih jauh, cinta yang paling hakiki tntu saja cinta pada sang Khalik dan inta-Nya pada makhluk-Nya. Semua berawal dari &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dan akan berakhir disana. Tapi untuk kisah ini, pengertiannya lebih sempit yakni cinta antara dua insan. Cinta yang bisa jadi benar dan bisa jadi salah. Sebenarnya, tidak ada cinta yang salah tapi perlakuan manusialah terhadap cinta yang bias membuatnya menjadi salah. Salah satu perumpamaan saya tentang cinta adalah cinta itu seperti hujan. Sejuk tapi dingin. Romantis tapi dapat membuat sakit. Cinta itu seperti hujan, yang bila berlebih dan tidak ada persiapan untuk menghadapinya maka ia akan menyusahkan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; kisah lain tentang cinta. Seseorang yang kukenal, sebut saja namanya mawar. Gadis ini sangat suka hujan. Sampai akhirnya dia jatuh cinta pada hujan. Hujan adalah bentuk perasaannya yang tak tersampaikan. Hanya mampu menatap, menikmatinya, tapi tak punya daya untuk memilikinya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Dia bercerita, "Bagaimana aku menyampaikannya? Berada disampingnya, jantungku seperti akan melompat keluar. Bicara dengannya lidahku kelu dan bahasaku kacau. Menatapnya membuatku malu. Bila dia ada di sekitarku, hal yang paling ingin kulakukan adalah kabur dari tempat itu secepatnya, sebelum gravitasi bumi tak berfungsi dan aku akan terlihat konyol di depannya"Aku tak tahu kenapa ini bisa terjadi. Aku terlanjur salah paham padanya. Aku salah paham dengan kehadirannya, dengan suara, sikap dan kebaikan hatinya. Aku tak pernah seperti ini sebelumnya. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang salah padaku."&lt;br /&gt;Mawar menangis. Antara bahagia, bingung dan sedih.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Suatu hari dia membiarkan dirinya basah dalam derasnya hujan. Aneh! Karena di tangannya saat itu tergenggam sebuah payung. Keesokannya dia demam. Panas dingin. Seharian menggigil diatas tempat tidur. Tak berminat minum obat. Katanya, dia ingin menikmati sakitnya. Sakit yang disebabkan oleh perasaannya. Maka benarlah kata Andrea Hirata dalam novel Maryamah Karpovnya, "Kawan, kadang kala cinta dan gila samar bedanya". Mawar selalu tersenyum di saat hujan turun. Terlalu mencintai hujan. Membuat sahabatnya bertanya, "Bila hujan tidak lagi turun dan kemarau berpanjangan. Apa yang terjadi padamu" Mawar menjawab pasti, "dihatiku… hujan tidak pernah berhenti…" Nowan dalam bukunya Pain, Love, Peace, Happiness bertutur: "Cinta adalah pilihan. Cintailah seseorang karena engkau memilih untuk mencintainya. Jadikan itu kepuasan hatimu unuk mencintainya apa adanya. Perubahan apapun yang akan terjadi padanya. Bila engkau tetap mencinta. Itulah cinta yang sesungguhnya." &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; begitu banyak kisah. Bukan hanya hujan. Karena cinta bisa berwujud angin, tanah, api atau lainnya. Dalam serial topeng kaca karya Suzue Miuchi 1988 ada sebuah kisah cinta sandiwara klasik dan kabuki. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Oshichi Yaoya, seorang putri tukang sayur, lari ke kuil buddha waktu &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; Edo (nama lama &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Tokyo&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;) terbakar. Disitu dia jatuh cinta pada biksu Kichiza yang mengurus para pengungsi. Sejak kebakaran mereda dia ingin jumpa lagi dengan Kichiza. Cinta yang menggila dan kerinduan yang tak terbendung membuatnya berpikir pendek. Oshichi lalu membakar &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:place st="on"&gt;Edo&lt;/st1:place&gt;. Waktu itu pembakar &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; harus dihukum mati walaupun demikian Oshichi tetap melakukannya karena yakin akan bertemu Kichiza lagi. Waktu &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:place st="on"&gt;Edo&lt;/st1:place&gt; habis terbakar, api dalam hati Oshichipun membakarnya dan akhirnya dia terbakar api yang disulutnya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah cinta. Tidak peduli apakah dia berwujud api ataukah hujan. Dia akan di hati, tetap di hati karena tempatnya memang di hati. Untuk semua orang yang mencinta… Cintailah dia yang membuatmu tersenyum, tertawa, membuatmu berpikir dan berkhayal. Meski mungkin dia terlalu jauh untuk disentuh atau terlalu tinggi untuk digapai. Meski mungkin kau akan sakit, kau akan patah hati, kecewa dan menangis. Tetaplah mencintainya selama cinta itu ada. Karena setelah itu semua kau akan belajar, kau akan semakin dewasa dan bijaksana. Kau akan semakin mengerti arti cinta dan kehidupan. Dan kau akan bisa bertahan menghadapi apapun juga. Seperti kata Nowan lagi dalam buku yang sama. "Segalanya belum tentu adalah cinta namun cinta adalah segalanya"&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/122240342591980585-3644004807795655990?l=lupphenkcute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/feeds/3644004807795655990/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/2009/04/segalanya-belum-tentu-adalah-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122240342591980585/posts/default/3644004807795655990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122240342591980585/posts/default/3644004807795655990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/2009/04/segalanya-belum-tentu-adalah-cinta.html' title='Segalanya Belum Tentu Adalah Cinta'/><author><name>Maryam binti Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16746629603770609254</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_2-lMhV593iI/S-pb5eAuO-I/AAAAAAAAAB8/8K7hACRFrBk/S220/bunga.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-122240342591980585.post-2543792444707998668</id><published>2009-04-09T14:17:00.000+07:00</published><updated>2009-04-17T22:38:02.067+07:00</updated><title type='text'>belajaaarrrr lagiiii....</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CGM_NET%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Suatu hari aku menemukan sebuah layang2. aku tpana krn layang2 itu berbeda dgn layang2 yg lain. aku tpesona akan keindahan bentuk dan warna warninya. Kuterbngkan layanganku tinggi ke angkasa. smakin ku tergila2 akan tarian indahnya bersama awan2. Birunya langit dan cahaya mentari smakin mnyilaukan mataku. lalu aku lihat byk orang ingin mengambilnya. Aku takut... cemas... "itu layanganku!!!" teriakku pasti "itu nyawaku. aku akan mati tanpanya!!!" tangisku pada mereka sedang hatiku semakin cemas karena yg menghubungkanku dgnnya hanyalah seutas benang tipis. kuikat benang tajam itu di jari2ku. kuikat sangat kencang sehingga tanganku berdarah. Semakin berdarah.. semakin perih.. smakin besar ketakutanku..&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;br /&gt;TIBA TIBA...&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Aku tak tahu kenapa.. benangnya terputus! layanganku terbang menjauh. Aku terdiam... menunggu reaksiku... semenit dua menit berlalu. aku masih diam. tak mengejarnya. sangkaku akan ada tangisan panjang. tapi, tak ada tangisan. tak ada keluhan. tak ada kesedihan. bhkan tak ada kecewa sama sekali. aku malah tersenyum menatap layanganku menjauh.&lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;HERAN!&lt;br /&gt;Karena yg muncul justru kelegaan yang luar biasa... ketakutanku. kecemasan dan segala kekhawatiranku terbang bersama layang2 itu.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/122240342591980585-2543792444707998668?l=lupphenkcute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/feeds/2543792444707998668/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/2009/04/belajaaarrrr-lagiiii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122240342591980585/posts/default/2543792444707998668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122240342591980585/posts/default/2543792444707998668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/2009/04/belajaaarrrr-lagiiii.html' title='belajaaarrrr lagiiii....'/><author><name>Maryam binti Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16746629603770609254</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_2-lMhV593iI/S-pb5eAuO-I/AAAAAAAAAB8/8K7hACRFrBk/S220/bunga.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-122240342591980585.post-8959222856092377430</id><published>2009-04-09T14:16:00.000+07:00</published><updated>2009-04-17T22:41:40.763+07:00</updated><title type='text'>kacau.. kacau.. kacau.. but alhamdulillah..</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link style="color: rgb(51, 102, 255);" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CGM_NET%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype style="color: rgb(51, 102, 255);" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 5.7pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Wuahh…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;Alhamdulillah… pagi ini aku bangun masih dgn sdikit migrain dikepalaku. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Tapi, itu bukan hal yg penting kok. Acara yg diadakan kemarin benar-benar menyenangkan. Ada banyak kisah manis disana. Kuceritakan yaa...&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Diawali dari ngumpul-ngumpul makan es krim sebelum ramadhan. Tiba2 muncul ide cemerlang dari seorang kakak berjilbab yg manis.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”bikin acara buka puasa bareng yuuk! Sekalian reunian! Sama anak panti asuhan?”&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Rencana... bayanganku saat itu adalah betapa sulitnya menyatukan sekelompok org2 sibuk untuk rapat dan rapat lagi. Begitu kuungkapkan pikiranku, mereka mencemoohku.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”edede... bpikiran negatifmi seng!!”&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ya terserahlah...&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sudah kubilang kan? Sesuai dugaanku, tdk mudah mengumpulkan org2 sibuk. Menjelang puasa, rencana hanya tinggal rencana. Mau ketemuan aja kok susah banget. Orang2 sibuk sih!!!!&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ayo pi makan2 dek&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sms K Lili saat itu. Akh! Makan2 lagi! enak sih dtraktir terus! Tapi kan ga asik klo ngumpul2 doang. So kucetuskan aja.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jgnmi makan2 terus. Mending ngumpul bahas rencana kemarin&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dan alhamdulillah dia memberikan ide untuk rapat di rumah K Nini. Akupun mulai menghubungi teman2 yg lain.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ngumpul d rmhx K Nini jam 3 bsok bhs acara buka puasa bareng.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Send. Sms kukirim ke beberapa orang. Ok! Smoga aja banyak yg datang. Amin. Aku tersenyum lagi membayangkan pertemuan besok. Pasti seru ketemu mereka lagi! Hihihi.. aku masih tersenyum2 saat tiba2 aku teringat satu hal yg penting!!&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;” astagfirullah.. yang punya rumah belum diberi tau!!! Gawat!!!” hehehe...&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sabtu tanggal 30 agustus 08, panitia yg kesemuanya tidak mau disebut panitiapun berkumpul. Rapat pertama memutuskan acara akan diadakn tertanggal 13 ramadhan alias 13 september, panti yg akan diundang adalah panti asuhan Rezky Ilahi, semua yg hadir berperan mengumpulkan dana dan hal2 penting lainnya akan dibahas sabtu depan di tempat yg sama. Tak ada pemilihan ketua, wakil ketua atau apapun, yg ada hanya 2 org kakak yg dituakan dan paling bertanggung jawab. Tapi pas disebut2 yg akan pegang dana alias bendahara. Semua menoleh padaku, tersenyum simpul.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”ohh.. tidaak..” jeritku dalam hati. Mentang2 aku yg paling bungsu!! Paling gampang disuruh2!! Ughh... pernah sih jadi bendahara tapi cuma sekali, itupun pake pusing!!&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”anak bawangja’ saya kodoong...” tolakku pelan pada mereka yg malah tertawa.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Alhamdulillah... tanpa mendengar penolakanku mereka mentasbihkan aku sebagai bendahara. Berat hati aku menerima. Uang bo!! Harta anak yatim pula!! Tiap sen-nya akan dipertanyakan padaku kelak. Mau tidak mau, aku harus mau. Keputusan sepihak itu telah bulat.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”ikhlasji kodong... ikhlaas.. beneran ikhlaaaaas...!!” jawabku saat seorang kakak mempertanyakan kesediaanku.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Langsung ke hari H-nya aja yaa..&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sabtu pagi, 13 september 2008. hari ini acara kami, buka puasa bersama plus reuni.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;All panitia kumpul di auditorium jam 11 teng!!! Titik!!!&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Itu judul awal dari pak ketua 1 di hari itu dan judul akhirnya adalah:&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;All panitia kumpul di auditorium jam 12 teng!!! Titik!!!&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Meski kenyataan yg ada, beberapa org tetep keukeuh mo datang ba’da dhuhur teng!!! Titik!!! He..he..he.. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dan bersyukurlah... karena aku, si bendahara datang telat, aku datang jam setengah dua teng!!! Titik!!! (ah, itu lagi!) untung ga ada yg marahin aku (secara gitu loh aku ini kesayangan smua org! He..he..he..)&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Masih awal2 uda kena problem.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;”BUS BUAT JEMPUT ANAK PANTI RUSAK!! &lt;span style="" lang="SV"&gt;GA BISA DIPAKE!!”&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Gawat! Gawat! Gawat!.... solusi! &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Solusi!solusi! angkot aja.. usul pak ketua 2. setelah lama berpikir, Alhamdulillah... &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Allah memberi kemudahn untuk kesekian kalinya. Ada 3 mobil plus 3 temen yg bisa nyopir.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jam 2 lewat berangkat ke panti asuhan, jemput mereka. &lt;/span&gt;Nothing special happen saat berangkat. Everything is really really nice. Tapi, pas back ke gedung. Wow!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;Aku bersama K Liliduduk dikursi depan disamping K Toto yg bertindak sebagai sopir. Suasana begitu riuh dgn anak2 panti di belakang kami. Lalu kejadian demi kejadianpun terjadi. Mobil pertama melaju dan kami selaku mobil kedua mengikuti. Parahnya,sopir mobil pertama lagi terburu2 so doi pake jalur2 aneh dalam kompleks. Pusinglah kami!! Diawali dengan salah belok satu kali. Harusnya ke kanan eh kok malah ke kiri. Pas mo mutar jalannya sempit banget.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;“turunko dulu dek, liat bannya” komando K Lili tanpa minta persetujuanku. Dengan agak gengsi aku turun dan berdiri di belakang mobil. Siang2!! Terik pula, akupun mulai berteriak,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="ES-CR"&gt;“yaaa… mundur!! Terus mundur!! Yaa.. belum masuk got!!”&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kacau benar! Lebih kacau lagi saat tiba2 mobil tdk jadi mutar dan meninggalkanku berdiri melongo di belokan itu.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Haahh????” aku hanya mampu tersenyum jayus saat melihat mobil mutar di belokan selanjutnya.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”kalo dr tadi mau mutar disitu, lantas kenapa saya mesti turun?” keluhku. K Lili beralasn jalanan disana lebih luas.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ya.. terserahlah..&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Satu aturan mengapa rambu2 itu dibuat agar dipatuhi dan ditaati. Itulah yg kukatakan saat melihat panah kekanan dan betuliskan keluar.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”kanan kak!” mungkin suaraku tak terdengar atau pikiran semua org mmg kacau. Lagi lagi!! Terjadi!! Salah lagi!!&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”alhamdulillah... jalan buntu” pikirku geli.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="ES-CR"&gt;Mobilpun kembali mutar. Munduur... munduuur....&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Brakk... semua menoleh kebelakang.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“apa itu??”&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Aku mengintip dari jendela &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”tabrak bambu, kak” pucat wajah sang sopir.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”tenang, nda apa apaji. Bambuji...” hibur K Lili padanya.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Siang itu panas matahari yang begitu terik dan migrainku yg kambuh tak lagi berarti. Semua yang ada dalam mobil itu terlihat sangat sibuk.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;K Toto sibuk konsentrasi menyetir mobilnya.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;K Lili yg notabene pernah jadi sopir juga sibuk memberi aba2&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”putar full... kanan... YA! Gass....”&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Aku sibuk menahan sakit kepala plus menahan tawa. Ha..ha..ha..&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sementara para anak panti sibuk berdoa. Disetiap injakan gas mereka berujar ”bismillah... bismillah...” disetiap pengereman mendadak mereka berteriak ”Allahu Akbar!” dan disetiap mobil berjalan mundur kebelakang mereka berdoa ”Ya Allah... selamatkanlah kami!!” ha..ha..ha.. kacau!!&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Singkat cerita kamipun sampai dgn selamat. Ashar tiba dan kamipun shalat berjamaah dilanjutkan beberapa hiburan kecil untuk anak2 panti. Seru! Hanya aja... uztad yg diundang oleh ibu direktur telah datang, sementara teman2 yg diundang tak jua datang.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”dasar teman2!! Mentang2 judulnya buka puasa bersama datangnya buat buka puasa doang! Padahal kan uda dibilang acaranya dari ashar!” keluh all panitia.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tak jauh dariku kulihat pak ketua 2 yg tidak mau disebut ketua tengah berbincang2 dgn ibu direktur. Sesekali dia tersenyum, mengangguk lalu nyengir! Malu ya pak? Para undangan belum jua datang!! He..he..he..&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sementara itu uztad yg keren nan gaul itu mengamati jemaah yg hanya anak2 panti, beberapa pengelola dan panitia (yg ikut duduk demi agar jemaah terlihat lebih banyak), dia tersenyum lalu berujar,&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="ES-CR"&gt;”yg mau diceramahi anak2 atau pengelolanya ya?” all pan tertunduk.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="ES-CR"&gt;Mengingat lebih banyak anak2 panti jadinya dia menceramahi anak2 deh. He..he..he.. maluuuuu....&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="ES-CR"&gt;Apa yg terjadi selanjutnya di ruangan itu, aku tak tahu lagi. Aku keluar dari ruangan, mobil catering telah tiba, teman2pun mulai ramai berdatangan.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Allahu Akbar... Allahu Akbar...&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Alhamdulillah... satu hari lagi terlewati. Terimalah amal puasa kami ya Allah.. amin.. Kamipun berbuka dengan es buah yg enak banget. Dahagapun lenyap, sayangnya migrainku tak jua lenyap. Pusing!! Sampe2 gelas es buah didepanku terlihat dua!! (pdhl memang ambil dua! He..he..he..)&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Seusai shalat magrib berjamaah. Para undanganpun menyantap makanan yg telah disediakan berikut para anak panti asuhan.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bosan dengan suasana ramai diluar akupun masuk kedalam ruangan. Terduduk diam disana. Beberapa anak2 panti yg telah makan terlihat ramai bisik2 membicarakan sesuatu, iseng2 kudekati mereka.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”apa itu kau cerita? Kasi tauka’ dule..” aku ikut2 nimbrung aja. Sok deket gitu! Kali2 aja dapat gosip seru.. he..he..he..&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="ES-CR"&gt;”iye... ndaji...” mereka tersenyum malu2. anak2 itu rata2 masih esde dan esempe. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Masih lucu2nya. Aku bertanya lagi..&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”sudah makan?”mereka mengangguk mengiyakan.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”makan apaki?”&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”ayam!!”sahut mereka&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”enakji makanannya?”setiap dari mereka menjawab enak. Alhamdulillah...&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”mana lebih enak? &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="ES-CR"&gt;Es buah ato ayamnya?” selidikku lagi.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mereka koor menjawab,&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“es buaaaahhhh...”&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tuh kan!!! Gak salah aku ambil dua gelas! Anak2 aja bilang enak! He..he..he..&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Akupun berkenalan dengan mereka. Ada yg bernama Syahrul, Ahmad, Dani, Fitri.. kok nama2 artis semua ya? He..he.. yang paling imut beneran namanya Dhea!! Dhea imut dong! Kira2 umurnya lima atau enam tahun. Lucuuu.. banget!! Salah seorang dari mereka nyeletuk tanpa ditanya,&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”saya mau jadi pemain sepak bola, kak!” semangat banget!&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”tawwa! Bagusnya cita2nya! Saya doakan supaya terkabul nah. Amin..” aku tersenyum padanya, tersenyum pada pikiran polos seorang anak2.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bisik2 mereka lanjutkan lagi. Setelah sedikit menggombal sana sini akhirnya kutahu bahwa mereka sedang membahas salah satu teman mereka yg sedang duduk menyendiri tak jauh dari kumpulan kami. Mau tak mau akupun ikut tertawa bersama anak2 itu. Oalah.. ternyata temen mereka itu pup di celana! Pantasan aja dari tadi ga bergeming dari tempatnya. Ha..ha..ha.. ibu pengelolapun datang, dia tersenyum tersipu saat pandangan kami bertemu. Maluu ni yee... he..he..&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Alhamdulillah... sisa acara berjalan baik. Anak panti dipulangkan menggunakan mobil pete2. teman2 mulai menghilang satu persatu. Setelah sedikit beres2 dan canda2 hangat, all panitia pun meninggalkan tempat.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Huahh... kuhempaskan badan kekasur begitu sampai di kamar. Kepala terasa sangat berat dan kantuk mulai menyerang. Aku baru akan memejamkan mata, saat hapeku berdering. Pak ketua 2 menelpon.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="ES-CR"&gt;”minta maafka’ nah kalo ada kesalahan dan ........” aku tertawa pelan. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Emangnya lebaran pak? He..he.. setelah maaf memaafkan via telpon, aku kembali berbaring. Aku mulai tertidur saat hapeku berdering lagi. Kali ini sms. Dari K Nana, seksi kue.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Makasih ya atas segala usaha n partsipasinya yg tak mengenal kata lelah. Moga diiringi keikhlasan n bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Amin. Met istirahat ya..&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Aku tersenyum. Ya! Semoga yg kita lakukan ini bernilai ibadah. Amin. Aku baru akan memejamkan mata kembali, saat kusadari ngantukku telah lenyap. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Yaaa... nda jadi tidur deh!!!&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ps: kalo ada yg dilebih2kan atau dikurang2i, hal itu semata2 untuk menghibur diri sendiri dan kalian semua. Thanx uda mau baca!! ^_^&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Selesai di makassar 18 september 08.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.25pt; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 14.25pt"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;’lup’&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 286.2pt; text-align: justify; text-indent: 1.8pt; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Makassar&lt;/st1:place&gt;, 14 september 2008&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" mce_style="margin-left: 5.7pt"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/122240342591980585-8959222856092377430?l=lupphenkcute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/feeds/8959222856092377430/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/2009/04/kacau-kacau-kacau-but-alhamdulillah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122240342591980585/posts/default/8959222856092377430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122240342591980585/posts/default/8959222856092377430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/2009/04/kacau-kacau-kacau-but-alhamdulillah.html' title='kacau.. kacau.. kacau.. but alhamdulillah..'/><author><name>Maryam binti Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16746629603770609254</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_2-lMhV593iI/S-pb5eAuO-I/AAAAAAAAAB8/8K7hACRFrBk/S220/bunga.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-122240342591980585.post-2083147442634116848</id><published>2009-04-09T14:02:00.000+07:00</published><updated>2009-04-17T22:31:42.475+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ramadhan...'/><title type='text'>Assalamu alaikum.. kisah lama neeh...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CGM_NET%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;wah... seneng banget rasanya bisa mulai ngeblog...serasa jadi orang terkeren didunia...iiihhhh...garingx deh!!!untuk pertama ingin kukisahkan sesuatu:tadi sore dengan terburu-buru aku mngajak yayangku spin ke warnet. iseng2 berhadiah pengen buat samting diffrent gitu. itu atas saran seorang temen yg notabene sama-sama org keren gtu. (apa seeh????) sepulang dr warnet (ndakeren warnetx coz hrs buka sendal br masuk!!!) im looking2 gtu nyari sendalku yg keren hasil minjem dr kakakku. pas nyari kok ya cuman kiri doang, aku btanya pada sang tukang warnet dan dia hanya menggeleng dan bkata "dmana qta taro?"sungguh suatu yang kusebut bukan pelayanan prima. Kutanya angin.... kutanya hujan.... kutanya ariel... gak ada yg tau, wah gawat bisa2 kakakku mlayangkan sbuah kandattox padaku. dgn amat sangat stres kupandangi sendal2 berserakan didepan pintu, ta ada org dsana.untung aku sedang puasa jadinya iman mngalahkan segalanya. setan?? sori sosri yaa... ga ada tuh critanya uphe nyolong sendal. pas aku memendang sendal2 yg berserakan itu untuk kesekiankalix, kuperhatikan ada sebuah sendal jepit hitam putih yg tergeletak sendirian.hanya kananx saja. Kuperhatikan dan kuperhatikan.... oala... Ya Allah... itu sendal adeku... (ternyata saya ke warnet mgunakan sendal kakakku sebelah kiri dan sendal adeku sebelah kanan) kenyataan memang pahit,kusangka pnyakit hilang ingatanku hanyalah candaan semata, ternyata sudah stadium parah. sory hrs go to work neeh.. kapan2 sambung lagi... cayoooo....&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/122240342591980585-2083147442634116848?l=lupphenkcute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/feeds/2083147442634116848/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/2009/04/assalamu-alaikum-kisah-lama-neeh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122240342591980585/posts/default/2083147442634116848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122240342591980585/posts/default/2083147442634116848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lupphenkcute.blogspot.com/2009/04/assalamu-alaikum-kisah-lama-neeh.html' title='Assalamu alaikum.. kisah lama neeh...'/><author><name>Maryam binti Zain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16746629603770609254</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_2-lMhV593iI/S-pb5eAuO-I/AAAAAAAAAB8/8K7hACRFrBk/S220/bunga.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
